13

Apr

 

Diary of Nightlife di POPULAR

Posted By : Emka In : Night Life, On Monday, April 13th, 2009, 3:49 pm

Seperti apa rasanya kembali ke rumah lama? Ehmm….menyenangkan! Itu yang gue rasain saat ini. Setelah lebih dari tujuh tahun lepas dari kandang dan memilih untuk  menekuni pekerjaan sebagai penulis, akhirnya gue kembali lagi ke majalah Popular, tempat dimana gue banyak belajar dunia tulis-menulis  soal dunia malam di bawah asuhan almarhum Mujimanto Asmotaruno, pemimpin redaksi kala itu.

Tentu keberadaan gue tidak seperti tahun 1998-2001 yang bekerja full-time sebagai wartawan tetap. Mulai edisi April 2009 ini dan seterusnya, gue akan jadi kontributor tetap untuk mengisi rubrik Diary of Nightlife.

Tidak seperti di rubrik saya tangani sebelumnya, Liputan Malam, di kolom Diary of Nightlife ini gue lebih banyak akan bercerita tentang dunia malam dan lifestyle “eror” dengan pendekatan personal. Lebih sebagai diary ringan yang secara tulisan terasa lebih ringan dan akrab.

Di edisi April 2009 ini misalnya, gue menulis soal Korean Barbie-Blue. Ceritanya berkisar soal fenomena cewek Korea yang kini tengah jadi “hot-icon” di dunia malam Jakarta. Karena bentuknya diary, tulisan gue cuma dua halaman saja kok. Selamat membaca dengan santai (kalau kebetulan beli majalahnya, hehehehe…) !!!

|842 Comments »|
         
         
         
 

13

Apr

 

SUSAH MELAWAN BRAND

Posted By : Emka In : Books, Events, On Monday, April 13th, 2009, 12:39 am

 

SURYA Online-Minggu, 13 April 2009 - Cap sebagai penulis buku yang sarat aroma seks rupanya tak bisa dihindari Moammar Emka. Padahal, dari sekitar 20 buku yang sudah dibuatnya, hanya enam yang ‘bicara’ masalah ‘ranjang bergoyang’ dan penyimpangan perilaku seksual manusia.

Namun, diakui pria asal Tuban ini, sukses buku pertamanya, Jakarta Undercover 1 yang kemudian disusul Jakarta Undercover 2 dan 3, membuat cap itu jadi melekat erat dalam dirinya. Tak Cuma itu. Emka juga menyusul dengan buku berikutnya seperti In Bed with Model$, Ada Apa dengan Mak Erot, dan yang paling gres adalah Tumpang Tindih.

Buku-buku Emka lainnya ada pula yang bicara masalah cinta dan romantisme. Simak misalnya, Beib, Aku Sakau, Red Diary, Tentang Dia, Gue Kapok Jatuh Cinta, dan 365 Hari 3 Cinta 2 Selingkuhan. Kalau pun akhirnya cap itu melekat dalam dirinya, Emka tak berusaha untuk berkelit.

“Bangun brand itu kan susah. Dan brand itu diberikan oleh masyarakat, masak saya mau lawan?” ujar Emka ketika ditemui tengah santai di Eclectic Pub & Lounge, beberapa hari lalu.

Mengenai Tumpang Tindih yang dilepas ke pasar tanggal 23 Maret lalu, menurut Emka, masih bertutur seputar penyimpangan gaya hidup yang melibatkan industri seks atau komunitas tertentu. “Buku ini merespons berbagai masalah yang berjalan di luar batas normal atau kewajaran. Selain gaya hidup ‘error’, Tumpang Tindih juga mengangkat lifestyle gaul personal yang sedang in,” paparnya.

Nitelife yang coba dikuak penulis buku Love is Cinta ini tidak hanya berpusat di Jakarta. Anak keempat dari enam bersaudara ini juga menelusuri kawasan remang-remang di Surabaya, Bandung, bahkan hingga Bangkok, Singapura, dan Kuala Lumpur. pra

|773 Comments »|
         
         
         
 

2

Apr

 

Erotisme Malam-Malam Di Ibu Kota

Posted By : Emka In : Books, On Thursday, April 2nd, 2009, 9:12 pm

 

SEPUTAR INDONESIA, Selasa-31 Maret 2009.

