29

Dec

 

Getar itu, kemarin…

Posted By : Emka In : Love, On Saturday, December 29th, 2007, 5:23 pm

Kemarin getar itu tampak begitu nyata.
Terpendar begitu saja dari cangkang keakuanku yang merama-rama senja di Kudeta.
Hari ini, getar itu menggamit ragu.
Tak terhunus karena diammu menengahi segala ruang.
Tapi sungguh, getar itu tak pernah hilang.
Damba itu juga masih setia bersemayam dalam adaku.

Jika ini memang cinta, aku hanya tahu bagaimana cara mengungkapkannya dalam ketelanjangan apa adanya :
dengan segenap raga, hati dan jiwaku yang mengulum kepasrahan tanpa syarat.

Masih kah ragu menutup mata hatimu?
Mestinya kamu tahu…
Awal yang kita jejak, semua mungkin terasa hanya menjadi sekelabat mimpi saja.
Tapi kita tak pernah tahu, kalau rasa itu tiba-tiba sudah ada di depan mata.
Dan tahu-tahu…
Semua berubah jadi begitu nyata.

___***___
Pantai Kudeta-Bali, 29 Desember 07, jam 17.23.

|43 Comments »|
         
         
         
 

29

Dec

 

First Nite di My Room

Posted By : Emka In : Night Life, On Saturday, December 29th, 2007, 12:29 am

Hulaaa…! Bali, here we come!

Akhirnya, setelah berhari-hari menghabiskan waktu keliling café to café di Jakarta, gue nyampe juga di Bali. Tanggal 28 Desember 2007, jam sebelas malam, gue mendaratkan kaki di bandara Ngurah Rai. Seneng? So pasti. Kedatangan gue disambut hujan deras yang mengguyur sedari siang. Beberapa sudut di bandara, tampak tergenang oleh air.

Tapi, tunggu dulu…itu belum seberapa dibanding penantian gue yang nyaris 3 jam di bandara Soekarno-Hatta. Pesawat Lion JT 740 yang mestinya berangkat jam 18.55 Wib, ternyata di-delay 90 menit. Sementara, karena hari Jumat; gue udah bela-belain berangkat dari rumah jam 4 sore. Nyampe bandara, jam 5 kurang 15. Check-in ngantri, udah gitu lama pula. Eh, ujung-ujungnya pesawat delay. Walhasil, gue terkatung-katung di bandara lebih dari 3 jam. Beruntung dari Kedaton Spa yang menyediakan jasa refleksi. Jadinya, dengan setengah gondok, gue rebahan menikmati pijatan refleksi dari si mas-mas dari Bandung.

Jam 8 lebih 15 pesawat boarding. Hujan deras mengguyur Jakarta. Dan…astaga, selama di udara, Lion Air 737 900ER yang gue naiki, bergoyang melulu. Waduh, serasa disko di udara dengan jantung setengah copot. Puncaknya, ketika pesawat mau mendarat, pesawat makin kencang goyangannya. Dan, nggggrrrudraaakkkkk….!!! Pesawat landing dengan sangat amat kasar. Bersyukur, gue tidak mengidap penyakit lemah jantung. Jadi, cuma shock sebentaran doang. Temen baik gue, Aip, udah stand-by di depan lobby bandara. Dengan mobil Starlet warna Orange, gue ama Aip melintas jalanan yang masih basah dan tergenang air di atas tumit.


Dan…

Tempat pertama yang gue tuju adalah My Room, di kawasan Legian. Padahal, gue belum mau nginep dimana. Tapi, masa bodo ah. Si empunya kafe, Baim Wong, sahabat baik gue, udah nunggu di lantai 3. Finally, di My Room lah gue menghabiskan malam pertama gue di Bali.

