31 Jan |
Hujan FilmPosted By : Emka In : Movies, On Thursday, January 31st, 2008, 12:49 am Gue lebih suka memilih kabar yang ‘menyenangkan’ saja. Hehehe….Ya, iyalah! Tengok saja film yang edar di bulan Februari ini saja. Ck…ck…ck…banyak lho!. Mulai dari XL (Antara Aku, Kau dan Mak Erot) rilis tanggal 8 Februari, Love (14 Februari), Claudia Jasmine (22 Feb), Kekasih, 40 Hari Bangkitnya Pocong, Hantu Ambulance, Kuntilanak 3 dan entah apa lagi. Yang pasti, ini kabar menyenangkan karena setidaknya, kita merasa jadi ‘tuan rumah’ di negeri sendiri. Jadi, nggak melulu poster-poster film luar negeri yang terpampang di gedung bioskop. Kamis, 31 Januar 08 lalu, gue menghadiri peluncuran novel Claudia Jasmine yang digelar di Izzi Pizza, Pancoran. Salut deh buat para sineas muda seperti Awi Suryadi yang menulis cerita dan menyutradarai film itu. Bukan apa-apa, bikin film itu pasti nggak gampang. Selain butuh tekad, kemauan dan kemampuan, pasti juga dituntut oleh permodalan yang besar. Iya Makanya, jangan lupa nonton film Bravo film | |||
30 Jan |
Sorry, Di Sauna Ini Ada Nude SexyGirlsPosted By : Emka In : Night Life, On Wednesday, January 30th, 2008, 12:45 am
Aha! Inilah Jakarta. Dulu, tahun 2003, gue sempet nulis Harem-Harem Seksi Sauna Basah di buku Nah! Alih-alih berinovasi atau update trend, tahun 2008 ini, ada sejumlah sauna-club yang berani dan gila-gilaan bikin menu ‘bugil’ di kolam sauna. Jalan ceritanya, kira-kira begini : I don’t like Monday! Siapa dulu yang ngomong…(hehehe…). Kalo gue, hari apa aja, gue suka kok. Apalagi hari Senin, 28 Januari 2008 lalu. Kelar ngupi-ngupi di Coffee Club, Plaza Senayan, gue bingung mau kemana. Ke Pisa Café di kawasan Menteng, ngedengerin band Romantic-4 nyanyi lagu-lagu melankolis, nggak ada pasangan kencan. Kasian deh gue ?! Pergi biliar, lagi males banget. Alhasil, jam 19.30 Wib, gue putusin mampir ke sebuah tempat one-stop-sextainment yang ada di bilangan Harmoni. Sebut saja tempat itu dengan inisial “M” (sssttt…! untuk menyebut detail nama, gue masih mikir-mikir). Well, tepat jam delapan malam, pertunjukan Super Hot dan Adult Only itu pun berlangsung. Lima SexyGirls yang nggak pake baju alias “nude”, muncul dengan menyuguhkan tarian. Ya, semacam sexy dance gitu lah. Lalu, satu per satu, mereka membaur diantara laki-laki yang bertelanjang ada di dalam kolam hangat dan dingin. Lalu, satu per satu, mereka mendekati tamu dan memberikan layanan “personal-touch” dalam bentuk yang bermacam-macam. Dari sekedar lap-dancing, mandi kucing sampai atraksi menyerupai angsa sedang kawin. Lalu, para Nude SexyGirls itu mendapatkan beberapa bunga sebagai tip. Satu bunga ada yang bernilai 50 ribu, ada juga yang 100 ribu. Lalu, setelah 30 menit, ‘show’ itu bubar. Lalu, beberapa tamu yang berminat mendapatkan extra-service yang bersifat pribadi alias di dalam kamar atau BO (booking out), bisa langsung menghubungi agen yang stand-by. Harganya? Ehmmm…on the spot, bandrolnya Rp. 1,3 juta. BO? Bisa kena dua kali lipatnya : 2,6 juta! Lalu, tamu yang belum puas menikmanti pertunjukan, tinggal naik ke lantai satu. Di sini, ada lounge yang dilengkapi panggung segi empat dengan tiang-tiang besi. Selain ada show yang tak kalah “panas”nya dengan Nude SexyGirls di kolam sauna, di lantai satu ini, ada puluhan cewek lokal dan impor ( | |||
28 Jan |
