26

Feb

 

Ketika Solo Tersandung Cinta

Posted By : Emka In : Books, On Tuesday, February 26th, 2008, 1:11 am

Yuhuuu…! Akhirnya, gue nyampe juga di Solo. Sudah hampir setengah tahun, gue nggak mampir ke kota yang –buat gue— selalu ngangenin itu. Mulai dari suasana kotanya, makanannya sampai ehmmm…’rahasia di balik pernak-pernik malam’nya.

Kali ini, gue berkujung ke Solo dalam rangka road-show film Love. Gue datang bersama Gading Marten (berperan sebagai Arif), Krishto Damar Alam (Produser), Ichwan Persada (Publisher), dan Wully (perwakilan dari pihak XL sebagai sponsor utama).

Perjalanan menuju Solo, ternyata nggak berjalan mulus 100%. Ada beberapa kejadian ‘un-predictable’ yang membuat gue dan dkk, mesti berulang kali menghela napas panjang. Diantaranya :


(1) Karena berangkat Sabtu pagi, jam 06.05 Wib, terpaksa gue nggak tidur sama sekali. Maklum, Jum’at malamnya mesti ‘dugem’ dulu ke Red Square (kebetulan ada temen yang ber-ulang tahun).
(2) Ternyata, nggak cuma gue yang memilih ‘nggak tidur’ dan langsung ke bandara. Gading Marten pun melakukan hal yang sama. Katanya sih, dia abis ngemsi di sebuah acara dan baru jam 3 pagi kelar. Alhasil, dia nyampe di bandara sekitar jam 05.45 Wib dalam keadaan jauh dari fit.
(3) Sampai di bandara, gue, Gading Marten dan kawan-kawan, dag-dig-dug menunggu kedatangan Krishto. Karena sampe pesawat boarding, Krishto nggak nongol-ngongol, terpaksa kami naik pesawat duluan. Alhasil, Krishto mesti mengganti jadwal penerbangan-nya ke jam 12 siang.


Begitu masuk ke pesawat, kami langsung ‘molor’. Lumayan, bisa tidur 1 jam-an. Minimal, bisa nge-charge body. Ini yang dinamakan ‘tidur colongan’. Barang siapa yang kurang tidur dan kebetulan lagi padet acara, mesti pinter-pinter memanfaatkan waktu untuk ‘tidur colongan’.

Inilah susahnya membawa misi cinta (hahaha….jayus nggak ya?!). Tapi, swear…! Demi misi cinta itu, gue, Gading dan teman-teman seperjuangan (ups…!), terpaksa menganut paham ‘tahan banting’. Bukan apa-apa, jadwalnya road-show yang mesti kami jalani, bener-bener padet. Kalo nggak tahan banting, bisa-bisa pingsan di tempat.

(1) Jam 09.00 Wib mampir ke XL center dan berpose ria bersama beberapa fans yang udah menunggu.
(2) Jam 10.00 Wib, siaran di radio PTPN.
(3) Jam 11.00 Wib, siaran lagi Solo Radio.
(4) Jam 12.30 Wib, menyapa penggemar yang lagi nonton film Love di 21 Solo Grand Mall.
(5) Jam 13.00 s/d selesai, menghadiri acara Meet & Greet di Solo Grand Mall. Ini menjadi puncak acara. Dan, di acara inilah, kehadiran Krishto makin menyemarakkan suasana.

Syukurlah, semua berjalan mulus. Meski badan terasa remuk, tapi demi cinta, acara demi acara, berhasil kami lalui. Setidaknya, dalam sehari itu, pesan-pesan cinta yang terdapat dalam film Love dan offcourse, novel-nya (kebetulan gue yang nulis), coba kami jabarkan rinciannya dalam setiap acara.

Demi cinta, aku rela.
Demi cinta, aku nelangsa.

Demi cinta, aku rela.

Demi cinta, aku bahagia.