Asyiiiikkkk! Nggak rugi gue bela-belain langsung clubbing. Ternyata, di My Room, suasana jadi Jakarta member-face. Temen-temen gue juga udah stand-by. Ada Gugun Gondrong bersama Anna (bininya), Risa “neng”, Opa, Niel, Ibnu, Dedi dan masih banyak lagi. Jadilah malam pertama gue di Bali terlewati dengan tawa, gaya dan canda penuh keakraban. Baim Wong yang bertindak sebagai tuan rumah, melayani semua tamu dengan ramah. Malam pun berlalu sampai pukul 3 dini hari.

My Room, here we are! Cool dan yang pasti, enak banget buat hang-out! Di lantai 1 ada restoran, lantai 2 ada lounge, dan lantai 3 ada bar dengan pemandangan terbuka. Open Window!

………..

Dan sehabis itu, dalam keadaan hujan rintik, gue bersusah payah mencari hotel untuk menginap. Basah deh!


My Room
Jl. Legian 60 Kuta Bali, Telp. 0361-750412

|26 Comments »|
         
         
         
 

24

Dec

 

Friend, Aren’t You?

Posted By : Emka In : Life & Fun, On Monday, December 24th, 2007, 12:27 am


Dear Friendz,

You might be best friends one year,
Pretty good friends the next year,
Don’t talk that often the next year,
And don’t want to talk at all the year after that.
So, I just wanted to say,
Even if I never talk to you again in my life,
You are special to me and you have
made a difference in my life,
I look up to you, respect you, and truly cherish you…

Send this to all your friends,
no matter how often you talk, or how close you are,
Let old friends know you haven’t forgotten them,
and tell new friends you never will.

Remember, everyone needs a friend,
someday you might feel like you have
NO FRIENDS at all,
just remember this text

and take comfort in knowing somebody out there
cares about you and always with Smile :-)

” THERE IS NO SORRY & THANKS IN FRIENDSHIP ”

| original message from Friendster.

|27 Comments »|
         
         
         
 

23

Dec

 

Seks Helikopter Dari Balik Forbidden City

Posted By : Emka In : Books, On Sunday, December 23rd, 2007, 12:26 am

Oleh Newsroom GagasMedia
Kamis, 05 April 2007

Moammar Emka sepertinya tak pernah lelah mengaduk-aduk dunia seks. Kiranya Emka telah tiga tahun menelusuri dan “menikmati” dunia ini. Memang dunia ini seperti tak berbatas, alias masih banyak varian yang perlu digali di tengah persetubuhan gaya hidup kota yang kian berkembang. Banyak hasil temuan Emka yang dibeberkan dari gerbang dunia seks lewat gaya menulis yang mengalir, nge-pop, dan padat fakta.

Dari dunia plesiran seks inilah, kembali Emka memberi kejutan. Hasil adukan ketekunannya membuahkan buku Jakarta Undercover #3, Forbidden City. Buku ini adalah kelanjutan dari buku Jakarta Undercover #1 dan Jakarta Undercover #2. Dengan mengusung sub judul forbidden city, Emka memotret sisi lain Jakarta menjelang akhir tahun 2006. Tepatnya, inilah hasil liputan investigasi tentang sexual lifestyle dan sex entertainment.

Menurut Emka dalam buku ini, istilah Forbidden City, mengacu pada segala macam bentuk hiburan (alkohol, drugs, dan seks) yang dapat diakses dan dibeli kapan saja dan di mana saja. Istilah ini memang mengingatkan pada peninggalan Emperor Mid Ming yang sampai sekarang masih ada di China. Emka melanjutkan, ia lebih menyukai memakai judul Jakarta Undercover (Forbidden City) up [to] date dan [re] visited.

Lalu bagaimanakah potret dibaliknya? Mencengangkan dan mengejutkan tentunya. Inilah kepiawaian Emka mengungkap fakta dari balik gerbang Forbidden City. Tengoklah 50 tempat di kawasan Jakarta Utara, mulai dari Ancol, Gunung Sahari, Pluit, sampai Kelapa Gading yang menyajikan menu seks berbungkus pijat, spa,atau sauna. Atau di Jakarta Pusat–dalam istilah Emka wilayah yang nampak eksklusif dan sopan, yang di baliknya penuh keliaran; tempat seperti karaoke di kawasan yang menyuguhkan tarian striptease, tempat kebugaran TO plus layanan mandi susu bersama massage girl.

