9 Jun |
HANGOUT JAKARTA HARI GINIPosted By : Emka In : Night Life, On Wednesday, June 9th, 2010, 3:12 am Duduk sampe Ngantuk, Ngerumpi sampe Ketawa-Ketiwi, Ada dua katagori hang out di Jakarta. Pertama, hang out “esek-esek” dan yang kedua, hang out “asyik-asyik”. “Wah, sepertinya topik yang menarik untuk diobrolin. Maklum, cewek kuper kayak gue ini, mana ngerti apa itu hang out esek-esek. Emang kayak gimana sih?” sergah Tasya. “Hang out esek-esek, biasanya erat banget dengan pelesir seks. Bahkan, yang lebih ekstrim lagi, pake drugs. Kalo yang ini sih, serem abis,” jawab saya, lugas. “Oh, begitu. Kalau hang out asyik-asyik sih gue ngerti. Hang out normal kan. Kongkow-kongkow, yang penting seru dan asyik. Kayak kita sekarang gini kan,” seru Tasya, yang malam itu ikut nongkrong bareng saya dan beberapa teman di Kemang Food Festival. Ya, begitulah Jakarta yang selalu punya cerita. Dari yang berbau romantis sampai erotis. Pokoknya, semua ada di sini. Apalagi untuk urusan hang-out, Jakarta nggak ada pernah ada matinya. Julukannya saja kota yang tak pernah tidur. Berarti, nyaris selama hampir 24 jam, geliat kehidupan di Jakarta selalu berputar. Tempat-tempat hangout yang berbau erotis, hmmm…sudah jadi rahasia umum, Jakarta adalah surganya. Segala macam hiburan dengan menu plus-plus, semuanya tersedia. Dari kelab malam one-stop-entertainment yang menyediakan menu Seks Helikopter ala Gadis Mandarin, One Nite Stand bareng Gadis Kolombia, V-striptease ala gadis Uzbekistan & Thailand, Reality Sex ala Gerbong Kereta sampai spa-sauna dengan menu pake hemat Threesome Mandi Kucing bareng gadis lokal seharga Rp. 350 ribu. Lalu, bagaimana dengan tempat-tempat hangout di Jakarta yang seru dan menarik tapi tanpa embel-embel seks di belakangnya? ………..>> BACA SELENGKAPNYA DI Majalah INTISARI Volume 12. OUT NOW !!! |32 Comments »| | |||
12 Oct |
Jakarta Undercover for GirlsPosted By : Emka In : Books, Night Life, On Monday, October 12th, 2009, 5:54 pm Sebenarnya, ini baru sebatas ide. Awalnya, ide itu muncul karena dalam beberapa kesempatan talkshow dan dari sejumlah email yang masuk, ada saja yang bertanya kenapa saya tidak menerbitkan buku Jakarta Undercover untuk perempuan. Maksudnya? Kalau dalam buku Jakarta Undercover 1,2&3 sebagian besar isinya memuat berbagai macam pesta gila dan seluk beluk industri sex-tainment untuk laki-laki, kenapa yang untuk perempuan justru tidak dibahas. Ide itu sudah cukup lama jadi bahan pertimbangan saya. Tapi, dalam perjalanannya tak kunjung kelar. Saya baru sempat membuat outline kasar dan setelah itu, outline itu tersimpan rapi di file laptop dan nggak saya sentuh lagi. Tiba-tiba saja, tanpa sengaja ketika saya sedang membuka-buka file lama, saya menemukan outline Jakarta Undercover for Girls yang masih belum matang sebagai sebuah konsep. Maklum, pesta gila dan industri sex-taiment yang melibatkan perempuan sebagai pelaku aktif, memang tidak se-dahsyat dibanding yang terjadi pada kaum laki-laki. Makanya itu, saya butuh observasi lagi untuk bisa membuat tulisan tentang peristiwa dan kejadian “undercover”, khusunya yang dilakoni kaum perempuan. Pastinya, banyak tantangan dan kesulitan baru untuk mengungkapkannya. Tunggu saja tanggal mainnya. Siapa tahu, tahun depan, buku Jakarta Undercover for Girls bisa saya selesaikan. Wish me luck!!! |27 Comments »| | |||
27 Jun |
”Reality-Sex Gerbong Kereta”Posted By : Emka In : Night Life, On Saturday, June 27th, 2009, 10:36 pm Satu menu terbaru di industri “sex-tainment” yang menawarkan inovasi dan sensasi yang sungguh berbeda. Bentuknya? Menikmati layanan kemanjaan “full body contact” di dalam kamar bernuansa gerbong kereta api bersama gadis cantik nan seksi dengan dandanan ala pramugari. Hmmm….ada-ada saja!