Demi cinta, aku bisa….
(ehmmm…paling tidak, bisa ‘mimpi burung’)

Inilah jadinya ketika Solo tersandung Cinta…(eh, mimpi burung!). Lho, kok ‘mimpi burung’? Bisa jadi. Pas wawancara di Solo Radio, salah satu penyiarnya sempet menyinggung soal ‘mimpi buruk’ kalo ada cewek yang mau ‘dinner’ ama gue. Alih-alih ber-apologi, gue tembak saja dengan kalimat seada-adanya.

“Gue jamin, cewek yang dinner ama nggak bakal mimpi buruk. Yang ada, mimpi burung!”

Semua tertawa. Paling tidak, tawa itu cukup mengobati rasa penat yang nempel di badan gue dan kantuk berat yang nggak mau lepas dari kedua mata gue.

“Tidur dulu ahhh….siapa tau mimpi burung!” sergah Gading sambil tertawa begitu nyampe di kamar hotel Sahid Raya sekitar jam 15.30 Wib.

| Photo(s) by : www.themovielove.com.

|25 Comments »|
         
         
         
 

18

Feb

 

SUPER-HOT KARAOKE

Posted By : Emka In : Night Life, On Monday, February 18th, 2008, 1:10 am

“Selamat sore. Udah boking room?”

Pertanyaan itu meluncur dengan fasih dari bibir gadis berseragam hitam-hitam yang berdiri di depan meja resepsion. Rapih dari segi penampilan dan ramah sekali sambutan yang dia berikan kepada setiap tamu yang masuk.
Saya cuma menggeleng pelan. Habis mau jawab apa. Memang saya belum boking ruangan karaoke kok. Saya sengaja datang karena diundang seorang kawan yang kebetulan malam itu lagi pengin ber-having fun.

“Tapi temen saya udah di dalam?” jawab saya, finally.
“Ooo…boleh tahu atas nama siapa?” gadis itu melebarkan senyumannya sambil melihat ke list para tamu yang ada di meja.
“Atas nama Pak Andri!”
“Sebentar ya, saya cari room-nya dulu.”

Dan…
Dalam satu menit, gadis itu langsung mengantar saya ke ruangan karaoke atas nama Pak Andri.
Begitu sampai di depan ruangan, dia mengetuk pintu tiga kali. Pintu terbuka sedikit, lalu samar-sama terlihat wajah seorang laki-laki di balik pintu. Suara musik berdedam kencang. Ah, apa yang tengah terjadi di dalam ruangan? Ssstt…saya cuma menebak-nebak. Sepertinya, sedang berlangsung sebuah pesta yang seru.

“Ada tamunya Pak Andri,” sergah gadis yang ternyata berstatus sebagai GRO (guest relations officer) itu.
“Masuk aja!” terdengar teriakan laki-laki dari dalam ruangan.

Pintu terbuka separuh dan saya langsung disambut sebuah suasana yang –ehmmm…seperti yang sudah saya duga sebelumnya— hiruk pikuk oleh debam musik yang menghentak dan tiga orang gadis ‘naked’ yang tengah meliuk-liuk seksi di atas meja.
Andri beranjak dari duduknya dan menyambut saya dengan dua lengan terkembang.

“Hepi B’day, my bro!”
“Thanks, bro. Udah seru saja nih pestanya,” sergah saya sambil melihat ke arah tiga gadis yang makin ‘hot’ mempertontonkan gerakannya.
“Ini sengaja gue bikin buat elu, nih!”
Andri membawa saya ke sofa dan langsung menuangkan botol Martel ke dalam gelas yang di-mixed dengan Green Tea.

“Cheers…!!!”

Ada delapan gadis (termasuk tiga orang yang sedang menari-nari) dan dua orang kawan Andri di ruangan katagori VIP itu. Secara hampir bersamaan, mereka mengangkat gelas dan menenggak minuman sampai habis.

