4 Oct |
Waspada Minum sambil BerdiriPosted By : Emka In : Life & Fun, On Sunday, October 4th, 2009, 11:34 am Ternyata, minum sambil berdiri itu berbahaya.Menurut analisa kesehatan, bila kita minum sambil duduk ,air yang kita minum akan disaring oleh sfringer. Sfringer adalah suatu struktur maskuler ( berotot ) yang bisa membuka ( sehingga air kemih dapat lewat ) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada pos-pos penyaringan yang berada di ginjal. Nah jika kita minum berdiri, air yang kita minum tanpa disaring lagi langsung menuju kantung kemih sehingga terjadi pengendapan disaluran ureter. Limbah-limbah ( pengendapan ) yang menyisa diureter inilah yang bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal yang merupakan salah satu penyakit ginjal yang berbahaya. Salah satu gejalanya adalah susah buang air kecil. Cara mengatasinya : | |||
2 Sep |
Twitter Mode OnPosted By : Emka In : Life & Fun, On Wednesday, September 2nd, 2009, 7:05 pm Udah hampir dua bulan ini, gue keranjingan twitter. Gak terlalu maniak sih, tapi so far — enjoy banget aktif online di situs jaringan pertemanan ini. Biasanya, tiap kali waktu kosong atau pas on line, Facebook selalu jadi favorit gue. Sekarang, malah twitter yang jadi prioritas nomor satu. Mungkin karena simpel dan nggak ribet, twitter jadi idola baru. Tercatat sejumlah nama selebriti pun ikut aktif-banget dengan berbagai macam status kegiatan sampai ngeposting cerita-cerita lucu. Woowwww!!! Gue jadi ikut ketularan virus twitter. Awesome! Itu saja sih yang pengen gue ungkapin di web ini. So, kalo pas online, jangan lupa follow my twitter. |28 Comments »| | |||
17 Jul |
Semalam di PalaisPosted By : Emka In : Life & Fun, Love, On Friday, July 17th, 2009, 4:43 pm “Tetap bersama dia di Bandung dalam bingkai rindu yang terus mem-”bukit”? Atau kembali ke Jakarta yang tengah gaduh oleh ledakan bom??” –by Emka. “Keakuan perasaan yang mengerontangkan isi hati tanpa syarat. Setia memuja rindu dan cintamu, satu —dalam genggaman janji yang ditasbihkan. Semuanya luruh sudut di sudut kafe itu…”–by Emka Dua catatan itu, gue tulis saat gue menghabiskan waktu di Bandung bersama dia. Begitu sarat jejak rindu yang mengelupas deras. Begitu riuh oleh suasana hati yang larut dalam keceriaan. Yang jelas, ini bukan sejenis iklan atau promosi terselubung lho. Ini lebih pas gue sebut sebagai catatan selama gue nginep semalam di hotel Palais Dago, Bandung. Hotel yang punya fasilitas hanya 16 kamar itu, buat gue emang enak dan nyaman banget buat nginep. Kamar tipe De Luxe nya saja luas apalagi yang bertipe Suite….(pastinya, lebih oke!). Statusnya sebagai hotel butik, membuat suasana di hotel Palais serasa di rumah sendiri. Yang paling membuat saya betah adalah kamar mandinya yang luasnya di atas rata-rata. Bahkan, dibanding kamar mandi yang ada tipe Deluxe yang ada di hotel berbintang lima, gue berani bilang : kamar mandi di hotel Palais jauh lebih gede. Dengan harga Rp. 700 ribu / malam (weekdays), buat gue cukup make-sense dan nggak ada ruginya. Just info, harga itu sudah mengalami diskon 30% dari rate aslinya. Belum lagi tamu yang menggunakan kartu Panin Bank, Amex dan Danamon bisa mendapatkan potongan diskon sampai 40%. Yang lebih ciamik lagi, sampai bulan Agustus 2009, ada paket hemat menginap selama 2 malam dengan harga Rp. 1.050.000,- (sudah termasuk breakfast untuk 2 orang). Wah, kok lama-lama gue jadi ber-iklan beneran ya (hahaha…!). Maaf deh! Tapi setidaknya hotel Palais jadi tempat yang meninggalkan jejak-jejak indah buat gue selama berada di Bandung. Itu saja sih intinya. So, kalau ada temen yang mau coba nginep, bisa langsung telepon ke (022) 25052111. |123 Comments »| | |||
