28

Mar

 

Jika ini akhirnya…

Posted By : Emka In : Love, On Friday, March 28th, 2008, 5:22 pm

DETIK yang kuratapi, menjepit segala ruang yang kusinggahi. Beribu catatan tentang cinta dan penantian yang kualamatkan untuk satu nama, telah sampai pada titik penghabisan. Tak ada lagi celah untuk pengecualian. Segala dalil untuk membuatku kembali menghunus damba, kuingkari dengan membiarkan kecewa dan laraku mengendap dalam emosi yang membara. Membunuh rindu untuk bangkit lagi. Menenggelamkan janji setia pada altar tak berpenghuni. Yang kulihat hanya bayangan kesepian yang mencekik. Mengulum warasku, tak bersisa. Yang kudekap hanya kesendirian di atas jejak kenangan yang menyakitkan.

Kemana akan kubawa duka yang bertahta ini? Berlindung tak ada payung yang membentang, menangis tak ada sandaran. Lembab udara yang berembus, mengundang debu merangkul nelangsaku. Memungut serpihan cinta yang mulai menghilang ditelan senjakala.

Masih adakah sejumput bahagia menjelma? Aku masih saja mengasah mimpi menjadi nyata. Mendulang ilusi dengan sia sia. Mendesahkan harapan yang tersisa tanpa selera. Bisu membungkam maya. Rebah kaku dengan tatapan mata yang terus menua. Dan aku tak tahu, dimana kini aku berada.

Jika ini memang akhirnya, lengkap sudah aku tergores cinta tanpa daya…

|286 Comments »|
         
         
         
 

27

Mar

 

A BODY TO DIE FOR (2)

Posted By : Emka In : Life & Fun, On Thursday, March 27th, 2008, 5:37 pm

 

20 menit sebelumnya…

Di area lounge yang disekelilingnya dipenuhi sofa warna hitam dengan pencahaan terang, puluhan gadis cantik duduk bersama kelompoknya masing-masing. Ada gadis-gadis Thailand, Uzbekistan, Mandarin, dan lokal. Rata-rata mengenakan gaun krisis-minimalis dan transparan yang memperlihatkan setiap lekuk di tubuh mereka.

Detik yang berlalu diiringin musik yang mendayu-dayu tak ubahnya sebuah gathering yang sangat romantis. Saat tubuh-tubuh indah itu melintas, aroma wangi menebar dari tubuhnya. Jejak langkahnya mereka membentuk gerakan rapi dan tertata. Belum lagi senyuman dan kedipan mata. Semua berjalan tak ubahnya run-down acara yang terencana.

Tebar pesona. Itulah yang harus mereka lakukan. Tebar pesona menunggu pasangan datang pada mereka. Mengajaknya duduk semeja, bercengkrama sesaat sambil makan dan minum. Perjalanan berikutnya bisa melalui dua cara : langsung berlabuh di kamar honey-moon atau pergi ke bath-house untuk mandi bersama.

Laki-laki itu duduk di sofa ditemani dengan seorang wanita berseragam hitam-hitam. Mami! Begitulah orang memanggil wanita bernama Keke itu. Sebotol red-wine dengan dua gelas terisi, terhidang di meja. Sebuah percakapan ringan, menyusup di sela musik yang mengalun.

“Malam ini mau pilih yang mana?” Keke angkat bicara.

Laki-laki itu meneguk red wine, menyalakan sebatang rokok, menghisapnya dalam-dalam lalu mengembuskan asapnya ke langit-langit ruangan.

“Menurut Mami, siapa dong yang oke buat jadi pengantinku malam ini?”

Mami Keke tersenyum simpul. Lalu, dengan jentikan jari, ia menyilakan kelompok gadis Thailand untuk datang mendekat. Serempak, kelompok gadis Thailand itu beranjak dari duduknya dan bergerak ke meja Mami Keke.

“Sawadikaaaa….!”

Mereka memberikan salam dengan dua telapak tangan menyatu, menempelkannya di dagu lalu membungkuk pelan. Sandra yang berdiri di deretan paling kanan, terlihat anggun dengan gaun warna biru langit. Sebuah gaun malam transparan yang lebih pantas disebut lingerie. Saking transparannya hingga bra penutup dada dan G-string yang melekat di tubuhnya menjadi kombinasi pemandangan dengan magnet yang luar biasa.