Detik berikutnya, pesta pun berlanjut makin seru. Swear! Saya juga nggak membayangkan bakal ‘disambut’ dengan pesta yang super-hot itu. Meski bulan kali pertama melihat ragam ‘tontonan keliaran’ yang kerap disuguhkan di sejumlah karaoke –mulai dari sashimi-girl, striptease, etc.— tetap saja pesta dadakan itu ‘surprise’ banget. Maklum, ini kali pertama saya diundang ke karaoke berinisial “OS” yang letaknya ada di sebuah gedung pencakar langit yang ada di Jalan Jend. Sudirman itu.

Selama hampir tiga jam, delapan gadis yang stand-by di ruangan VIP itu, bergantian memberikan suguhan yang cukup membuat mata terbelalak. Mulai dari mengajak tamu berjoget dalam keadaan ‘naked’ sampai mempertontonkan adegan ‘debus-kelamin’ dengan menggunakan sebatang rokok sebagai asesori. Ya, mirip-mirip Tiger Show yang sangat ngetop di Thailand getu deh.

Dan, ternyata….delapan gadis itu bukan penari lho. Mereka adalah para LC (lady companion) yang pekerjaan utamanya –merunut pada standar operasi kerja—adalah menemani tamu. Dari nyanyi, ngobrol sampai minum. Nah, kalo sudah menjurus pada bentuk-bentuk ‘keliaran’ tertentu, berarti para LC itu memang punya standar khusus. Biasanya, di karaoke bisa disebut ‘party-LC’. Artinya, selain menamani minum, nyanyi, dan ngobrol tapi juga memberikan pelayanan “extra-sex”. Mulai dari ngobrol, minum, nyanyi dan menari-nari sambil ‘naked’ sampai menerima order OP (seks on the spot) dan BO (seks ala booking-out). Tentu saja tidak semua karaoke di Jakarta punya LC-LC seperti itu (apalagi yang jelas-jelas meng-iklankan diri sebagai karaoke keluarga).

So…pilih-pilih tempat dulu dengan matang dan terencana kalau mau ber-karaoke. Seperti halnya kalau mau masuk toilet. Mesti bisa membedakan mana toilet buat laki-laki dan mana yang buat cewek. Lho!

| Photo by Emka (with Nokia 6300)

|287 Comments »|
         
         
         
 

18

Feb

 

In Love with Emka

Posted By : Emka In : Books, On Monday, February 18th, 2008, 1:09 am

Rabu, 13 Pebruari 2008
Jakarta – GagasMedia. Berkaitan dengan Valentine’s Day, GagasMedia kembali meluncurkan novel adaptasi terbarunya berjudul LOVE yang ditulis oleh Moammar Emka.

Acara yang berlangsung pada tanggal 11 Februari 2008 di 9 Clouds, Jakarta ini menghadirkan pula para pemain dan kru dari film Love, seperti Wulan Guritno (Miranda), Gading Martin (Arief) dan Krishto Damar Alam sebagai produser.

Pada kesempatan ini, Wulan Guritno yang berperan sebagai Miranda sempat hadir. Namun ia tidak sempat mengikuti acara launching ini hingga tuntas, sehingga ia tidak ikut berbicara pada acara ini.

Novel ini bertajuk tentang cinta sebagaimana plot filmnya sendiri. “Yaitu kisah cinta 5 orang berpasangan di suatu daerah yang sama,” ungkap Kristho. Dari kelima orang ini memiliki kisah cinta tersendiri. Menariknya, novel ini ditulis oleh novelis profesional dan sudah populer di dunianya, yaitu Moammar Emka. “Saya menghabiskan waktu sekitar seminggu untuk menulis novel ini,” ujar penulis buku best seller, Jakarta Undercover ini.

Mengenai film ini, Kristho merasakan kepuasan terbesar dalam hidupnya. “Saya tidak pernah mengalami kepuasan seperti ini, pada film-film yang saya buat sebelumnya,” ungkap produser film Love ini. Setelah diadaptasi ke dalam novel, ceritanya pun tidak jauh berbeda sama menariknya.