Sunday MadnessPosted By : Emka In : Night Life, On Monday, January 28th, 2008, 12:44 am Bday Party! Sebagian orang, merayakannya dengan pesta biasa-biasa saja. Ngundang temen-temen, makan-makan terus tiup lilin. Well, itu yang biasa. Tapi ada juga lho yang doyan banget merayakannya dengan pesta gokil-gokilan. Salah satunya adalah Bday Party yang gue datangin, Minggu, 27 Januari 08, kemarin. Pesta anaknya salah satu pengusaha hiburan yang memiliki beberapa kafe, bar, diskotek dan sauna di Jakarta. 5-striper, 3-swing dancers & 15 sexy-half-naked dancers. Watdefak! Bayangin seperti apa pestanya. Semua penari yang jumlahnya nyaris 20 orang itu, menghebohkan pesta selama hampir 4 jam. Mereka muncul secara bergantian. Dan yang paling parah adalah 3-swing dancers yang –maaf– berani mempertontonkan adagen making-love di sebuah panggung yang disekat kaca. Fantastis! Belum lagi kehadiran cewek-cewek LC (lady companion) dari Thailand, Rusia dan Cungkok, yang membuat suasana pesta makin ‘heboh’. Musik DJ yang menghentak ditambah amunisi alkohol yang nyaris tanpa henti makin me’manas’kan pesta dari menit ke menit. Alhasil, suara gue jadi serak berantakan gara-gara kebanyakan berteriak. Menyemangati para dancers yang liar bergoyang dan meliuk tanpa busana. Sesekali, mereka ‘ber-interaksi’ dengan para tamu yang menginginkan personal-touch. Di bar, sofa atau di atas panggung yang memanjang menyerupai kapal pesiar. Hepi Bday, Bro! | |||
26 Jan |
Cinta? Itu Saja!Posted By : Emka In : Books, On Saturday, January 26th, 2008, 12:43 am (1) Menjaring cinta yang timbul tenggelam di pelukan mimpi yang tak berkesudahan. Menyisakan perih yang menguruk tawa para buramnya kaca cermin yang terbelah. Masihkah ada secuil hati yang tersisa untuk sendiriku? Tak kucium sekelebat wangi mawar dalam gelisahku. Tak kurengkuh syahdunya rindu yang mengetuk ruang kegersanganku. Kemana kaki ini mesti berjalan mencari sandaran hati yang yang bergeming untuk damdaku? Ah, mungkin semua telah sia-sia atau memang jalanku harus menguliti kesendirian dan termangu diam di batas tanya cinta yang tak jua menyingkapkan tabir bahagia. Aku pasrah! Dan semoga aku belum kalah!
(2) Sapaku mulai tertatih meencai jejakmu. Karena ternyata, sepiku tak usai. | |||
25 Jan |
Bikini BabesPosted By : Emka In : Night Life, On Friday, January 25th, 2008, 12:42 am
So, terdengarlah lagu So Sexy dari DJ Larry & Reza Bukan yang menggelitik semua tamu untuk berdisko ria bersama Bikini Babes yang meliuk seksi di atas bar.
I’m so sexy, katanya….(Action 1)
I’m so sexy, katanya….(Action 2)
I’m so sexy, katanya….(Action 3)
You’re sexy, ya iyalah….(Action 4)
You’re sexy, ya iyalah….(Action 5)
You’re sexy, ya iyalah….(Action 6)
So…so….let’s go party, ember!!! Dengan satu catatan : Jaga diri dan kehormatan, hahahaha…!!! | |||
25 Jan |
3 Malam Untuk Om Jack & Sepotong Puisi CintaPosted By : Emka In : Night Life, On Friday, January 25th, 2008, 12:39 am Kamasutra!!! Huuu…kok bayangan pertama yang muncul di otak gue adalah 1001 macam bercinta yang sangat populer dari Ya, kira-kira begitulah prolognya. Tapi, gue nggak mau ngobrol jauh-jauh soal kedalaman maknanya. Yang mau gue omongin lebih pada pengalaman tiga malam ber-disko ria di Kamasutra yang lokasinya ada di Nah, itung-itung merayakan ultah mereka, yang terjadi adalah party ampe pagi. Dan itu berlangsung selama tiga malam berturut-turut. Yang membuat gue nggak bosen adalah : (1) Tamu-tamu yang datang rata-rata kenal semua. (2) So, suasananya enak buanget (3) Live band-nya keren abis. Dengan tiga penyanyi : 2 negro dan 1 bule, band-nya bikin orang betah duduk. (4) Lagu-lagu disko yang dibawain DJ Iwan, so far, lagu-lagu yang sudah populer dan lagi tren. (5) Ini yang paling penting.