Duapuluh empat jam nonstop industri seks yang dikemas dalam beragam bungkus berada begitu dekat dengan kehidupan manusia Jakarta. Liputan dunia esek-esek pun ditebari istilah-istilah: seks helikopter, super waxing bikini area, suite salome, sex locker room, body V, spanish girls tequila body kissing, flying bra girls, quicky sex party, un rated thai models, gadis-gadis es batu, dan lainnya.

Masih banyak lagi hasil temuan dan jalan-jalan Emka yang ditulis dalam buku setebal 380 halaman ini. Dalam buku ini Emka seperti seorang guide yang piawai memetakan letak geografis hiburan berbau seks di Jakarta. Yang jelas hasil temuan liputan Emka kian inovatif, variatif, dan up to date. Pendek kata Emka berteriak, “Welcome to Paradise City”.

Benarkah hiburan seks yang sarat keliaran terus berkeliaran dengan bebas di Jakarta? Fakta mencengangkan ini tidak bisa ditampik. Jika Anda penasaran, buku ini cukup membantu untuk mengungkapkan serakan fakta industri seks di balik kota metropolitan ini. Buku ini membukakan mata dan kesadaran akan lingkungan bahwa hal ini memang ada dan nyata.

“Mari untuk tidak berdusta dengan diri sendiri atau menutup mata”, ujar Emka. Emka juga ingin mengingatkan,”Kita telah berada di abad milenium purba, saat ketelanjangan dipertontonkan di ruang publik”. Pergeseran terlihat dari satu lawan satu ke wilayah komunal atau dalam grup. Dan “Selamat datang di Jakarta Underkolor”, tambah Emka sembari tertawa.

|282 Comments »|
         
         
         
 

23

Dec

 

Dalam Bisu Cinta Menemukan Jawabnya

Posted By : Emka In : Books, On Sunday, December 23rd, 2007, 12:25 am

Oleh Newsroom GagasMedia
Rabu, 12 September 2007

Bisu. Merupakan takdir dan keputusan Tuhan yang sudah tidak bisa ditawar bagi umatnya. Bisu, sebagai bentuk cobaan ataupun keberuntungan bagi yang menerimanya dengan hati ikhlas dan keyakinan, bahwa ada hal baik di antara kekurangan yang dihadirkan kepada umatnya.

Pelacur, bukanlah anugerah dan bukan juga takdir yang Tuhan tentukan bagi umatnya. Pelacur hanyalah pilihan profesi.

Beno yang adalah seorang pria bisu yang tetap mensyukuri kekurangan yang diberikan Tuhan kepada dirinya. Berbeda dengan Laras yang tidak mampu mensyukuri anugerah terindah dengan kesempurnaan fisik dan kecantikan yang diberikan Tuhan kepada dirinya. Pasti Beno dan Laras memiliki alasan tersendiri untuk hal tersebut.

Perbedaan itu juga kentara dengan profesi keduanya, di mana Beno menggeluti pekerjaan yang halal walaupun hanya bekerja sebagai cleaning service di sasana tinju. Sedangkan Laras, enjoy dengan profesinya yang miring, sebagai pelacur. Sampai kapan Beno mendapatkan perlakuan yang tidak adil karena karena profesinya? Dan samapai kapan pula predikat tersebut ada pada diri Laras?

Namun ada satu kesamaan diantara mereka berdua. Keduanya memiliki keinginan. GUE SELALU BERMIMPI BISA MENDENGAR SUARA GUE SENDIRI. Ucap Beno pada selembar kertas.
“…Gue pernah berjanji untuk berhenti melacur. Janji yang pernah gue ucapin tidak hanya samu lu, tetapi pada semua orang. Pada Tuhan. Pada diri gue sendiri.”

