27 Sep |
Ramadhan Spirit in ActionsPosted By : Emka In : Events, On Saturday, September 27th, 2008, 12:31 am Beginilah serunya roadshow Ramadhan Spirit selama seminggu dari Makassar ke Pare-Pare. Musik, talkshow dan keceriaan larut jadi satu. Abdee Slank dengan permainan gitarnya yang ciamik, Krishna dengan pianonya, Andy/rif dengan vokal seraknya, Tia Afi dengan lantunan merdu suaranya dan Tashea & Pain Killer dengan hentakan musik rock ‘n roll-nya, menghibur dan menghipnotis masa. Gue? Cukup dengan Kulum alias kuliah umum selama 20-30 menit bareng seorang Ustadz dengan mengangkat tema anak muda & godaan kota metropolitan. Bukan cuma musik dan talkshow yang mewarnai Ramadhan Spirit, tapi lebih dari itu : suasana keakraban yang terjalin terasa begitu kental dan oks bangeeetsss. Thanks for Ramadhan Spirit bersama ClasMild. Setidaknya, jalinan silaturrahmi antara gue dan teman-teman jadi lebih erat dan nempel kayak perangko. Yuuukk mareeee….”"”" ::: |267 Comments »| | |||
19 Sep |
OH LA LAPosted By : Emka In : Life & Fun, Night Life, On Friday, September 19th, 2008, 9:56 pm Oh My Ghost! Kalimat itu sering dipake temen-temen gue untuk mengekspresikan sesuatu yang berbau aneh, luar biasa atau mengandung unsur kaget/terkejut. Begitu juga dengan Oh La La! Pernah mendengar istilah Bra 36 O? Nah, O yang dimaksud bisa berarti Oh lala, Oh my ghost atau Oooooh No! Artinya, ukuran bra memang di atas rata-rata. Yang pasti, lebih gede dari 36 C atau bahkan 36 D sekalipun. Stop, stop! Lupakan dulu soal bra 36 O. Mendingan, untuk cerita lebih lengkapnya baca di buku gue TUMPANG TINDIH (KoloR in the City) yang bakal rilis akhir Oktober 2008. Di buku itu, nanti bakal ketemu bagaimana ulasan dan cerita seru + asyik soal fenomena ukuran Bra 36 O. Sekarang, gue lagi pengen ngobrolin kafe Oh La La yang baru sekitar dua minggu beroperasi di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Kebetulan, grand openingnya pas di minggu pertama di bulan Ramadhan. Kebetulan juga, kafe itu si empunya temen deket gue. Alih-alih pengen nyobain tempat baru, gue malah jadi sering nongkrong. Biasanya, selepas pukul 10 malem gue ama temen-temen asyik ber-hahahi sambil ‘on-line’ yang lokasinya berada di seberang Kemang Food Festival. Persisnya ada di lobby entrance Code Fine Plaza. Saban malem, suasana ramai oleh ‘anah-anak nongkrong’. Sekedar nyeruput segelas kopi, mencicipi sepiring salad, cuci mata (syukur-syukur bisa kenalan) sampai ngobrol berjam-jam bareng sohib sekalian nunggu waktu sahur. Kalau kebetulan melintas di kawasan Kemang, nggak ada salahnya mampir sebentar barang 1-2 jam (kok, jadi iklan ya, hehehe…). Nggap papa kan ?! Yang penting, tempatnya memang enak banget buat meeting-point. Suasananya…yuuuk mareee, bikin pantat nempel terus. *** |395 Comments »| | |||
17 Sep |
TUMPANG TINDIH (KoloR in the City)Posted By : Emka In : Books, On Wednesday, September 17th, 2008, 5:18 pm Pengantar ala kadarnya… Mengumpulkan dan meng-update file-file yang tercecer. Itulah yang melatarbelakangi terbitnya buku ini. Coretan atau tulisan —apapun itu bentuknya, buat saya adalah sebuah ide. Makanya, ketika saya membuka-buka lagi file-lama yang tersimpan rapi di hard-disk komputer dan laptop, tiba-tiba telontar keinginan untuk menjadikannya sebagai sebuah buku. Yang pasti, keinginan itu datang begitu saja. Awalnya, iseng-iseng saya membaca tiga tulisan saya yang berjudul Bra 36#O, Mak Ero Vs Mak Irit, Nude Server Party dan L’sbian Package. Ketiga tulisan saya ini pernah dimuat di kolom Seduction With Emka di majalah Male Emporium (ME) tahun 2006. Lalu, saya mulai menggabungkannya dengan beberapa tulisan yang tercecer di beberapa folder lain. Keranjingan menulis untuk posting di web dan blog, membawa angin segar buat gue. Paling tidak, gue bisa memuntahkan semua yang ada di kepala gue dengan bebas, entah bentuknya sekadar uneg-uneg, curhat, gosip bahkan sampai menukik pada persoalan gaya hidup yang tengah jadi tren. Well, ternyata ada banyak banget tulisan yang berhasil saya kumpulkan. Kalau dihitung-hitung, totalnya lebih dari 40-50. Makanya, daripada terbuang dengan percuma (kok jadi inget dengan “buang tai macan” yang jadi hobi sejumlah lelaki yang biasa jajan di prostitusi), tulisan yang tercerai berai itu coba gue kawinkan dalam satu buku. Biar nggak basi, tetap [up] to [date] dan setidaknya enak untuk dinikmati sebagai bacaan ringan yang informatif –syukur-syukur inspiratif, gue melakukan tambal sulam disana-sini. p.s : Buku TUMPANG TINDIH (KoloR in the City) karya Moammar Emka akan rilis akhir Oktober 2008. |318 Comments »| | |||