Laki-laki itu menatap Sandra. Ia tertegun sejenak, tersenyum dan menghela napas. Mata mereka kini beradu pandang. Sandra melemparkan senyuman dari kedua bibirnya bang basah oleh lipstik warna merah darah. (bersambung…)

|18 Comments »|
         
         
         
 

26

Mar

 

A BODY TO DIE FOR

Posted By : Emka In : Life & Fun, On Wednesday, March 26th, 2008, 7:25 pm

Gadis cantik itu tergolek seksi di sebuah bangku kayu. Musik berirama chill-out menelusup ke telinga. Rambutnya yang ikal kecoklatan, tergelung acak ke belakang. Sepuhan make-up di wajahnya masih utuh. Warna merah darah yang menghias di kedua bibirnya masih terlihat basah. Dua sorot matanya tajam memandang ke wajah laki-laki yang bertelanjang dada yang tengah tidur telentang di sampingnya dengan mata terbuka.

“Sandra!” desis laki-laki itu.

Sandra mendekatkan wajahnya. Bibirnya tersenyum ramah. Sejenak, ia menunggu laki-laki itu melanjutkan kata-katanya.

“Kamu keliatan lebih cantik malam ini. Ada yang lain dari dari kamu. Tapi apa ya?” tanya laki-laki itu sambil menyalakan sebatang rokok lalu menghisapnya dalam-dalam. Kepulan asap terbang lepas menyisir area spa yang hanyut dalam irama musik deje.

“Ehmm…dadaku?” Sandra balik bertanya sambil membusungkan dadanya.

Ah, laki-laki itu akhirnya mengerti. Wilayah bagian dada Sandra kini menampilkan sebentuk pesona yang, maaf, begitu menggoda. Lebih menantang dan menonjol sebagai daya pikat. Sex appeal yang menyuguhkan pesona keliaran bagi mata yang melihatnya. Ya, siapa lagi kalau bukan mata puluhan laki-laki yang detik itu memang sengaja ingin menghabiskan waktunya untuk berwisata biologis.

“Waktu balik ke Bangkok tiga bulan lalu, aku operasi payudara. Hasilnya, ya….seperti yang kamu liat sekarang.”

Sandra begitu fasih berbicara dalam bahasa Inggris. Untuk ukuran gadis Bangkok,  setiap kata yang keluar dari mulutnya, begitu enteng dan gampang dicerna. Mungkin karena jam terbang-nya sudah cukup tinggi di industri perkelaminan. Jepang, Singapura, Malaysia dan Indonesia adalah sejumlah negara yang pernah dicecapnya.

Ia membiarkan tubuhnya hanya terbalut bikini warna pink bermotif bunga-bunga itu jadi pusat perhatian mata laki-laki yang seolah ingin menelannya bulat-bulat.  Bikini ‘two pieces’ yang melekat di tubuhnya, makin memperlihatkan setiap lekuk keindahan dan keliatan-nya.

Begitu pentingkah arti sebuah tubuh buat mereka yang terjun di bidang jasa pemuas birahi? Sepertinya iya. Selain wajah cantik, dan well-trainee, satu hal yang jadi tuntutan wajib adalah tubuh indah. Artinya, tubuh yang memang pas untuk dipajang tak ubahnya sebuah piala emas.

“Demi tubuh indah, aku rela melakukan apa saja,” sergahnya.

Ia sadar, tubuh indah adalah modal utamanya. Tubuh liat dengan desain ‘sex-appeal’ yang bisa menghipnotis setiap mata yang melihatnya. Setidaknya, pada saat terjadi ‘pandangan pertama’.