Di sela-sela acara ini, Emka panggilan akrab Moammar Emka, mengungkapkan bahwa dirinya jadi ingin selalu berpacaran setelah menulis novel ini. Ia pun sangat terkesan oleh kisah cintanya Nugroho (Sophan Sophiaan) dan Lestari (Widyawati). Kedua pasangan ini mengalami perjalanan cinta yang unik, menyentuh, dan dramatis. Sama seperti yang diungkapkan oleh Kristho.

Acara ini ditutup dengan pemberian kenang-kenangan kepada Emka dari redaksi GagasMedia.

|299 Comments »|
         
         
         
 

12

Feb

 

Seks Supermarket Tren 2008

Posted By : Emka In : Night Life, On Tuesday, February 12th, 2008, 1:07 am

TAHUN 2008 akan banyak inovasi gaya bercinta. Jika sebelumnya bergulir nge-seks ala helikopter atau biasa juga disebut seks nyungsang, kini akan muncul seks ala supermarket.

Istilah “seks supermarket” yang diperkenalkan pengarang buku “Jakarta Under Cover” Moammar Emka ini memang akan melejit di tahun 2008. Orang-orang yang “berwisata” cinta tidak sekadar menjajal “menu seks” yang biasa-biasa saja. Mereka akan mencari games-games yang lebih seru dan luar biasa nikmatnya.

“Permainan seks tahun ini memang lebih seru dibanding tahun lalu. Sekarang orang lebih mencari seks yang sifatnya transparan atau langsung dipajang. Mirip-mirip supermarket gitu,” kata Moammar Emka yang dihubungi Okezone melalui telepon selulernya, Kamis (3/1/2008).

Menurutnya, “seks supermarket” itu memungkinkan juga adanya interaksi dari para pemburu cinta dengan lawan mainnya. “Jadi tidak diem, tapi ada aja yang dikerjakan,” canda Emka, yang sedang berlibur di Pulau Dewata.

Hasil investigasi yang dia lakukan selama ini ditemui bahwa industri seks di kota-kota besar, macam Jakarta memang tidak ada matinya. Meskipun sifatnya terselubung, tapi tetap saja beroperasi dan terus eksis hingga kini.

Soal menu seks pun demikian. Tidak harus menunggu pergantian tahun dulu menu seks diperkenalkan, tapi ada juga tempat-tempat penjaja cinta yang setiap bulan atau tiga bulan sekali selalu merilis menu seks baru.

Menurutnya, tahun 2008 ini akan banyak juga permainan seks satu lawan tiga atau satu lawan lima (3-some, 5-some, etc). Artinya, satu perempuan akan diperebutkan oleh tiga pria atau bisa jadi lima orang sekaligus.

“Memang lebih gila. Tapi itulah kenyataan yang terjadi di tahun 2008 ini,” ujarnya.

Sebelum menutup obrolan, Emka memberi bocoran para penjaja cinta di tahun 2008 tidak lagi didominasi oleh wanita-wanita lokal, tapi bule-bule luar pun tidak kalah banyak. Mereka ada yang datang dari Rusia Uzbekistan, Kolombia, Spanyol, Turki, Mongolia, dan lain sebagainya.(tty)

@Published by Okezone.com/Kamis, 3 Januari 2008 - 13:46 wib.
@Photo by Emka.

|18 Comments »|
         
         
         
 

8

Feb

 

10 Pertanyaan Untuk Cinta

Posted By : Emka In : Books, Love, Movies, On Friday, February 8th, 2008, 1:06 am


>>> Pralaunching novel Love & the movie >>>

Mestinya, ada ribuan pertanyaan yang ingin aku alamatkan untuk cinta. Tapi, betapa susahnya mengurai pertanyaan itu sendiri dari kedalamannya. Jadi, maaf-maaf saja kalau akhirnya hanya ada 10 pertanyaan yang bisa kureka-reka untuk mengaduk-aduk cinta.

Cinta. Apa yang terlintas di benak Anda ketika menyebut kata itu? Perasaan yang paling dalam, luapan emosi yang tercerabut dari cangkang keakuan hati, ekspresi yang terendap dari kasih & sayang ataukah cuma reduksi dari sebuah kata yang sebenarnya tak butuh pemaknaan apa-apa (???)