Setiap orang pasti punya fantasi seks. Yang namanya fantasi, biasanya cenderung liar dan di luar batas kewajaran. Ya, sebebas otak berimajinasi gitu deh. Dalam pemahaman yang lebih luas, fantasi seksual itu adalah hal yang sangat menggoda bahkan banyak orang yang sengaja menciptakan fantasi demi memuaskan kebutuhan seks mereka.
Dalam praktiknya di industri seks yang notabene berlaku hukum jual-beli, fantasi seks ditempatkan sebagai satu hal yang vital . Karena disinilah magnet untuk menarik tamu sebanyak-banyaknya. Tak heran, kalan menu-menu seks yang tersaji di industri seks, selalu menampilkan sesuatu dan tantangan yang baru. Sederhananya, di industri seks, semua orang bisa “membeli” fantasi seks. Tak perlu repot dan pusing lagi berkutat dalam fantasi tapi langsung “reality” nya.
Kamar fantasi misalnya, kini jadi salah satu menu fantasi seks yang ditawarkan oleh salah satu hotel yang punya fasilitas spa dan sauna di
| |||
18 Jun |
“Top-V Menu Sex-Tainment”Posted By : Emka In : Night Life, On Thursday, June 18th, 2009, 7:10 pm Kalau sebelumnya ada menu-menu seks seperti Sashimi Girls, Pajero Goyang, Ranjang Elektrik dan Angel’s Party yang sempat jadi primadona di sejumlah tempat xxx-tainment, kini bermunculan variasi lain yang tak kalah ‘heboh’nya. Seperti apa menu-menu baru fresh yang masuk katagori Top-5 di jagad industri sex-tainment Jakarta saat ini? “Paling-paling masih itu-itu juga. Juaranya tetep cewek Rusia dan Uzbek,” celetuk Dino, karib saya yang sehari-hari bekerja di sebuah perusahaan operator telepon milik swasta. “Wah, lo ketinggalan isu. Sekarang yang lagi tren justru cewek Kolombia ama Korea,” tukas saya….(Selengkapnya, baca di Cosmopolitan Men edisi Juni 2009) |329 Comments »| | |||
10 Jun |
THE MOST WANTED “CEWEK-CEWEK IMPOR”Posted By : Emka In : Night Life, On Wednesday, June 10th, 2009, 10:14 pm Kalau saja ada kontes pemilihan The Nicest & Wildest Imported Girls di industri sex-tainment di Jakarta dan kota-kota besar lainnya, apa kira-kira jawaban yang paling pas? Pilih (1) Uzbekistan, (2) Rusia (3) Mandarin alias Cungkuo, (4) Thailand, (5) Kolombia, (6) Korea, (7) Filipina, (8) Vietnam atau (9) ada pilihan alternatif yang lain misalnya Jepang, Venezuela dan lain-lain.Jawabannya memang bisa sangat beragam. Karena setiap orang punya tipe dan selera yang berbeda-beda. Belum lagi ditambah pengalaman personal yang dialami masing-masing orang selama merambah belantara dunia malam. Meskipun begitu, bukan berarti tertutup kemungkinan untuk mengelompokkannya dari sisi standar pelayanan yang diberikan dan yang paling penting : dari perilaku dan sikap kesehariannya. Dari berbagai obrolan dengan sejumlah teman pria yang punya hobi bertualang di dunia malam, setidaknya saya punya gambaran menarik tentang cewek-cewek impor yang memenuhi kriteria dan pantas mendapatkan predikat OK’s-BANGET………..(Selengkapnya, baca di POPULAR edisi Juni 2009) | |||
11 May |
Sex-tainment 3 KotaPosted By : Emka In : Night Life, On Monday, May 11th, 2009, 7:16 pm Majalah Popular
Finally, setelah berkiling lima kota, mulai dari Cirebon, Malang, Surabaya, Semarang dan Bandung, saya sampai di Jakarta dengan berbagai pengalaman seru dan ehmmm…cukup menegangkan.
“Widihhh…! Apanya yang menegangkan?” celetuk Reza, karib saya, ketika kami bertemu di Coffee Club, Plaza Senayan. “Otak lo pasti ngeres deh mikirnya. Yang menegangkan…ya apalagi kalau bukan sex-tainment-nya!” “Masak sih? Bukannya di Semarang atau “Jangan bandingin sama “Oh…setubuh! Maksudnya, setuju!” sergah Reza sambera tertawa lepas.