Laki-laki di samping Sandra itu tersenyum. Ia memilih Sandra pada saat gadis dengan rambut panjang menjuntai itu berkontes layaknya model yang sedang ber-catwalk. Dalam balutan gaun seksi yang transparan, Sandra menebar ke-anggunan-nya.  Dan, saat mata mereka beradu-tatap, detik itu lah laki-laki itu yakin telah menemukan ‘pasangan’nya.  (bersambung…)

|2495 Comments »|
         
         
         
 

25

Mar

 

Forbidden City di Unpar

Posted By : Emka In : Books, On Tuesday, March 25th, 2008, 3:03 pm


Senin (25-03-08) yang melelahkan. Setelah menghabiskan waktu di Plaza Senayan sampai jam 10 malaem, gue terpaksa pulang ke rumah karena kekenyangan. Gara-garanya, sepiring pecel Madiun dengan nasi merah yang gue santap sampe ludes di restoran Te Sate. Celakanya, begitu rebahan di sofa, gue ketiduran selama 1 jam-an dan setelah itu, gua nggak bisa tidur lagi. Terpaksa deh, semaleman nonton tv sambil menamatkan beberapa judul DVD yang belum sempet gue tonton. Salah satunya Sex is Zero 2 1/2. Ceritanya seru banget. Diawali dengan adegan-adegan lucu dan agak sedikit nge-seks, alurnya berubah jadi sangat serius ketika melibatkan kisah cinta dua anak manusia yang sarat emosi. Riil dan inspiratif!

Saking enaknya nonton, tak terasa udah 8 lewat. Jam 9 kurang 15 menit, Valiant –editor Gagas, tahu-tahu udah stand-by di depan rumah.

“Oh, Shit! Gue ada talkshow di Bandung!”

Buru-buru gue mandi, dandan ala kadarnya dan segera masuk mobilnya Valiant. Setelah menempuh perjalanan selama 2 jam, akhirnya gue sampe Bandung. Sayang, kali ini bukan dalam rangka “jalan-jalan” tapi kerja bo’. Jam 12 gue talkshow di acara Pekan Pendidikan 2008 yang diadakan Fakultas Hukum Universitas Parahyangan. Topiknya : Jakarta Undercover 3 (Forbidden City).

Di tengah cuaca yang panas, gue ngobrol panjang lebar soal fenomena sex supermarket yang kinin tengah jadi tren di Jakarta dan seputar kebijakan “lokalisasi” yang mestinya kudu direalisasikan dengan segera karena industri sekarang ini sudah hadir dan menyatu dengan ruang publik. Dalam talkshow itu juga muncul obrolan seputar trafficking dan omset dari bisnis seks andaikata dikenakan pajak.

______________________________________________________


Seru banget! Selama 1 1/2 jam, talkshow mengalir renyah. Beberapa peserta diskusi, antusias mengemukakan pertanyaan dan pendapat mereka. Saking cairnya suasana, gue sampe nggak bisa ngerem kata-kata. Maka tersebutlah beberapa istilah “gaul” yang sering dipake dalam dunia remang-remang Jakarta. Seperti :

- SPG yang punya 3 arti : (1) Stand Promotion Girl, (2) Seks Pajero Goyang dan (3) Sepong Pake Gigi.

- Istilah “petik anggur” yang berarti layanan “libido massage” yang bisa ditemukan di sejumlah tempat pijat plus-plus.

- “Buang tai macan” = “jajan” dengan bebas di dunia prostitusi.

- “Ewita tour” = jajan seks secara rekreasional.

Beberapa istilah seks itu cukup membuat peserta talk-show tak beranjak dari tempat duduknya. Yang unik, ada sejumlah mahasiswa/i yang dengan malu-malu menikmati obrolan dengan duduk bergerombol di koridor kampus. Tak apa! Yang pasti, suasana talkshow yang cair itu, membuat kantuk gue hilang seketika.

|26 Comments »|
         
         
         
 

24

Mar

 

Foreplay Sunday

Posted By : Emka In : Night Life, On Monday, March 24th, 2008, 5:49 pm

                                               

23-03-08. 11.35 pm.

MALAM itu semua sepertinya terlihat begitu nyata. Tak ada yang ditutupi-tutupi. Semua serba terbuka. Wajah-wajah cantik menebarkan senyuman manisnya dengan sikap anggun yang mengemuka. Sesekali, geliat manja menyusup diantara gerakan seksi yang tumpah di lantai dansa.

Minggu malam di bar Foreplay menyisakan sederet kenangan manis saat tubuh rebah diam dalam dekapan mimpi dini hari. Satu nama yang hadir tiba-tiba dan tanpa rencana, menepikan sepi yang setia hadir di batas pagi yang menukik tajam. Melintas detik dengan cepat, menunggu mentari datang menjelang.