Bagaimanakah kelanjutan cerita kedua anak manusia tersebut? Apakah mereka berdua dapat mencapai keinginannya masing-masing? Apakah kebersamaan mereka mampu menumbuhkan benih cinta di hati mereka berdua?

Novel Sang Dewi karya Moammar Emka yang diterbitkan GagasMedia ini benar-benar memberikan potret kehidupan yang keras. Potret kehidupan yang benar-benar nyata.

Alur ceritanya rapi…banget! Pokoknya secara keseluruhan novel ini oke deh!! Mungkin karena penulisnya juga kali ya?! Ya…buruan dong baca bukunya! Dijamin okehhhhhhh!!

|20 Comments »|
         
         
         
 

23

Dec

 

Welcome to Lipstick Jungle!

Posted By : Emka In : Books, On Sunday, December 23rd, 2007, 12:24 am

Oleh Redaksi GagasMedia
Kamis, 27 Juli 2006

Jumat, 28 Juli 2006, pukul 14.00-17.00 WIB bertempat di Venue, Bar and Lounge, Jl. Kemang Selatan No 2, Jakarta Selatan, Moammar Emka akan meluncurkan buku terbarunya. Bertajuk In Bed With Models, Emka yang melejit lewat buku perdananya Jakarta Undercover ini kembali mengusung GagasMedia sebagai penerbitnya.

Top secret model-model face-off inilah yang dikupas tuntas oleh Moammar Emka dalam In Bed with Models. Tak tanggung-tanggung, hasil investigasi beberapa tahun ini menghasilkan tulisan undercover dari dunia model. Banyak fakta yang terungkap, mulai dari sisi gelap kehidupan yang dilakoni sejumlah model dan artis yang membasahkan diri dalam kolam kenikmatan dengan menjadi PR in Bed, LC in Bed, Istri Simpanan, Selingkuhan Long Nite Stand, dan menjalani sederet modus operandi kencan gaya hi-class, mulai dari Dinner to President Suite Room, Shopping Date, TTM TM (Teman Tapi Mesra Tapi Morotin), sampai kontrak selingkuh. Semua itu mereka lakukan hanya sekedar mengejar (syukur-syukur bisa) go international, mendapat job istimewa, dan meraih popularitas.

Boleh percaya boleh tidak, sejumlah model yang ditulis Emka dalam buku ini adalah mereka yang berstatus sebagai foto model, model catwalk, model escort, model iklan, dan terakhir model sinetron. Kelasnya, mulai dari supermodel, model kelas satu, kelas dua sampai model “jadi-jadian” alias menggunakan status model sebagai topeng untuk kepentingan branding.

Soal banyaknya, itu relatif. Yang jelas, buku ini hanya berkisah tentang sejumlah model –bisa lima sampai lima belas orang. Ini lebih pas disebut sebagai kasus khusus. “Jadi, tidak berlaku hukum generalisasi, sama rata sama kelakuan. Tidak sama sekali! Ini bersifat kasuistis, lain tidak,” kata Emka dalam prolog buku bersampul kaki seorang perempuan yang tengah memakai stocking jaring-jaring merah.

Kenapa In Bed With Models? Kata Emka, buat dia judul itu setidaknya punya tiga makna. Pertama, sekamar dengan model, terutama para foto model yang notabene berani berpose seksi di majalah pria dewasa, sudah jadi aktivitas rutin ketika Emka bekerja di beberapa media cetak sebagai wartawan tulis dan fotografer. “Tentu saja, sesi pemotretan yang saya lakukan tidak melulu untuk konsumsi majalah. Banyak juga yang bersifat ‘personal’ dan hanya untuk koleksi pribadi. Dari situlah, In Bed With Model$, jadi kebiasaan yang mewarnai hari-hari saya,” akunya.