Ehmm…biarkanku tertegun sejenak. Biarkanku merunut setiap inci cerita yang pernah kualami dan kuyakini ada kaitannnya dengan cinta. Biarkanku merinci setiap hubungan –dengan perempuan, tentunya— yang selalu aku gaungkan ‘atas nama cinta’.

Dan, ahhh…aku belum menemukan apa-apa selain tanda tanya yang makin menumpuk di kepala. Empat cinta yang pernah kualamatkan untuk empat perempuan dari ruang dan waktu yang berbeda, belum juga mengendus bahagia di pengakhiran. Pertalian hati yang terajut, dan telah menyisir hari dengan berbalut aneka rasa : tawa, tangis, gelisah, rindu, dan sebagainya, belum juga menuai apa-apa. Saat pertalian harus putus di tengah perjalanannya, rasa yang tertinggal cuma pedih belaka. Bahagia hanya jadi satu kata yang dengan megah terapung dalam barisan awan yang memutih dan berdiri dengan pongahnya di kaki-kaki langit.

Sudahlah! Mungkin aku harus mencari cerita-cerita lain tentang cinta, dan yang pasti, itu bukan aku sumbernya. Sampai detik itu, cinta itu mungkin masih alergi menyapaku dengan sungguh-sungguh. Maka, sampai detik ini, aku masih dibayangi-bayangi 10 Pertanyaan Untuk Cinta yang setia mengusik tidur dan pagiku.

Benarkah (1) Cinta adalah hidup (2) Cinta adalah harapan (3) Cinta adalah bahagia itu sendiri (4) Cinta itu hadiah (5) Cinta itu buta (6) Cinta itu ke-putus asa-an yang membahagiakan (7) Cinta itu kebodohan yang disengaja (8) Cinta bukan sekadar kata (9) Cinta itu sederhana dan (10) Cinta itu terminal terakhir ???

Hah! Bibirku hanya bisa terkunci rapat. Diam seribu bahasa!

P.S : Jalan alternatifnya, aku coba temukan jawabannya di sini : di novel dan film Love yang skripnya ditulis Titien Wattimena.

|278 Comments »|
         
         
         
 

8

Feb

 

GONG CI FACAI

Posted By : Emka In : Life & Fun, On Friday, February 8th, 2008, 1:05 am

Hujan lagi, hujan lagi. Moga-moga nggak banjir yup> Untung, hujan tidak mengurungkan niat banyak orang merayakan Gong Ci Facai di sejumlah tempat, mulai dari rumah, kuil, kafe, resto, lounge, klab, etc. Intinya : merayakan hari besar dengan keceriaan tapi tidak mengurangi ke-khidmatan.

So, dari hati yang paling dalem, gue mo ngucapin :

“Gong ci facai ha….
Sulama taon walu, sumuga Tuhan welkati

Wadan seha, kelja bagus…

Leyeki lanca, luit wanya
. Kuluaga wahagia! Tatangga ke luma, antal kue kelanjang Angpao lu olang ai tunggu yaaa…

P.S : Ah, beberapa temen kirim salam buat Gong Li lewat sms. Salah satunya mengirimkan ucapan Gong Ci Facai buat aktris yang cantik jelita itu. “Gong li fuk coy, cantiknye!”

|21 Comments »|
         
         
         
 

7

Feb

 

FETISH 4U

Posted By : Emka In : Night Life, On Thursday, February 7th, 2008, 1:02 am

It’s a private party! Temanya sih begitu. Yang boleh datang hanya ‘undangan’ saja. Entah via sms atau via telepon. Tak ada flyer atau poster yang disebar, apalagi pake iklan di media massa. Wah, bukan private party lagi dong namanya. Tapi jangan khawatir, yang tidak mendapatkan undangan pun, bisa datang kok. Asal, ada temen member-face atau regular-guest yang ngajak join. Dijamin boleh ikutan kok!