“Diakah gadis yang terbungkus baju seksi dan meliuk-liuk di atas panggung?”
“Sepertinya, bukan!”
“Diakah gadis yang membiarkan dirinya menjadi muara dari setiap mata laki-laki setia duduk di kursinya dengan botol-botol minuman di atas meja?”
“Ehmm, mungkin!”
“Lalu, siapa sebenarnya dia?”

___________________________________________________

Tak ada yang tahu sejatinya dia kecuali diri gadis itu sendiri. Sosok dan namanya memang terlihat dan terdengar nyata. Tapi, siapa sebenarnya dia, butuh waktu untuk mengungkapnya.

Inilah dunia malam yang serba misterius. Sosok cantik dengan sikap anggun dan senyum memesona, setiap saat hadir di depan mata. Menawarkan keindahan hidup dalam bius kemesraan yang menggelora. Begitu cepat menghembuskan napas-napas kenikmatan. Begitu cepat juga meniadakan kebahagiaan. Terlihat nyata tapi….sepertinya semu belaka. Nyata hanya ada dalam jangkauan mata tapi tidak dari kedalaman maknanya.

Secara  fakta, bisa jadi gadis itu bukan penari. Dia juga bukan seorang LC (lady companion). Hanya ada embel-embel GRO (guest relation officer) yang melekat pada status pekerjaannya.

“Namaku Flora!”

Entah itu nama sebenarnya, sekedar nama panggilan belaka atau semata-mata nama “jadi-jadian”. Yang pasti, malam itu ia akan menghampiri tamu yang dengan sikapnya yang ramah dan anggun setiap namanya dipanggil. Lalu, dengan cepatnya ia beradaptasi dengan setiap tamu dan dalam hitungan menit, menjadikan dirinya sebagai sosok yang lekat, hangat dan sepantasnya dijadikan sebagai seorang teman.

“Flora, apakah kau benar-benar ada untuk menyemarakkan jiwa-jiwa yang kesepian meski hanya sekejap?”

Entahlah. Biarkan dia saja yang menjawabnya.

|46 Comments »|
         
         
         
 

23

Mar

 

REUNI KUNTILANAK (3)

Posted By : Emka In : Movies, On Sunday, March 23rd, 2008, 4:30 pm

                                                                     

TAK selamanya suasana horor harus berakhir dengan ketegangan. Itulah yang terjadi saat anak Menteng Midnite Club (MMC) mengadakan “reuni” bareng Kuntilanak, eh…maksudnya dalam rangka nonton film Kuntilanak 3 garapan Rizal “bro” Mantovani, Sabtum 22 Maret 2008. Ini sudah jadi adat istiadat yang begitu melekat di kalangan anak-anak MMC. Setiap kali Rizal Mantovani selesai menggarap filmnya, dia selalu mengundang kita untuk nonton rame-rame. Jadinya, ya semacam reuni kecil-kecilan. Bukan apa-apa, mungkin karena kesibukan masing-masing orang, jarang sekali anak-anak MMC bisa berkumpul dalam jumlah besar. Paling-paling kalau ada acara-acara seremonial saja baru pada bisa ngumpul. Misalnya, resepsi pernikahan, itu pun nggak lebih dari sekedar say hai, berhaha-hihi dan foto bersama.

So, jadilah malam itu sekitar 47 orang berkumpul di bar Planet Hollywood. Gue, Rizal dan sederet nama lainnya seperti Gugun bersama Ana –sang istri–, Wendy Cagur, Boy+Sofa, Satria+Devi, Budi Nying2, Opa Luftan, Adi Banjar, Risma, Dodi, Popy, Aci, Hesty, Ratih “Oboy”, Dodot 911, ….(dan lain-lain).

Suasananya seru banget. Sebelum nonton, kita nongkrong dulu di bar sambil makan, minum, ngobrol, bercanda dan berjoget. Musik deje turut menemani keceriaan malam itu. Lucunya, sebagian besar anak-anak MMC yang datang rata-rata berstatus “jomblo”. Hanya ada dua pasangan laki-bini dan 1 pasangan yang masih berstatus pacaran. Selebihnya, lagi sibuk membuka lowongan selebar-lebarnya dalam rangka mencari jodoh yang pas. Gue adalah salah satunya yang “datang dengan diundang, pulang nggak bawa pasangan.” Hahaha…!