Ampun DJ deh pokoknya. Dan tiga malam party itu bisa terjadi karena Joy & Yokie, si empunya kafe. Dan satu hal yang nggak bisa gue lupain adalah di malam kedua, ada perform dari Jamal (Marokko) bersama istrinya yang bersolo piano dan menyanyikan lagu Hello-nya Lionel Richie. So Romantic….! Dan satu lagi, gue akhirnya bisa kenalan dan ngobrol panjang lebar ama A…shanty. Si cantik yang juga lagi merintis karir di dunia sinetron dan layar lebar. Cute & Smart! Udah gitu, dia doyan banget ama anything about love. Salah satunya, dia seneng dengan puisi cinta. Finallnya, sepotong puisi cinta yang dulu pernah gue tulis untuk seorang gadis “pujaan”, luruh lagi di balik keremangan Kamasutra yang memantulkan cahaya lampu yang berkilat. “Seperti menikam diri sendiri tanpa sakit menjerit. Kutelan pedih karena mencintai dirimu yang hanya meninggalkanserpihan lara. Kau pagutkan hatimu pada orang lain ketikakata setia kujaga di atas pengharapan satu satunya. Tiada ingin kuakhirkan jejak cintaku selain kepadamu. Tapi kini segalanya telah cukup. Selama ini kau hanya memberiku mimpi belaka, lain tidak. Aku pergi karena terlalu mencintaimu, itulah akhirnya. Biarlah rasa ini kupendam mati. Dan jangankau pernah bertanya meski ada ruang untuk kembali. Aku yang memulakan, aku juga yang harus meniadakan. Dari tiada menjadi ada, dari ada menjadi tiada. Meski jerit sakitku tak berbuah tangis tapi jiwaku merapal duka yang meraja di atas bahagiamu.” Ternyata, Om Jack bisa menyatu dengan cinta, meskipun cuma sepotong kenangan pahit yang pernah mengisi hari-hari gue. Tapi malam itu, gue tertawa bahagia kok! Duh, kok jadi serius ya? By the way, kapan pun ada waktu luang, tak ada salahnya mampir ke Kamasutra. Oke?!!! Cu there! | |||
24 Jan |
LOVE (Lima Kisah. Satu Kota. Tak Ada yang Sempurna Kecuali…Cinta)Posted By : Emka In : Books, On Thursday, January 24th, 2008, 12:37 am
Hai,
“Apa yang kita ingat dari kenangan kenangan yang terekam oleh kita? Nama tempat, nama permainan, nama teman, atau kejadian adalah hal-hal yang mungkin lambat laun bisa terlupa…tapi tidak dengan rasa!!!”
Lihat saja, dua anak lelaki yang secara bergantian menendang satu kaleng bekas minuman di trotoar. Atau sekelompok anak SMU yang berjalan dengan wajah ceria, salah satu dari mereka adalah sepasang cowok cewek yang berjalan bergandengan. Di sudut lain, coba tengok pemandangan sebuah motor melintas di jalan raya. Pengendaranya adalah seorang bapak, sementara di belakangnya duduk seorang anak berseragam SD dengan usia 7 tahun, dan istrinya yang berjilbab. Kenangan apa yang terekam saat melihat wajah-wajah mereka?
”Ehm…Rasa senang…rasa sedih, yang akan terus kita bawa tanpa mudah tercecer di sepanjang perjalanan kita…!”
“Dan semakin kita dewasa, kita akan makin menyadari bahwa di antara kenangan-kenangan tersebut, ada satu rasa yang paling besar yaitu cinta!