”Setelah ’sisi gelap’ itu terkuak, tetap saja mereka yang menjadi pemeran utama atau pemeran pembantu dalam buku ini adalah seorang bintang,” nilai Emka. Tak heran, bagi pria asal Tuban yang buku pertamanya sangat fenomenal ini, kehidupan pribadi, apa pun itu bentuknya, hitam atau putih, tak akan mengubah citra mereka sebagai bintang dengan sinarnya yang selalu cemerlang di langit gelap. Mereka tetap memesona di layar kaca. Mereka tetap indah dan menawan di lembaran majalah. Mereka tetap anggun berjalan di atas catwalk. Mereka tetap bersinar di panggung popularitas.

”Sisi kehidupan pribadi yang kelam dan sarat dengan cerita-cerita tak sedap, tak akan mengubah citra mereka sebagai selebriti,” lanjutnya. Selebriti juga manusia yang berhak memilih jalan kehidupannya sendiri. Tertawa di depan kamera, tapi sangat mungkin menangis ketika termenung seorang diri di dalam kamar, atau malah sebaliknya. ”Ini bukan justifikasi, melainkan lebih sebagai persepsi. Biarkan masing-masing kepala punya penafsiran sendiri,” tutup pria yang berobsesi menikah secepatnya ini.

Lipstick Jungle, demikian Emka mengibaratkan dunia ini. Sebuah istilah yang diambilnya dari novel berjudul sama karya Candace Bushnell. Lipstik memang tak lepas dari perempuan.Ya, dunia yang diumbar Emka memang penuh dengan perempuan cantik bergincu yang punya profesi ganda. Apalagi para model. In bed with Model$ hanyalah satu sisi kehidupan yang mungkin banyak orang pernah mengalaminya, tidak saja terjadi di kalangan model ataupun artis saja, tapi juga orang biasa.

Meminjam istilah Emka di bab pertama bukunya, ”So, welcome to Lipstick Jungle!” Dunia penuh dengan para wanita cantik bergincu merah yang terbeli. Model-model memesona yang berjalan di catwalk, bergaya di depan kamera, berakting di layar sinetron, menebar pesona di panggung iklan, bahkan membangkitkan gairah di atas tempat tidur. Hati-hati! Demi prestise atau pun sekedar coba-coba, salah langkah, justru pria yang akan tersesat di hutan belantara penuh lipstik merona ini. ***

|279 Comments »|
         
         
         
 

20

Dec

 

HATI HATI DENGAN ISTRI ORANG LAIN !

Posted By : Emka In : Books, On Thursday, December 20th, 2007, 12:23 am

Oleh Newsroom GagasMedia
Senin, 10 Desember 2007

Hati-hati Dengan Istri Orang Lain!

Sudah jatuh, tertimpa tangga! Nggak enak kan? Ibaratnya, udah apes, sial pula. Wah, jauh-jauh deh dari keluarga. Jangan sampe, kamu semua ngerasain apa yang dialami Dibyo.

Kehidupan Dibyo nggak banget deh. Udah nggak punya uang untuk makan sehari-hari, jomblo, ia pun harus menerima nasib karena dipecat secara tidak terhormat dari pekerjaannya sebagai figuran di sebuah sinetron. Belum lagi lirikan maut dan omelan Mbak Ratna, sang pemilik kos, yang selalu menagih uang kos. Pusing deh!

Bukannya membantu Dibyo yang lagi kalut, John, teman dekatnya, justru mengajak Dibyo untuk datang ke sebuah pesta ulang tahun. Di pesta itulah Dibyo bertemu dan berkenalan dengan Mira, seorang cewek cantik yang jago nyanyi. Nggak disangka, keduanya jatuh cinta. Perkenalan itu berlanjut sampai keesokan paginya, ketika John memergoki Mira keluar dari kamar kos Dibyo.

Hubungan Dibyo dengan Mira semakin lama semakin dekat dan erat. Sampai dua bulan kemudian, Mira datang ke tempat kos Dibyo dengan sebuah berita yang mengejutkan. Mira hamil. Sebagai seorang laki-laki sejati, Dibyo mau bertanggung jawab. Tapi masalahnya, Mira baru mengaku kalau ia udah punya seorang suami! Nah loh! Gimana nih?