17 Dec |
JADULPosted By : Emka In : Life & Fun, On Wednesday, December 17th, 2008, 8:38 pm “Mengenang kembali masa-masa indah dulu. Ketika wajah-wajah cupu melibas malam dengan lugu…” Ampun deje! Begitu melihat foto lama gue bareng temen-temen di Hard Rock Cafe 10-12 tahun lalu, tiba-tiba gue jadi kangen ama masa lalu. Ngumpul bareng, ketawa bareng, semua serba bareng-bareng. Semboyang : susah senang selalu bersama benar-benar berlaku. Dua belas tahun lalu gue masih kerja jadi wartawan di Berita Yudha untuk rubrik lifestyle & entertainment. Punya tempat tongkrongan di Adorama Menteng dan Shaker di Tirtayasa. Setiap hari, nyaris selalu ngumpul bareng. Kalo pas ada acara I Like Monday di Hard Rock Cafe, gue ama pasukan “bodrex”, nggak pernah mau absen. Rame-rame “bikin rusuh” ampe dini hari. Seruuu bangets!!! Ah, jadi kangen. Kalau saja bisa bikin “reuni”, ngumpul kayak dulu lagi…, ehmmm…dijamin heboh. Kapan dong..? Hayuuukk mareee…..!!! | Photo by Pody’s File |267 Comments »| | |||
19 Sep |
OH LA LAPosted By : Emka In : Life & Fun, Night Life, On Friday, September 19th, 2008, 9:56 pm Oh My Ghost! Kalimat itu sering dipake temen-temen gue untuk mengekspresikan sesuatu yang berbau aneh, luar biasa atau mengandung unsur kaget/terkejut. Begitu juga dengan Oh La La! Pernah mendengar istilah Bra 36 O? Nah, O yang dimaksud bisa berarti Oh lala, Oh my ghost atau Oooooh No! Artinya, ukuran bra memang di atas rata-rata. Yang pasti, lebih gede dari 36 C atau bahkan 36 D sekalipun. Stop, stop! Lupakan dulu soal bra 36 O. Mendingan, untuk cerita lebih lengkapnya baca di buku gue TUMPANG TINDIH (KoloR in the City) yang bakal rilis akhir Oktober 2008. Di buku itu, nanti bakal ketemu bagaimana ulasan dan cerita seru + asyik soal fenomena ukuran Bra 36 O. Sekarang, gue lagi pengen ngobrolin kafe Oh La La yang baru sekitar dua minggu beroperasi di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Kebetulan, grand openingnya pas di minggu pertama di bulan Ramadhan. Kebetulan juga, kafe itu si empunya temen deket gue. Alih-alih pengen nyobain tempat baru, gue malah jadi sering nongkrong. Biasanya, selepas pukul 10 malem gue ama temen-temen asyik ber-hahahi sambil ‘on-line’ yang lokasinya berada di seberang Kemang Food Festival. Persisnya ada di lobby entrance Code Fine Plaza. Saban malem, suasana ramai oleh ‘anah-anak nongkrong’. Sekedar nyeruput segelas kopi, mencicipi sepiring salad, cuci mata (syukur-syukur bisa kenalan) sampai ngobrol berjam-jam bareng sohib sekalian nunggu waktu sahur. Kalau kebetulan melintas di kawasan Kemang, nggak ada salahnya mampir sebentar barang 1-2 jam (kok, jadi iklan ya, hehehe…). Nggap papa kan ?! Yang penting, tempatnya memang enak banget buat meeting-point. Suasananya…yuuuk mareee, bikin pantat nempel terus. *** |395 Comments »| | |||