IBU KOTA Jakarta seakan tak pernah tidur dan selalu berlari tanpa mengenal waktu. Geliat kehidupan di Jakarta tak pernah berhenti walaupun sejenak.

Sepanjang siang, aktivitas begitu cepat bergulir, dan ketika malam merambat, denyutnya masih tetap terasa meski lamat-lamat. Walaupun merambat,kehidupan malam di Ibu Kota tetap menggairahkan tubuh-tubuh yang letih dengan menghamparkan sejuta
sensasi.

Di sejumlah sudut kota,suasana malam tidak lagi pekat. Sebaliknya gemerlap, berdentam, bahkan liar.Betapa tidak,pelbagai jenis hiburan yang tersaji seakan bak selimut kamuflase untuk menyajikan sesuatu yang erotis. Seksualitas pun berubah makna, bukan lagi menjadi sesuatu yang tabu dibicarakan secara terbuka.

Sebaliknya, seksualitas telah menjadi komoditas yang paling panas dengan konsumen
yang tak seakan tak pernah loyo diterpa krisis. Meski seksualitas tetap menjadi menu utamanya, penyajiannya semakin kreatif dengan menawarkan berbagai variasi. Dari namanya saja,efek sensasi yang ditawarkan sudah tak terbayangkan sebelumnya. Ada Angel Spa, Cuci Blow-Job, sampai yang namanya asing di telinga macam Monkey Room.

Dalam buku Tumpang Tindih, Moammar Emka, penulis yang sudah tak asing lagi dalam menguak kehidupan malam di Jakarta melalui Jakarta Undecover 1, 2,dan 3, kembali mengupas seluk-beluk gaya hidup “error” di Ibu Kota yang seakan telah dikepung dengan sextainment. Dalam buku setebal 441 halaman yang diterbitkan Gagas Media,Moammar Emka seakan semakin hafal setiap lekuk tubuh Ibu Kota lengkap dengan sensasi sextainment.

Bahkan, dalam buku keempatnya ini, mantan wartawan yang berkarier menjadi
penulis ini tak sekadar mengungkap kehadiran perempuan mancanegara, seperti dari Thailand, China, Uzbekistan, Spanyol, dan Mongolia dalam industri esek-esek. Dia pun mulai melebarkan sayap untuk menguliti setiap jengkal bisnis kelenjar di beberapa kota,seperti di Surabaya dan Bandung.

Malahan, untuk melengkapi berbagai variasi dan keterkaitan perkembangan industri erotisme di Tanah Air,dia merambah beberapa kota besar di Asia Tenggara,seperti Bangkok, Kuala Lumpur, dan Singapura. Meskipun buku ini tak jatuh menjadi bacaan yang penuh berahi, berbagai sensasi yang dihamparkan tetap menjadikan sebagai
bacaan yang adult content.

Untunglah Moammar Emka tak ingin membiarkan pembacanya semakin liar dengan fantasinya karena dia pun menyuguhkan fakta kelam dari maraknya industri seks dan kehidupan free sex. Seperti meningkatnya penyakit kelamin, praktik aborsi, dan tingginya angka HIV/AIDS, terutama di kalangan remaja dan usia produktif. Jadi perlu pikiran sehat untuk menikmati buku ini, bukan hanya merasakan sensasinya saja, juga mempertimbangkan keburukan yang akan diperoleh.

Bahkan, memantik kita untuk mencari solusi tepat agar pola hidup yang salah tidak semakin menjamur. Sekaligus menemukan fakta yang sebenarnya, apakah memang di sekitar kita sextainment sudah begitu subur, ataukah hanya imajinasi sang
penulis.(wasis wibowo)

|527 Comments »|

 
         
     
Copyright © 2008 www.emkamoammar.com
All rights reserved

Powered By : TukuSolution