Hidup Dibyo semakin complicated setelah mengetahui kalau Lamhot, suami Mira adalah seorang preman di Pasar Tanah Abang. Demi cintanya kepada Mira, Dibyo memberanikan diri untuk berterus terang kepada Lamhot. Dasar Dibyo, bukannya berhasil menyelesaikan masalah, malah semakin terperosok ke dalam masalah baru. Ia malah harus terlibat dalam perseteruan antar preman Pasar Tanah Abang. Berhasilkah Dibyo keluar dari masalah yang semakin hari semakin ribet ini?

Kalau penasaran sama nasib Dibyo selanjutnya, mendingan kamu langsung baca buku Maaf, Saya Menghamili Istri Anda. Novel yang merupakan hasil adaptasi film berjudul sama ini ditulis oleh Moammar Emka dan diterbitkan oleh GagasMedia. Dengan bahasa yang ringan dan kocak, buku ini dijamin bisa menghibur kamu.

|19 Comments »|
         
         
         
 

15

Dec

 

HATI HATI CERMIN 2 ARAH DI PUBLIC AREA

Posted By : Emka In : Life & Fun, On Saturday, December 15th, 2007, 12:21 am

Warning!
Ini urgent lho….
Untuk temen cewe, semoga bisa meningkatkan kehati-hatian..dan biasakan melakukan hal ini dipublic area..semoga bermanfaat :)

Cara Ngetes Cermin 2 Arah

Ketika kita masuk ke toilet, kamar mandi, kamar hotel, ruang ganti pakaian, dll. sebagian besar Anda yakin bahwa cermin yg menggantung di dinding & kelihatannya seperti cermin biasa itu mmg benar2 cermin biasa, atau sebenarnya itu adalah cermin 2 arah (orang di belakang cermin bisa melihat Anda, sementara Anda tidak dapat melihat mereka).

Banyak kasus di mana orang memasang cermin 2 arah di dalam ruang ganti pakaian wanita, namun tidak menutup kemungkinan juga di ruang ganti pria. adalah sangat sulit untuk secara jelas mengidentifikasi permukaannya hanya dengan melihatnya saja.

Lalu bagaimana kita dapat menentukan dengan pasti apakah cermin tersebut adalah cermin biasa atau cermin 2 arah?

Kalau di kantor polisi, apalagi di ruang interogasi, sudah bisa dipastikan cerminnya 2 arah. Tapi untuk di public area, caranya : LAKUKAN TES SEDERHANA (TES KUKU JARI).

Letakkan ujung kuku Anda diatas permukaan cermin. Jika ada jarak (gap) antara kuku dan bayangan kuku Anda di cermin, bisa dikatakan bahwa cermin itu adalah cermin biasa (aman).

Tapi jika kuku Anda langsung menyentuh bayangan kuku Anda dicermin. Hati2! Karena itu adalah cermin 2 arah.

Ingatlah selalu, setiap kali Anda melihat cermin di tempat2 umum spt disebutkan di atas, lakukan tes kuku jari. Mudah dilakukan & ini mungkin bisa menyelamatkan Anda dari perkosaan visual

Women: Beritahu teman2 Anda yg lain.
Men : Beritahu istri, anak perempuan atau teman wanita Anda.

nb : ini bukan spam ya..jadi tetep tolong disebarkan ke-temen yang lain, gak ada jaminan dapat apa…apalagi dapat undian berhadian. gak ada biaya tambahan..gak ada nomer yg kudu dihubungin..FREE..hehehe..yang penting kita bisa saling mengingatkan dalam kebaikan..
| message from detik |

|16 Comments »|
         
         
         
 

15

Dec

 

Dan dia tak pernah secantik malam ini

Posted By : Emka In : Love, On Saturday, December 15th, 2007, 12:19 am


13 Des 07,
Jam 22.12 Wib.

Hujan belum juga berhenti. Padahal, sudah sedari sore, hujan mengguyur Jakarta. Watdefak! Mobil gue yang lagi kinclong-kinclongnya karena abis dipoles, walhasil jadi keliatan “buluk” lagi. Tapi, ya sudahlah, lupakanlah soal mobil karena ternyata di balik hujan ada cerita menarik yang sayang kalau nggak gue tulis.