1 Sep |
SO LOH GETU WHATPosted By : Emka In : Books, Life & Fun, On Monday, September 1st, 2008, 9:35 pm So What Getu Loh…! Hahahah…ungkapan yang udah lama menghilang dari peredaran, terutama di kalangan anak-anak gaul. Seiring dengan makin populernya istilah “ya iyalah, masak ya iya dong”, “so what getu loh” hilang ditelan bumi. Tapi belakangan terakhir, muncul lagi istilah “so loh getu what” yang perlahan mulai “in” di sejumlah obrolan santai. Ya, biasalah, istilah itu dipakai untuk menunjukkan ekpresi yang bermakna “emang kenapa/emang gue pikirin” atau bisa berarti “masa bodo ah”. Buat gue, itulah dinamisasi bahasa gaul. Selalu saja ada yang baru dan tren-nya berkembang sangat pesat sekali. Kemunculannya pun tak bisa ditebak karena ia begitu alamiah. Begitu muncul satu istilah dan secara sporadis di”anut” banyak orang, terciptalah satu bahasa gaul. Ada beberapa istilah lain yang belakangan ini mulai jadi “in”. Diantaranya : a. CK (baca= see key) = situ OK b. Delon = Derita Lu O’on c. Dungdat = Dangdut d. DKNY = Dinas Kebersihan New York e. dan lain-lain. Nah, untuk lebih detail-nya, bisa dilihat dan dibaca di buku gue : KAMUS GAUL HARE GENE edisi revisinya. Selamat membaca & selamat berbahasa gaul ria. :)) |302 Comments »| | |||
26 Jul |
SEKS GULAT LUMPURPosted By : Emka In : Events, Life & Fun, On Saturday, July 26th, 2008, 9:54 pm Apa jadinya pelayanan seks body massage dipadu dengan lumpur hijau? Jadinya ya seks gulat lumpur : ber’tempur’ di dalam bath-up secara full-body-contact tanpa ampun. Karena tuntutan pasar dan dalam rangka memanjakan selera para customer, seks mandi susu dan body massage dipermak sedemikian rupa dengan wajah dan nama baru : gulat lumpur! Biasa, trik seperti ini kerap dipratikkan sejumlah tempat pelesir, biar jajanan seks tetap laku. Dalam praktiknya, ya tidak beda jauh dengan mandi susu. Kalaupun ada, paling tak lebih 1-2 variasi saja. Terapi mandi susu dan lulur, awalnya memang diciptakan dalam rangka kesehatan dan kebugaran. Tapi, lantaran di sejumlah tempat pelesir ada bumbu seksnya, terapi kesehatan itu berubah jadi terapi “buang tai macan” alias pemenuhan hasrat biologis. “Tapi “Maksud elu, terapi jalan, seks –nya juga jalan. Begitu “Ya iyalah, masak ya iya dong!” seru Bob dengan bahasa gaulnya…… (BACA SELENGKAPNYA DI : X2 Magazine, Edisi Agustus 2008) |281 Comments »| | |||
8 Jul |
BERCINTA DI ATAS CLOSETPosted By : Emka In : Life & Fun, On Tuesday, July 8th, 2008, 5:15 pm Kepada Closet, hari ini gue banyak bercerita dan bertanya. Sebabnya sederhana, dari pagi ampe sore, gue balok-balik ke toilet sampai 4 kali. (1) Bangun tidur, perut gue mendadak mules dan terpaksa harus duduk termenung di atas closet sambil baca koran hari ini. Mungkin karena kebanyakan makan sambel dan indomie rebus yang gue telen jam 4 pagi sambil main gaple di kawasa Menteng. Selain berita Kedubes India yang kena bom Kabul, gue juga dapet berita soal kemenangan Rafael Nadal atas Roger Federer di ajang Wimbledon yang diakuinya sebagai “kemenangan terindah”. (2) Selesai dari toilet, gue bersantai di teras rumah sambil menyeruput segelas kopi. Sebatang rokok yang gue hisap, rasanya nikmat sekal. Sayang, pagi itu suasana agak sepi karena Jacko —anjing