Tema sih boleh private party, tapi sebenarnya, acara Fetish 4U ini adalah event reguler yang biasa digelar sekali dalam seminggu. Hari yang biasa dipilih pun, Senin. See…? Senin kerap dijadikan sebagai hari spesial bagi sejumlah klab yang punya event-event spesial. Mungkin karena Sabtu-Minggu-nya libur. Sebagian orang memilih jalan-jalan bersama keluarga sementara yang hobi dugem menghabiskan waktunya di café atau diskotek trendsetter, makanya Senin adalah hari alternatif yang menjanjikan. Tapi dengan satu catatan : acaranya mesti beda 180 derajat, menarik, dan ‘wajib’ nggak basi.

Fetish 4U adalah salah satunya. Dari temanya aja, udah kebayang bakal seperti apa isi acaranya. Yang pasti, jualan utamanya : wild-things. Pokoknya, adult-contents deh! Khusus untuk 18+. Pantas saja, dua kali gue nyempetin diri datang ke klab berinisial “R” yang ada di kawasan Pertama Hijau itu, undangan yang datang rata-rata berumur 25 tahun ke atas. Kebanyakan dari para profesional dan kalangan berduit.

Baru juga duduk, tamu udah disuguhi 6 striper yang menyuguhkan liukan-liukan indah. Tidak saja cuma menari tapi sekaligus menawarkan atraksi interaktif dengan tamu. Tapi ini hanya show pembuka. Kalo dalam terminologi perjamuan makan, ini adalah tahap appetizer-nya. Maincourse-nya? 20 gadis cantik yang “bershopping mal” di area klab. Mereka ini sebagian besar adalah para foto model yang wajah dan tubuh seksinya kerap terpampang di majalah atau tabloid untuk laki-laki.

Dalam aksinya, mereka dibiarkan bergabung dari meja ke meja yang sudah diboking oleh tamu (laki-laki, tentunya). Dari sekedar menemani minum sampai berjoget ria (kalo perlu beringkrak-jingkrak di atas meja) mengikuti musik DJ. Cuma itu? Pastinya, masih ada babak lanjutan. Para gadis itu, biasanya ditemani seorang broker yang bertugas sebagai fasilitator. For what? Ya, apa lagi kalau bukan buat urusan negosiasi harga. Maksudnya? Ya, gitu deh…para gadis itu sebenarnya sengaja dihadirkan di klab sebagai ‘barang lelang’. Bandrol harga yang dipatok antara Rp. 5-10 juta. Tamu laki-laki yang berhasil menego harga, bisa membawa pulang gadis-gadis itu. That’s it! Makanya, tema Fetish 4U kerap diartikan sebagai event ‘lelang cewek’.

Aduuuh…gue nggak ngebayang berapa duit yang harus dihabiskan untuk bisa mengikuti pesta Fetish 4U itu sampai abis (dan sukses)? Untuk biaya minum plus F&B aja pasti nggak kurang dari Rp.1-2 juta (kecuali nggak buka botol yup!). Belum lagi kalo sampe menego ceweknya. Rasa-rasanya, modal yang diperlukan –paling sedikit— nggak kurang dari Rp. 5 juta. Kecuali memang sengaja datang cuma buat nonton doang. Weleh-Weleh-Weleh…!!! Cape’ deh….@

|273 Comments »|
         
         
         
 

4

Feb

 

FOLLOW YOUR DESTINY

Posted By : Emka In : Life & Fun, On Monday, February 4th, 2008, 12:55 am


Hari ini, tumben lho nggak hujan. Syukur deh, paling nggak banjir yang melanda di beberapa sudut Jakarta dan sekitanya bisa kering airnya. Dan, surprise banget, tiba-tiba gue ketemu EdoW pas ngopi-ngopi sore di Coffee Club, Plaza Senayan. Well, si pria yang satu ini, sudah tak diragukan lagi untuk urusan ramal-meramal. Tidak seperti kebanyakan paranormal or peramal yang menggunakan kartu Tarot, maka EdoW biasa pakai kartu Lennorman.