Nah, setelah sekitar jam bersilaturrahmi di bar Planet Hollywood, akhirnya momen nonton itu datang juga. Inilah saat yang paling kita tunggu-tunggu. Jujur, banyak dari anak-anak MMC yang nggak berani nonton film horor, termasuk gue. Swear! Bukannya nggak suka, tapi karena (1) takut kaget (2) taku latah. Dan itulah yang terjadi saat film mulai mempertontonkan adegan-adegan serem.

Saat Samantha dkk sampai di hutan Ujung Sedo dan harus bertemu dengan Kuntilanak yang datang dengan sangat tiba-tiba. Suara musik menggelegar di telinga menimbulkan rasa tegang yang begitu akut. Byaarrr…suara tangis bayi dan tawa Kuntilanak yang melengking serem, melengkapi ketegangan itu.

______________________________________________________________

“Konci…!” “Anjrit…!” “Kodok…!” “Eh, copot..!” “Mamamia…!”

Sederet kata itu mewakili jerit anak-anak MMC yang kaget dan akhirnya latah tanpa pertolongan. Udah begitu, ada saja yang yang usil ngagetin anak-anak MMC yang memang latah dan takut film horor. Uniknya, selama pertunjukan tak kurang dari 12 orang pamit ke toilet. Bisa jadi karena kebelet pipis tapi sangat mungkin sengaja menghemat waktu supaya bisa narik napas panjang dan tak perlu melihat adegan2 serem.

Habis nonton, semua kembali bertemu di bar Planet Hollywood. Suasana yang tadinya tegang langsung berubah jadi penuh keceriaan. Semua asyik larut dalam musik yang dimainkan deje. Selama hampir 2 jam, keceriaan itu nggak juga

“Nggak mau pulang, maunya goyang-goyang…”

“You’re so sexy, kataaaanyaaaaaa….”

“And one, and two, encok pegel linu sarungnya sarung apa…”

“Nggak mau pulang, siapa yang digoyang…”

Sambil berjoget, semua kompak bernyanyi. Dan…karena sebagian besar adalah pasukan jomblo, semua balik sendiri-sendiri, termasuk gue.Ngenes ya….! Ujung-ujungnya, mampir dulu ke Menteng. Biasa, makan-makan dan ketemu dengan beberapa anak MMC. Hujan bercampur angin kencang, terpaksa membuat gue dkk pulang lebih cepat. Dingin bo’…! Mending juga nonton bola di kamar. Itung-itung, biar nggak kebayang Kuntilanak.

|19 Comments »|
         
         
         
 

18

Mar

 

Warning! Jangan Jackpot Malam Ini

Posted By : Emka In : Night Life, On Tuesday, March 18th, 2008, 4:21 am

SMS, biasanya selalu diartikan sebagai short message service. Tapi, bagi sebagian orang, SMS punya arti lain, diantaranya (1) Sisa Mabuk Semalem, (2) Sayang Mesra Selalu dan (3) Suka Makan Sayur. Kedengarannya maksa ya? Iya juga sih…tapi apa boleh buat, banyak juga yang menafsirkan makna SMS dengan arti yang berbeda. Semua tergantung konteksnya.

Nah, khusus untuk judul di atas, SMS yang gue maksud adalah Sisa Mabuk Semalam. Lha, emang ada hubungan apa antara jackpot ama SMS? Ini dia yang pengen gue bagi ceritanya. Siapa tahu, ada diantara “ente-ente” yang butuh informasinya. Siapa tahu….

Ceritanya begini, hampir seminggu ini, undangan pesta yang datang ke gue, banyak bener. Gue sampe pusing harus memilih yang mana. Mau nolak, jelas gue nggak enak ati dengan yang orang yang ngundang. Apalagi, orang yang mengundang notabene adalah temen yang gue kenal dengan baik. Dari mulai sekedar undangan hang-out, ulang tahun sampai yang bersifat “senang-senang” belaka. 