pitpull temen gue, lagi diungsikan ke rumah saudaranya di Kelapa Gading. Baru 10 menit leha-leha, perut gue mules lagi. Jadinya, gue buru-buru ke toilet lagi dan merenug di atas closet untuk kedua kali. “Cerita Kebelet Kawin mesti pake setting apa ya?” Otak gue jadi kepikiran cerita Kebelet Kawin yang mesti kelar hari ini. “Sinopsis Belilah Aku Jadi Pacarmua kayaknya kurang oke tuh. Mesti gue ubah di prolognya sama lika-liku yang terjadi di dunia escorting?” Satu demi satu, otak gue dipenuhi pertanyaan seputar cerita Kebelet Kawin dan Belilah Aku Jadi Pacarmu. Selama 15 menit di atas closet, gue belum juga menemukan ide cemerlang. Buntu! Semuanya masih berbentuk pertanyaan. (3) Perih! Bukannya lega, perut gue malah makin sakit. Pasti ini karena kebanyakan makan sambel dan jadwal tidur yang nggak menentu. Sambil duduk di sofa dan nonton tipi, otak gue berpikir mencari-cari ide. Tapi, rasa sakit di perut gue, nggak banyak membantu. Malah, untuk ketiga kalinya, gue mesti balik lagi bercinta dengan closet. “Cowok yang kebelet kawin itu mestinya harus tipikal libido tinggi, nggak nakal, malu-malu kucing dan bla…bla..bla….” otak gue terus berputar. “Cewek yang jadi tokoh di Belilah Aku Jadi Pacarmu harus “beda banget” dari film-film yang udah ada. Konfliknya mesti lokal banget, sisi sex ‘n Jakarta-nya harus dominan, dan seterusnya….” Byar! Lagi-lagi pertanyaan itu belum terjawab dengan sukses. Finally, jam 1 siang, gue mandi dan segera meluncur ke Coffee Club, Plaza Senayan. (4) Meneguk secangkir kopi, untuk kedua kali sambil membuka email. 15 menit kemudian, perut gue mules lagi. Untuk kali keempat, gue duduk lagi di atas closet. Dan…ide itu tiba-tiba datang. Melesat dengan cepat dan tahu-tahu, di kepala gue udah kebayang kerangka cerita yang mesti gue masukin buat film Kebelet Kawin dan Belilah AKu Jadi Pacarmu. “Enak juga merenung di atas closet. Cukup membantu gue menemukan ide meskipun rada serabutan. Setidaknya, rasa sakit di perut gue, jadi kebayar lunas….” Note : Punya cerita yang menarik tentang closet? Nggak ada salahnya share di web ini. Thanks!!!! (foto: courtessy www.tempe.gov) **** |286 Comments »| | |||
1 Jul |
DOGGY STYLEPosted By : Emka In : Life & Fun, Movies, On Tuesday, July 1st, 2008, 6:56 pm Anjing menggonggong, kafilah berlalu! Guk..guk..guk! Ini nggak ada hubungannya ama pepatah ngetop itu. Ini gara-garanya gue lagi sering ketemu ama Jacko. Bukan nama orang, tapi nama anjing temen gue. Nggak nanggung-nanggun, Jacko adalah anjing berjenis Pitpull red-nose. Umurnya baru 4 bulan, tapi badannya udah gede banget. Hampir tiap pagi, gue ngeliatin Jacko “jalan-jalan” di depan rumah dan astaga….”kalo nggak kencing terus berlanjut boker”, pastinya Jacko lagi lari-lari dengan lidah menjulur mengitari mobil gue. Mungkin karena masih kecil jadinya demen banget “maen-maen”. Saking seringnya ngeliatin Jacko kencing lalu boker, otak gue tiba-tiba teringat dengan gaya Doggy Style yang sering disebut sebagai salah satu “gaya ngeseks” yang oke bangeeetsss. Gue jadi mikir, apanya yang oke dari Doggy Style? Coba bayangin anjing yang lagi “ngangkang” dengan bertumpu pada kakinya yang melebar. Busyet…gue jadi geli sendiri. Tapi kenapa gaya itu bisa ngetop banget ya ketika