Tadinya, gue sebel banget karena bingung mau ngapain. Jumat malam, hujan pula, paling enak ya nongkrong di mal. Kalau nggak, masuk dalam selimut, tidur sepuas-puasnya. Buat gue, dua pilihan itu udah gue jalanin. So, next trip-nya mau kemana? Itu yang jadi masalah. Mau karaoke? Kalau nggak rame-rame pasti hasilnya : basi. Dan yang pasti, kalau pun maksain diri, perlu ongkos lebih. Sewa room, beli makan plus minum dan butuh teman pendamping alias Lady Companion (LC). Jadinya, pilihan untuk berkaraoke, gue lupain saja.

Karena bingung, in the end…gue iseng-iseng mampir ke Red Square di bilangan Senayan memenuhi undangan beberapa temen.

Jujur, awalnya gue udah under-estimate bakal “basi”. Mentog-mentognya paling minum sambi joget nggak puguh lagu. Tapi ternyata, gue justeru menemukan suasana yang “uenak” banget.

…and the sexy night running wild…

Ehmmm…musik menghentak, tiga sexy dancer meliuk-liuk indah di atas bar. Tapi, bukan itu intinya. Yang membuat suasana renyah dan bikin gue betah adalah banyak cewek yang memadati ruangan di tiap sudut Red Square. Menariknya? Banyak dari mereka yang gue kenal. Dari mulai ABG gaul, executive gaul sampai “ibu-ibu” gaul yang biasa ngumpul dan ngerumpi lewat arisan.

So? Indahnya kebersamaan pun melaju dari detik ke detik. Minum, ketawa-ketiwi, joget bareng, cipika-cipiki dan seterusnya. Sampai pukul dua dini hari, gue juga belum beranjak dari Red Square.

…dan dia tak pernah secantik malam ini…

Siapa dia? Dona, Olivia, Santy, Laura, Fitri atau April ya?”

Itu yang jadi pertanyaan beberapa teman gue. Well, yang jelas sih dia udah lama gue kenal. Beberapa kali, malah pernah ngupi-ngupi bareng di kafe mal. Hanya saja, kok malam itu dia jadi “beda” banget ya… Badannya jadi lebih ramping banget dan terlihat indah. Wajahnya juga jadi lebih charming…

Dan yang membuatnya jadi lebih asyik, dia tak malu-malu lagi menggoyangkan badannya mengikuti lantunan musik deje.

…you’re so sexy….
…so sexy….
….so sexy….

Ya, sudahlah. Nggak penting siapa namanya. Yang penting, gue akan selalu inget dia. Karena momen malam itu begitu mengena dan berharga. Buat gue : dia tak pernah secantik malam itu, dari segala sudut pandang manapun.

Dan itu lebih dari cukup, rasanya!

|285 Comments »|
         
         
         
 

14

Dec

 

JAKARTA UNDERCOVER III (Forbidden City)

Posted By : Emka In : Books, On Friday, December 14th, 2007, 12:18 am


…and something about movie…

| Tentang proses

Proses peliputannya yang agak lama, sekitar 2-3 tahun karena mesti up date setiap saat. Capek sebenarnya, tapi ya sutralah…namanya juga usaha mencari info-info baru. Kesulitan sih, nyaris tidak begitu berati karena akses dan link yang ada sebagian besar mau membantu dengan senang hati. Yang rada repot mungkin energi gue yang mulai “ngos-ngosan” kalau begadang. Satu lagi, duta mak…Ampun, kalo menuruti maunya hati, duit gue bisa ludes buat kelayapan saban hari.