Senin, 10-03-2008 
Sepanjang waktu gua habisin untuk stay di rumah karena ada saudara dari kampung datang ke Jakarta. Jadi, mau nggak mau, harus menemani mereka. Hanya sekali saja, sore hari persisnya, ngajak mereka makan di Plaza Senayan.

Selasa, 11-03-2008
Siang ke kantor, sore hatinya ke mal, lalu malemnya sekitar jam 11-an mampir ke The Rich-Pertama Hijau, ketemu dengan beberapa temen. Celakanya, kedatangan gue disambut oleh sebotol Vodka Absolute dengan campuran Cranberry dan jeruk lemon. Ampun dj! Jam dua malem, baru bubaran.

Rabu, 12-03-2008
Ngecek kerjaan di kantor siang-siang lalu sorenya terjebak macet di tengah guyuran hujan yang menyebabkan banjir dimana-mana and finally, gue singgah dulu di Vin+ Kemang sampe jam 9 malem. Lalu, meluncur ke Red Square karena beberapa teman sudah menunggu di sana. Biasa, tiap Rabu malam, musiknya Classic disco. Lagi-lagi. Vodka-Cranberry jadi menu utama.

Kamis, 13-03-2008
Again and again. Tak kuasa menolak ajakan beberapa teman yang lain, sekitar jam 10 malem, gue singgah lagi di Red Square karena malam itu ada Bikin Babes Party. Kelar jam 1-an, gue melanjutkan tour de café ke Zen di kawasan Thamrin.

Jum’at, 14-03-2008
Wush…singgah di Dragon Fly, kawasan Gatot Subroto. Jam 3 pagi baru bisa cabut dan mampir makan sebentar di Menteng. Jam 5 pagi, nyampe rumah.

Sabtu, 15-03-2008
Sore jam 5, datang ke ultahnya Sonny, suaminya Cornelia Agatha di Gourmet, Kemang. Jam 8 balik ke rumah dan dua jam berikutnya, meluncur ke kafe Kamasutra-Hotel Crown Plaza karena ada undangan Grand Opening. Ada Ari Lasso, Titi DJ, Andi Rif dan Dewi-Dewi yang jadi pengisi acara. Ini adalah puncak dari rute “jalan jalan kafe” yang gue alami. Busyet…baru jam 5 pagi gue bisa cabut dari Kamasutra. Itupun dalam keadaan “lemah” tak bertenaga. Baru bisa tidur jam 7 pagi. Dan…pas bangun tidur sekitar jam 10-an, kepala gue “hang-over”. Sadar-sadar, ternyata gue ketiduran di sofa. Dan, ughhh….ampun, ada bekas  muntah di lantai dekat sofa.

Minggu, 16-03-2008
Dari pagi sampe jam 11 malem, stay di rumah karena kecapean. Badan rasanya lemes, dan perut juga lagi nggak OK. Eeee…lagi enak-enaknya maen internet, temen gue datang bersama rombongannya dan menculik gue ke Zen untuk berkaraoke. Ugghhhh…! Ternyata, salah satu temen gue (cewek, lho) baru saja diputusin cowoknya dan gue yang ketiban pulung : nemenin dia ampe pagi sambil nyanyi-nyanyi menghibur diri.

Kalau gue piker-pikir, gila juga seminggu penuh gue nggak lepas dari “jalan jalan” ke kafe, karaoke atau bar. Puncaknya adalah Kamasutra karena gue ternyata harus “jackpot” pas sampe rumah. Setelah gue runut, terlalu banyak minum nyampur-nyampur adalah penyebabnya. Jadi, biar jangan jackpot, ini sekedar saran buat siapa saja yang doyan hang-out atau clubbing  :

  1. Jangan minum nyampur-nyampur. Misalnya, abis minum Whiskey jangan beralih ke Tequila dan Wine. Begitu juga sebaliknya. Kalau udah satu minuman, ya itu – itu saja. Jangan pindah ke lain “botol”.
  2. Air Putih. Ini hukumnya wajib. Banyak malah oke. Walau ada minuman Jiguja atau WhiteGrass yang konon bisa menetralisir alcohol, tetap saja air putih adalah detox yang paling keren.
  3. Kepala Ijo. Biasanya, ini bagus diminum pas bangun tidur. Paling tidak, lumayan ampuh untuk ngilangin hang-over alias kepala pusing cenut-cenut.
  4. Istirahat dan makan yang cukup. And jangan lupa mengkonsumsi vitamin C.
  5. Seminggu sekali, treatment di tempat kebugaran : ber-spa-sauna (panas & dingin), re-flexi dan pijat (ps. bukan yang plus-plus tapi pijat sehat)

 P.S : Warning! Jangan jackpot di tempat umum, malu tau…! Hehehe…!