disangkutpautkan dengan seni ML (Making Love yang biasanya bisa bikin orang “Mau Lagi” dan “Mau Lagi”, hehehe…)….???? “Doggy Style memang variasi yang beda kok. Nggak kalah ama gaya 69,” ujar seorang teman mencoba mencari-cari jawaban yang pas. “Dalam seks, gaya apapun di”bolehkan”. Kalo perlu, yang paling “aneh” sekalipun,” sambung satu temen yang lain. “Ya iyalah! Selain gaya tumpang tindih alias posisi atas-bawah, pastinya berlaku juga gaya minak jinggo (miring penak jengking monggo) dan beribu gaya lainnya,” celetuk gue, sporadish. Maksudnya, analogi Doggy Style memang nggak beda jauh dengan gaya nungging (jengking = bhs. jawa). Namanya juga variasi, jadi sah-sah saja orang mau pake gaya apa saja. Lebih-lebih, ini kaitannya ama urusan gaya ngeseks. Jangankan Doggy Style, ragam gaya yang lainnya pun bahkan kini telah dijadikan “main-course” di sejumlah tempat pelesir khusus pria-pria yang hobi buang tai macan. Sebut saja gaya helikopter alias seks nyungsang, petik anggur, gembok underwear, ranjang elektrik + 16 tali, suster nyedot, nude-army-look dan lain-lain. “Namanya juga seks. All is about the game. Cuma maen-maen!” kata seorang papi yang biasa bertugas di sebuah kelab XXX di kawasan Mangga Besar. Kalo cuma maen-maen, lalu pada bedanya ama si Jacko? Jangan-jangan, istilah Doggy Style itu muncul karena orang yang menciptakan istilah itu sering maen ama anjing. Ssssttttt!!!! Maaf, gue jadi mikir yang nggak-nggak. Tapi, ehmmm…bisa jadi siiiihhhhh!!! Sudahlah! Cerita ini jangan dimasukin ke hati. Just kidding kok! Intinya, gue pengen membuat cerita lain soal Doggy Style yang tidak ada hubungannya ama urusan seks. Maunya gue, Doggy Style yang ada hubungannya ama filosofi hidup yang didalamnya muncul nilai-nilai cinta. Gimana caranya ya…? Yang jelas, sekarang ini gue lagi sibuk merangkai kerangka ceritanya. ________________________ Photo: sexuality.about.com |482 Comments »| | |||
26 Jun |
Goodbye TurkeyPosted By : Emka In : Life & Fun, On Thursday, June 26th, 2008, 9:49 pm Malam yang mendebarkan. Swear! Buat gue, babak semifinal UERO 2008 yang mempertemukan Jerman vs Turki membuat hati gue dag-dig-dug. Bukan karena gue ikut taruhan di bandar dengan jumlah gede, tapi karena tiba-tiba gue jadi ngefans ama Turki. Udah begitu, gue nonton pertandingan babak pertamanya di Kamasutra, Jl Gatot Subroto. Sebelum ‘nobar’, ada Andra & The Backbone feat. Ahmad Dhani, Once dan Purie (Dewi-Dewi). Abis ngedengerin lagu “Main Hati” yang keren banget itu, gue langsung diberi suguhan permainan cantik tim Turki. Babak pertama selesai dan skor 1-1. Jeda istirahat, gue meluncur ke Kemang dan nongkrong di bar Stubes. Astaga! Mayoritas tamu yang dateng pake kostum Jerman. Jadilah, gue pendukung marginal yang berada diantara puluhan fans berat Jerman. Permainan cantik yang diperagakan Turki (meskipun dengan 9 pemain cadangan), ternyata tak berbuah kemenangan. Ketika skor 2-2, gue bisa sedikit bernapas lega. Tapi, begitu Philim Lahm melesakkan 1 gol di menit ke 90, gue langsung lemes seketika. Skor 3-2 untuk kemenangan Jerman. Jadilah, gue menyantap dim-sum jam 5 pagi dengan semangat loyo. Goodbye Turkey! Biar kalah, tapi teeeteep keeereeennn kok!!! |277 Comments »| |
|||




