Biarkan dan ijinkan aku membagi cerita cinta ini. Karena begitu banyak serpihan makna yang tertoreh di dalamnya. Entah itu (1) cinta sebagai satu hal yang sederhana, (2) cinta itu bukan hanya sekedar kata-kata, (3) cinta itu adalah hidup, (4) cinta itu adalah hadiah semata, ataukah (5) cinta itu adalah harapan yang sesungguhnya. Semuanya, tidak saja begitu berarti untuk aku, tapi sangat mungkin untuk perjalanan hati setiap anak manusia yang pernah mengenal dan mencecap apa itu cinta. Note : Lebih jelasnya, baca Novelnya dan tonton filmnya !!! Beredar Februari 2008. | |||
15 Jan |
Ketika Musim Potong Rambut TibaPosted By : Emka In : Life & Fun, On Tuesday, January 15th, 2008, 12:36 am
| Gue mulai nggak betah dengan rambut panjang kalo di diskotek. Baru joget sebentar doang, rambut gue udah berminyak nggak ketulungan. | Gue bisa ngirit shampo kalo pas keramas. Well, jadilah rambut gue pendek seperti sekarang. “Keren nggak ya?” Gue juga nggak tahu. Masa bodo juga kalo ternyata hasilnya malah membuat muka gue jadi lebih bulat. Masa bodo juga kalo ternyata ada beberapa orang temen yang memuji muka gue lebih fresh dan muda. Rambut gondrong yang selama ini selalu melekat di kepala gue, jujur memang memiliki nilai historis yang cukup lama. Hampir 15 tahun, gue nggak pernah potong pendek. Entah kenapa, waktu sore-sore mampir ke Lutuye di Wolter Monginsidi, dua minggu lalu, tiba-tiba gue pengen potong pendek. Dan… Oh my ghost…lega banget. Kepala rasanya enteng banget. Dan yang pasti, kalo pas mandi, airnya jadi lebih berasa. Satu lagi, gue nggak perlu lagi bermandi minyak kalo lagi disko. Lagipula, itung-itung punya tampilan baru menjelang pergantian tahun 2007. “Kenapa nggak dari dulu aja potong rambutnya, Aa?” sergah Devi, sahabat gue yang super latah itu. | |||
10 Jan |
Jejak, Lalu…Posted By : Emka In : Love, On Thursday, January 10th, 2008, 12:32 am
Kucari jejakmu yang terhisap kangen tadi malam. Membawa khayalku dalam rindu yang menggamit resah, lalu galau.Gundah menyelinap di balik senyum sederhanamu yang datang bersama gerimis pagi. Lalu… Lalu… Lalu… | |||
6 Jan |
Mak Erot, Mak Irit & ViagraPosted By : Emka In : Life & Fun, On Sunday, January 6th, 2008, 12:59 am
Seperti yang terjadi minggu lalu, pada Rabu sore, di Coffee Club, Plaza Senayan. Kebetulan saya baru saja nonton premiere EXTRA LARGE (Antara Aku, Kau & Mak Erot), Senin lalu. Kebetulan juga, gue abis ngebaca ulang buku gue yang berjudul ADE APE DENGAN MAK EROT (?). Karena isu Mak Erot kembali marak diobrolin orang, buku itu jadi gue bawa kemana-mana. Ya, hitung-hitung sebagai salah satu cara promosi-balik ke publik, mumpung filmnya tanggal 6 Februari nanti diputar di bioskop. Syukur-syukur, buku gue kecripatan laku (ngarep ya?…hehehe). Yan dan Dhani yang duduk bersebelahan dengan saya, enak saja langsung nerocos dengan sejumlah pertanyaan. “Emang ade ape dengan Mak Erot?” celetuk Yan. “Mak Erot emang ade ape-apenya. Yang pasti, dia laris sebagai dukun pembesar alat kelamin,” jawab Dhani dengan santai sambil menyeruput segelas bir putih. “Justru itu yang mau gue bahas. Mak Erot ternyata laris manis. Sebagai dukun, dia sukses bersaing dengan pengobatan modern yang serba canggih itu. Yah, minimal dia tak kalah populer dengan VIAGRA lah,” saya ikut urun rembug. Memang tak bisa dipungkiri, keberadaan Mak Erot tak kalah fenomenal dibanding Viagra. Pasien yang datang ke Mak Erot, sebagian besar adalah orang-orang kota. Yang pakai Viagra, juga kebanyakan orang-orang kota. Pantas kalau klinik Mak Erot berterbaran di beberapa sudut kota Jakarta dan sekitarnya. Dan pasien yang datang juga tak pernah sepi. Begitu juga dengan markas