 

 

 

|300 Comments »|
         
         
         
 

18

Mar

 

Welcome di www.emkamoammar.com

Posted By : Emka In : Life & Fun, On Tuesday, March 18th, 2008, 12:10 am

“Lebih baik tertunda, daripada tidak sama sekali…!”

Hahaha…
Yes! Akhirnya satu pekerjaan yang selama hampir dua tahun ini tertunda, terwujud juga. Website gue udah rilis ke dunia maya (bukan Maia Estianty ya, ups!) sejak awal Maret 2008. Horeeee….! Nama yang gue pake mau nggak mau alias terpaksa adalah www.emkamoammar.com. Tadinya, dua tahun lalu, web gue dengan domain www.moammaremka.com udah sempet on-line dengan cerita-cerita tentang malam-malam di Jakarta dan lika-liku dunia perbukuan di tanah air. Tapi karena salah urus, web itu akhirnya hilang begitu saja dan domain-nya tahu-tahu udah ada yang “ngebajakk”. Hebat nggak tuh….

Tapi, ya sudahlah…lupakanlah. Yang penting, sekarang gue udah punya web baru dan secara pengurusan jauh lebih oke bahkan sangat oke. So, kalo lagi senggang dan ingin me-refresh otak dengan informasi seputar nitelife, buku, film, cinta dan pernak-pernik kehidupan sehari-hari, silakan jangan sungkan-sungkan buka web gue. Siapa tahu mendapatkan “sesuatu” yang berharga.

Selamat datang di www.emkamoammar.com !!!!

|17 Comments »|
         
         
         
 

17

Mar

 

Susahnya Jadi Jomblo

Posted By : Emka In : Life & Fun, On Monday, March 17th, 2008, 8:02 pm

Hiks! Ini bukan soal susahnya jadi jomblo dalam rangka mencari pacar atau pasangan hidup, tapi susahnya jadi jomblo kayak gue yang sehari-hari hidup “merdeka” se-enaknya. Semuanya serba terserah gue.

Setelah gue rasain, kok lama-lama boring juga hidup nge-jomblo. Bayangin aja, aktifitas yang gue lakuin terkesan monoton banget. Itu-itu melulu. Yang lebih ngenes lagi, nggak ada some-one special yang ada nemenin gue. Yang ada, ya temen lagi, temen lagi.

Lihat saja list di bawah ini yang iseng-iseng gue  bikin karena duduk sendirian terbengong-bengong di depan laptop :

1. Tiga sampai empat kali dalam seminggu, ngupi-ngupi di Coffee Club Plaza Senayan.  Biasanya, di kafe inilah gue nulis ide-ide cerita yang kebetulan lagi tune-in  di otak gue. Itu juga kalo nggak ada temen-temen gue yang tiba-tiba datang begitu saja dan ikut nimbrung di meja.

2.  Tiga sampai empat kali dalam seminggu, nggak lepas dari loncat dari satu bar/resto/lounge/kafe ke bar/resto/lounge/kafe yang lain. Dari mulai nongkrong di Red Square-Senayan, Pisa Kafe-Menteng, Kamasutra-Hotel Crown Plaza, Foreplay-Hotel Alexis, Bengkel-Sudirman, Zen-Jalan Thamrin, dan lain-lain.

3. Dua sampai tiga kali mampir ke kantor. Biasalah, ngecek-ngecek kerjaan yang perlu di-update.

4. Malam minggu duduk di depan tv, nonton tayangan sepak bola. Dari liga Inggris, Spanyol sampai Italia.

5. Selebihnya, sibuk di depan komputer, menghabiskan waktu buat nulis skrip-film atau buku-buku baru. Dan sisanya, habis buat janjian atau sekedar ngobrol-ngobrol dengan temen-temen yang berkecimpung di dunia musik, film, adverstising, public relations dan lain-lain. Yang ini, gue lakuin –memang– untuk membangun networking.