15 Sep |
RAMADHAN SPIRITPosted By : Emka In : Events, On Monday, September 15th, 2008, 11:41 am From Makasar With Love and Rock ‘n Roll… ADA musik, talkshow dan siraman rohani. Tiga paket itu, alhamdulilah, berjalan lancar saat gue ikut berpartisipasi dalam Ramadhan Spirit dari Makasar ke Pare-Pare yang diprakarsai rokok ClasMild. Ajang pelaksanaan acara itu dipusatkan di lima kampus yang terdapat di Makasar dan Pare-Pare. Diantaranya Universitas Hasanuddin, Universitan Negeri Makasar dan Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam (STAIN) Pare-Pare. Yang bikin beda dan sensional, gue bisa berkolaborasi dengan musisi dan penyanyi berlabel “OK’s B ANGET” seperti Abdee Slank, Andy Rif, Kreshna (ex-Ada Band) Tia Afi, dan John Paul Ivan (ex-Boomerang). Tak ketinggalan, Tashea & Pain Killer yang “ngerock abissss…”. Tentu saja, gue tidak berunjuk vokal atau bermain salah satu alat musik. Seperti biasa, gue hanya unjuk gigi dengan menyampaikan “Kulum” alias Kuliah Umum dengan tema berkisar gaya hidup dan kehidupan remang-remang di kota besar. Karena mengusung tema Ramadhan Spirit, gue lebih banyak berbicara seputar beratnya cobaan dan godaan berpuasa di tengah maraknya industri hiburan di kota besar. Mulai dari budaya ngemal, kafe, karaoke, sampai liarnya sex-entertainment yang tetap “buka” secara blak-blakan di bulan puasa. Gue nggak sendirian dong. Ada Ustadz yang mendampingi gue selama menyampaikan talkshow bergaya kuliah umum. Well, meskipun capek dan rada-rada “encok-pegel-linu”, gue seneng banget dan bersyukur bisa ikut join di acara Ramadhan Spirit itu. Banyak pengalaman menarik yang bisa gue dapatin. Selain bisa ber-ibadah, bersilaturahmi dan berdialog dengan mahasiswa, yang pasti…gue bisa punya waktu buat buka puasa, sahur plus ketawa-ketiwi dan ngobrol ngalur ngidul sama Abdee, Andy, Kreshna dan Tia. “Hai, brur Abdee, mas Kreshna, mas Andy. Mie Ti Tie nya enak euy, hahahaha…” Dan.. “Hai, Tia…kok jadi inget lagumu yang Tulus itu tuh : ….‘karena engkau, telah jadi miliknya’. Daleeeemmmm bangets..!!” Eit, satu lagi, gue jadi banyak temen-temen baru dari ClasMild. “Hai, Wenny…! Ternyata ya, kita udah kenal lama banget dan baru sekarang kita ‘gawe bareng’…” Ajaibnya lagi, di tengah mengandung lima bulan, Weny tetap bersemangat tanpa ampun menjadi show-director di lima kampus. Bravo !!!! |286 Comments »| | |||
1 Sep |
SO LOH GETU WHATPosted By : Emka In : Books, Life & Fun, On Monday, September 1st, 2008, 9:35 pm So What Getu Loh…! Hahahah…ungkapan yang udah lama menghilang dari peredaran, terutama di kalangan anak-anak gaul. Seiring dengan makin populernya istilah “ya iyalah, masak ya iya dong”, “so what getu loh” hilang ditelan bumi. Tapi belakangan terakhir, muncul lagi istilah “so loh getu what” yang perlahan mulai “in” di sejumlah obrolan santai. Ya, biasalah, istilah itu dipakai untuk menunjukkan ekpresi yang bermakna “emang kenapa/emang gue pikirin” atau bisa berarti “masa bodo ah”. Buat gue, itulah dinamisasi bahasa gaul. Selalu saja ada yang baru dan tren-nya berkembang sangat pesat sekali. Kemunculannya pun tak bisa ditebak karena ia begitu alamiah. Begitu muncul satu istilah dan secara sporadis di”anut” banyak orang, terciptalah satu bahasa gaul. Ada beberapa istilah lain yang belakangan ini mulai jadi “in”. Diantaranya : a. CK (baca= see key) = situ OK b. Delon = Derita Lu O’on c. Dungdat = Dangdut d. DKNY = Dinas Kebersihan New York e. dan lain-lain. Nah, untuk lebih detail-nya, bisa dilihat dan dibaca di buku gue : KAMUS GAUL HARE GENE edisi revisinya. Selamat membaca & selamat berbahasa gaul ria. :)) |302 Comments »| |
|||

