| Tentang tema & isi

Garis besarnya masih sama : sex lifestyle dan entertainment. Perbedaannya lebih pada tren-nya saja. Artinya, di buku Forbidden City ini peristiwa-nya masih up to date dan trendy.

| Kok seks melulu

Ah…nggak juga. Buku gue yang mengangkat tema2 lain juga banyak kok. Beib…Aku Sakau, Tentang Dia, Siti Madonna, dll. temanya malah cinta dan persahatan. Kebetulan saja yang terangkat ke permukaan Jakarta Undercover. Kenapa Jakarta terus, ehm…faktanya belum habis. Sayang juga punya data tapi disimpan sendiri. Next, mungkin Surabaya, Bandung dan Jogyakarta. Lagi proses, judul sementara : Threesome City atau malah sixsome city, itu dengan catatan, ada tambahan kota Malang, Semarang dan Solo.

| Bedanya dengan JUC 1 & 2

Ya, basic-nya sama seperti 2 buku sebelumnya. Hanya saja, di JUC 3 ini alur dan gaya bahasanya saja yang gue buat lebih “agak beda”.

| Yang paling menarik

Semua chapter menarik dong karena hampir semua tren baru. Mulai dari menu Seks Gulat Lumpur, Seks Helikopter, Home Of Fantasy, Sashimi Jailhouse, 7 Steps to Heaven, Super Waxing Bikini Area, Bath-house for Sex Party, Kelab BDSM sampai Debus Kelamin.

| Partisipasinya seperti apa

Icip-icip? Hah…! Kayak makanan saja pakai diincip-incip. Ihhh..pertanyaannya menjurus banget. Ini rahasia dapur ah, nggak usah dipanjang lebarin.

| Setelah buku “booming”, enaknya…

Enaknya, sekarang ini semua akses dan link yang gue kenal selalu kasih info tiap ada tren baru. Nara sumbernya dari mana-mana. Mulai dari temen-temen jalan, germo, penggerak industri seks itu sendiri atau malah datang dari para sex-party-organizer.

| Benang merah JUC III dengan bahasa gaul

Benang merahnya, “it’s urban lifestyle”. Artinya, gaya hidup urban itu tidak saja bisa ditemukan dari sejumlah peristiwa seksual tapi juga bahasa gaul yang sangat dinamis itu. Semua bergerak cepat mengikuti perkembangan jaman. Nggak cuma menu seks, perilaku orang atau kecenderungan industri hiburan tapi juga bahasa.

| in the end…

Setelah baca buku gue, semoga orang makin realize dan aware aja…bahwa potret Jakarta sudah sedemikian liarnya. Eranya sudah masuk pada titik Milenium Purba. Artinya, ada sebagian masyarakat yang lebih suka “telanjang” daripada pakai baju.

| Tentang movie Jakarta Undercover

Namanya juga adaptasi atau apa istilah lainnya : terinspirasi. Makanya, penermahan teks-nya mungkin agak beda antara buku dan film. Nah, di Forbidden City ada satu cerita, judulnya The Lapdancer, yang connect banget ama cerita di film Jakarta Undercover. Puas atau nggak? Itu relatif ya. Tapi, swear… gue cukup puas kok. Soalnya dari awal pembuatan sampai kelar, gue ikutan terus. Andai saja sensornya nggak ribet, pasti filmnya bisa dapet 8 sampai 10 bintang.

| Pesan movie

Message lebih pada filosofi hidup. Bahwa hidup di Jakarta, tak pernah ada yang menang. Entah itu orang yang susah payah mencari kehidupan di panggung striptis atau orang yang memeras keringatnya dengan menjadi pengusaha kaya raya. Hidup di Jakarta, itu berarti selama datang sebagai a survivor, that’s it. (***)

|277 Comments »|

 
         
     
Copyright © 2008 www.emkamoammar.com
All rights reserved

Powered By : TukuSolution