Mak Erot di desa Cisolok, sekitar 16 kilometer dari Pelabuhan Ratu, Sukabumi. Buat saya, fenomena Mak Erot dan Viagra menjadi sinyal jelas betapa banyak laki-laki yang mengalami krisis tidak pede dengan kelaminnya. Ukuran kelamin sepertinya menjadi persoalan penting. Kelamin besar menjadi cita-cita sebagian laki-laki yang ingin mendapatkan kepuasan seksual tanpa batas. Kalau tidak begitu, keinginan melakukan hubungan seksual yang kuat dan tahan lama menjadi ‘hasrat’ yang menggebu-gebu dan mesti terkabul. Apakah sebegitu pentingnya ukuran kelamin? Atau apakah sebegitu perlukah berhubungan seks lama-lama hingga kalau perlu bisa kuat di atas ranjang selama berjam-jam baru mencapai orgasme?. Ternyata, bagi sebagian orang, dua-duanya masih dianggap perlu dan penting. Fenomena Mak Erot dan Viagra yang terus mencuat ke permukaan dan tak pernah basi sebagai isu adalah bukti nyata. “Emang bener ya setelah dari Mak Erot bisa langsung gede?” kali ini Yan yang iseng bertanya. “Gue juga nggak yakin sih. Habis, setelah berobat dari sana, gue belum pernah ngukur di tukang jahit. “ Yan dan Dhani hanya bisa terbahak sambil mengumpat sialan. Soal ampuh tidaknya pengobatan ala Mak Erot memang masih jadi tanda tanya besar. Pasalnya, belum ada yang berani bicara blak-blakan ke publik. Paling-paling, hanya di pembicaraan antar pribadi. Boro-boro mau bicara terus terang, ketahuan pernah pergi ke Mak Erot saja sudah ketakutan. Malu katanya dicap sebagai laki-laki dengan kelamin kecil. Begitu juga dengan mereka yang biasa mengkonsumsi Viagra. Mereka lebih suka menjadikannya sebagai perilaku rahasia. Mereka juga takut kalau dicap sebagai laki-laki yang tidak (kurang) jantan. “Ah, gue sih nggak perlu ke Mak Erot atau pake Viagra. Buat gue, yang penting kan ‘how to play’. Gede tapi peltu (nempel metu), rugi bandar dong. Mending kecil tapi lincah dan jago akrobat,” ceplos Yan penuh percaya diri. “Itu kan lo. Orang lain kan belum tentu. Bisa jadi setelah ke Mak Erot timbul sugesti kalau kelaminnya jadi gede. Minimal ada rasa percaya dirinya bertambah. Betul nggak?” sergah saya. “Iya juga sih. Tapi gue lebih suka pake Viarga karena nggak ada efek sampingnya dan tinggal nelen doang,” giliran Dhani yang nerocos. “Lha, emang bener nggak ada efek sampingnya?” tanya Yan. “Ya, iyalah. Yang ada sih cuma EFEK TENGAH doang. Unjuk rasa setiap saat tak kenal lelah,” jawab Dhani sambil tertawa. “Sialan lo. Kalo Mak Erot buat ngegedein. Kalo buat ngecilin mesti kemana dong?” Yan balik bertanya dengan ekspresi pura-pura bego. “Buat nggedein ke Mak Erot. Kalo ngecilin ya ke Mak Irit aja. Beres kan.” Saya sengaja menjawab seenaknya karena dari tadi pembicaraan tak juga beralih ke tema lain. Bahkan makin melebar karena muncul nama-nama lain seperti Mak Orot, Mak Irot dan lain-lain. Dalam film EXTRA LARGE, Monty Tiwa sebagai script-writer malah memasukkan tokoh bernama Mak Siat sebagai salah satu anak cucu keturunan Mak Erot. Ada-ada saja! Ehmm…Viagra pun juga dapat pesaing baru bernama CIALIS yang konon kabarnya lebih aman dan ampuh karena tidak membuat degub jantung berdetak kencang. Alhasil, pembicaraan itu memang tidak pernah tuntas, dan berulang di keesokan harinya. Lagi-lagi Mak Erot, lagi-lagi Viagra. “Ooo…berarti, mobil Avanza gue tinggal bawa aja ke Mak Erot,” celetuk Yan, sekali lagi. “Maksudnya?” seru Dhani. “Ya, siapa tahu bisa jadi CRV model baru,” ceplos Yan sambil tertawa ngakak. “Kenapa nggak sekalin aja bensinnya elu campur Viagra?” usul saya. “Biar apa?” tanya Yan. “Biar nge-gas terus ampe mogok!” Kali ini, saya, Yan dan Dhani ngakak bareng. Ups!!! |581 Comments »| |
|||






