So, kalau dipikir-dipikir kok nggak ada waktu yang gue sisain buat membangun sebuah hubungan yang serius dengan seorang cewek. Ya, minimal janjian makan malam, nonton, ke kafe berdua-an. Hah, swear…gue bingung euy…! Apa yang salah dengan diri gue ya? Apa karena selama ini gue begitu menikmati kemerdekaan sebagai seorang jomblo hingga akhirnya males dengan yang namanya “ikatan”?

Plisss, kasih gue saran!

|32 Comments »|
         
         
         
 

15

Mar

 

ZEN - ATD Plaza, Lt.8, Jalan MH. Thamrin Jakarta Pusat

Posted By : Emka In : Events, On Saturday, March 15th, 2008, 7:56 am

“Ayo dong, buahnya dimakan. Mumpung masih fresh.”

Suara itu terdengar merdu diantara alunan musik progresif yang menyapu di setiap sudut ruangan. Di atas bar melingkar, enam orang penari dengan baju seksi mempertontonkan gerakan-gerakan indah. Tak ubahnya sang ratu, mereka menebar pesona tanpa henti meski peluh sudah membasahi tubuh. Puluhan pasang mata dengan lepas memperhatikan aksi mereka dari menit ke menit. Duduk di kursi bar sambil meneguk segelas bir dingin atau bersantai di sofa ditemani gadis-gadis cantik, sepiring buah segar, sebotol red-wine atau Jackdaniels.

Zen

“Lho, kok cuma diam. Apa mau aku suapin?”

Suara itu untuk kali kesekian terdengar begitu merdu di telinga. Di atas sofa hitam, di dalam Ceilo yang diterangi bolam lampu agak temaram, saya bersama 2 orang teman, menghabiskan malam dengan ditemani tiga orang LC (lady companion). Mereka masih muda-muda, cantik, smart, ramah, dan yang pasti, enak diajak ngobrol. Yang tak kalah menarik, mereka berdandan gaul banget; dari tanktop, gaun malam dengan belahan V, baby-doll sampai sack-dress di bawah lutut. Satu irisan buah pir, membuat mulut saya terasa manis.

“Shall we dance?” ajak Sisca, begitulah ia mengenalkan namanya. Berusia tak lebih 21 tahun dengan tinggi sekitar 167 cm dan berambut hitam panjang. Malam itu, dengan gayanya yang khas, Sisca bergoyang. Saya pun tak urung larut dalam kegembiraan. Ikut berjoget ria sampai lagu berakhir. Malam terus merambat. Tanpa terasa, sudah jam 12 lewat 10 menit. Suasana di bar belum juga surut. Sekitar 80 tamu yang memenuhi bar dan Ceilo, masih setia di tempatnya masing-masing.

“Ke karaoke aja yuk. Nyanyi-nyanyi bentar. Ntar ke sini lagi,” usul Sisca. Semua setuju. Di ruangan karaoke 703 dengan dinding serba krem yang dilengkapi sofa, dua tv 29 inci dan dua meja kaca, Sisca menunjukkan kepiawaian dalam menyanyi. Lagu-lagunya Krisdayanti, Jennifer Lopez, Mariah Carey dan Beyonce dilahapnya dengan fasih.

Empat jam yang begitu hangat di Zen Club. Bar yang mengasyikkan, karaoke yang nyaman, LC yang cantik dan ramah, tamu-tamu yang bersahabat dan lokasi di ATD Plaza, Lt.8, Jalan MH. Thamrin yang mudah dijangkau.

“Besok jangan lupa ke sini lagi ya?” ucap Sisca begitu saya berpamitan. Sebuah kecupan di pipi kiri dan kanan membuat saya jagi pengin balik ke Zen lagi. Mungkin besok malam atau minggu depan.

Are you sure (baca= syuuur)?

|279 Comments »|

 
         
     
Copyright © 2008 www.emkamoammar.com
All rights reserved

Powered By : TukuSolution