Gue dan beberepa temen gue, pernah merasakan ‘keajaiban’ ramalan EdoW. Swear! Ini benar-benar kejadian. Akurasi ketepatan ramalannya, ampun deh, bikin jantung dag-dig-dug. Soalnya, ramalannya detail banget. Item per item-nya nyaris nggak ada yang kelewatan. Dari soal cinta, keuangan, kesehatan bahkan masa depan.

Nggak percaya? Ini sepotong cerita gue pas EdoW membuka kartunya buat ngeramal gue.

Begitu kartu gue kocok sesuai jumlah umur dan menggunakan tangan kiri, lalu kartu dibuka satu per satu, kalimat pertama yang muncul dari mulut dia adalah :

“Dua minggu lalu, mantan pacar elu atao cewek yang pernah dekat banget sama elu, telepon ya?”

Dug Dug Dug!
Sumpah gue kaget setengah mati. Omongan dia pas banget. Dan memang bener, mantan pacar (atau lebih pasnya ‘teman deket yang nyaris jadi pacar tapi udahan begitu saja) emang beneran telepon.

Lalu, begitu membuka kartu-kartu berikutnya, dengan fasih EdoW mulai “menelanjangi” semua yang gue alami dan bakal gue temui. Amazing!!!

EdoW : “Hati-hati, dalam dua minggu ini, elu bakal berurusan sama Polisi! Kayaknya rada berat deh.”

Dan, oh shit! Benar saja. Seminggu setelah diramal, gue kena tilang dan butuh waktu sebulan buat ngelarian urusan gue. Ampun!

EdoW : “Akan ada uang dalam jumlah besar di minggu keempat!”

Ck…ck…ck…! Gue dapet project yang nilainya lumayan fantastis.

Anyway, itulah sekilas tentang EdoW. Boleh percaya boleh nggak! Tapi so far –yang gue liat dengan mata kepala sendiri— apa-apa yang dia omongin banyak benernya. Enaknya, setiap kali EdoW meramal orang dan kebetulan ada kartu jelek yang keluar, biasanya selalu ada solusi yang ditawarkan. Kata EdoW, itu salah satu kelebihan bermain dengan kartu Lennorman. Tentu saja, kartu hanya jadi perantara untuk bermain, selebihnya : tergantung si empunya yang ngeramal. Kalo tidak dikaruniai six sense atau kemampuan untuk menembus ‘dinding waktu’, rasa-rasanya sih mustahil, EdoW bisa tahu apa yang gue alami dan yang bakal gue temui.

So, if you need to follow your destiny, atau sekadar pengen tahu dan membutuhkan advise yang bisa bikin perasaan adem dan nyaman, nggak ada salahnya bikin janji ketemu ama EdoW. Offcourse, urusan ramal meramal ini anggap saja bagian dari usaha, selebihnya tetap serahkan segalanya pada Yang Maha Kuasa. Yup!

P.S : Meeting Point ada di Coffee Club, lt. Dasar, Plaza Senayan.

|294 Comments »|
         
         
         
 

3

Feb

 

Hayooo, Pilih yang mana?

Posted By : Emka In : Night Life, On Sunday, February 3rd, 2008, 12:53 am

Finally, www.radityadika.com ngelink blog gw di website-nya yang …“ampun dj”…banyak banget pengunjungnya. Mungkin karena Radit tipikal anak muda yang bisa melucu lewat cerita-ceritanya, makanya fans-nya berhamburan di mana-mana. Dari mulai anak SMP sampai kuliahan. Kalo gue, ehmmm…mungkin karena ceritanya kebanyakan mengandung unsure “adult” dan hanya untuk kalangan 18+, banyak yang memilih untuk membaca doang tanpa komen apapun.

Anyway busway, thank you, Dit…udah ngelink blog gue yang baru sebulan ini rajin gue isi dengan berbagai macem artikel. Yang pasti sih…nggak jauh dari love, life & nitelife. Untuk bagian terakhir, sorry ya, Dit…kalo gue belum sempet ngajak-ngajak. Pertanyaanya : emang elu berani ikut jalan malem-malem dan ngeliat berbagai macam “keliaran” di Jakarta. Wush….berbahaya! Salah-salah, bisa nggak pulang-pulang.

Atau bahasa lebih pasnya untuk Radit : “Jangan-jangan elu mau nggak “ngelepasin” diri dari kehidupan malam Jakarta!” Hahaha….just kidding!

So, pilih mana? Ber-hahahahihihi di-blog gue aja, atau coba ingin “tour” melanglang malam Jakarta?. Kalau saran gue, better…baca-baca aja untuk menambah Ilmu Pengetahuan Gaul Jakarta (IPGJ).

Seperti acara Bikini Beach Party ronde ke-2 yang gue datangi Kamis malam, lalu. Well, ini hanya conton “biasa-biasa saja” dari kehidupan malem di Jakarta. Yang lebih “eror” dan “vulgar” masih buaanyak buanget. Hati-hati, yup!

P.S : Hayo, Radit….gue lepasin elo untuk memilih yang mana…(?!!)

|21 Comments »|
         
         
         
 

3

Feb

 

WILL ‘U MARRY ME (ON NEXT THURSDAY)

Posted By : Emka In : Night Life, On Sunday, February 3rd, 2008, 12:51 am

Siapa yang mau kawin? Hehehe….Ini nggak ada urusannya sama nikah atau kawin. Sama sekali bukan! Ini hanyalah sebuah perumpaan, kalau Kamis, 31 Januari 08 lalu, ada sesuatu yang benar-benar ‘beda’ di Kamasutra Jakarta.

Sore-sore, Yooky –one of the owner— udah kirim sms yang isinya begini :

Let’s groove tonite

@VINTAGEOUS

Featuring JAVA JIVE & DJ AAY

with 80’s to 90’s Top 40 & Disco

Only @KAMASUTRA Jakarta.

Java Jive? Wuh, sorry kalo gue memang kangen sama band itu. Bukan apa-apa, udah lama nggak ngederin mereka nyanyi ‘live’. And, swear…beberapa lagu mereka gue hapal di luar kepala. Makanya, undangan itu pasti nggak bakal gue lewatin begitu saja. Gue kudu dateng! Lagian, musik disko yang bakal dimainin DJ Aay adalah 80’s to 90’s. Wow, lagu-lagu itu, mengingatkan jaman gue ber-clubbing ria di Zanzibar tahun 1996-1998.

So, jadilah malam itu gue bernostalgia dengan lagu-lagu Java Jive seperti Gadis Malam, Permataku, Inikah Gerangan Cinta, etc. Nggak cuma itu, Fathur & Dhani sang duo vokalis, juga nyanyiin lagu-lagu Top 40 dari Barat sono. Sayang, tamu yang datang belum begitu membludak. Gue yakin, itu lebih disebabkan karena ‘belum banyak orang yang tahu’ kalo ada Java Jive & Dj Aay with 80’s to 90’s di Kamasutra.

Biar belum begitu ramai, tapi buat gue, fun banget. Bosen juga kalo tiap Rabu, Jum’at dan Sabtu, mampir ke beberapa café, lounge, bar atau diskotek, kuping gue selalu disuguhi lagu-lagu disko progesif, trance, etc.

Well, daripada kehilangan momen, mending Kamis depan (7 Februari 08), mampir lah ke Kamasutra. Di sana, kita bisa me’ngawin’kan nostalgia tahun 80’an sampe 90’an. Ini bukan iklan lho…ini hanya sebuah undangan karena ada something different yang bakal kita temui. So, Will You Marry Me on Next Thursday? Gue tunggu ya! Cu there…!

|25 Comments »|

 
         
     
Copyright © 2008 www.emkamoammar.com
All rights reserved

Powered By : TukuSolution