Sex-tainment yang terdapat di kota-kota besar seperti
*** |522 Comments »| | |||
13 Apr |
Diary of Nightlife di POPULARPosted By : Emka In : Night Life, On Monday, April 13th, 2009, 3:49 pm Seperti apa rasanya kembali ke rumah lama? Ehmm….menyenangkan! Itu yang gue rasain saat ini. Setelah lebih dari tujuh tahun lepas dari kandang dan memilih untuk menekuni pekerjaan sebagai penulis, akhirnya gue kembali lagi ke majalah Popular, tempat dimana gue banyak belajar dunia tulis-menulis soal dunia malam di bawah asuhan almarhum Mujimanto Asmotaruno, pemimpin redaksi kala itu. Tentu keberadaan gue tidak seperti tahun 1998-2001 yang bekerja full-time sebagai wartawan tetap. Mulai edisi April 2009 ini dan seterusnya, gue akan jadi kontributor tetap untuk mengisi rubrik Diary of Nightlife. Tidak seperti di rubrik saya tangani sebelumnya, Liputan Malam, di kolom Diary of Nightlife ini gue lebih banyak akan bercerita tentang dunia malam dan lifestyle “eror” dengan pendekatan personal. Lebih sebagai diary ringan yang secara tulisan terasa lebih ringan dan akrab. Di edisi April 2009 ini misalnya, gue menulis soal Korean Barbie-Blue. Ceritanya berkisar soal fenomena cewek Korea yang kini tengah jadi “hot-icon” di dunia malam Jakarta. Karena bentuknya diary, tulisan gue cuma dua halaman saja kok. Selamat membaca dengan santai (kalau kebetulan beli majalahnya, hehehehe…) !!! |842 Comments »| | |||
28 Feb |
LIFESTYLE “EROR” HARE GENEPosted By : Emka In : Books, Night Life, On Saturday, February 28th, 2009, 5:33 pm “TUMPANG TINDIH”. OUT NOW !!! Di balik buku TUMPANG TINDIH, terekspos dengan blak-blakan, isu-isu lifestyle “EROR” yang sedang “in”. Mulai dari Swing 3/some Stripper, Supermarket Seks, “Lelang Cewek” of The Month, “Tiger Show” ala Thailand, Sex Machine ala Tali 16 Gaya, Cewek-Cewek “Petik Anggur”, sampai Bra 36 O, trade-mark alat vital, dan fenomena obat kuat. Apalagi “kegilaan” dunia malam dan life-style “eror” di sana??? 1. “KoloR-in-the-City” | |||
19 Sep |
OH LA LAPosted By : Emka In : Life & Fun, Night Life, On Friday, September 19th, 2008, 9:56 pm Oh My Ghost! Kalimat itu sering dipake temen-temen gue untuk mengekspresikan sesuatu yang berbau aneh, luar biasa atau mengandung unsur kaget/terkejut. Begitu juga dengan Oh La La! Pernah mendengar istilah Bra 36 O? Nah, O yang dimaksud bisa berarti Oh lala, Oh my ghost atau Oooooh No! Artinya, ukuran bra memang di atas rata-rata. Yang pasti, lebih gede dari 36 C atau bahkan 36 D sekalipun. Stop, stop! Lupakan dulu soal bra 36 O. Mendingan, untuk cerita lebih lengkapnya baca di buku gue TUMPANG TINDIH (KoloR in the City) yang bakal rilis akhir Oktober 2008. Di buku itu, nanti bakal ketemu bagaimana ulasan dan cerita seru + asyik soal fenomena ukuran Bra 36 O. Sekarang, gue lagi pengen ngobrolin kafe Oh La La yang baru sekitar dua minggu beroperasi di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Kebetulan, grand openingnya pas di minggu pertama di bulan Ramadhan. Kebetulan juga, kafe itu si empunya temen deket gue. Alih-alih pengen nyobain tempat baru, gue malah jadi sering nongkrong. Biasanya, selepas pukul 10 malem gue ama temen-temen asyik ber-hahahi sambil ‘on-line’ yang lokasinya berada di seberang Kemang Food Festival. Persisnya ada di lobby entrance Code Fine Plaza. Saban malem, suasana ramai oleh ‘anah-anak nongkrong’. Sekedar nyeruput segelas kopi, mencicipi sepiring salad, cuci mata (syukur-syukur bisa kenalan) sampai ngobrol berjam-jam bareng sohib sekalian nunggu waktu sahur. Kalau kebetulan melintas di kawasan Kemang, nggak ada salahnya mampir sebentar barang 1-2 jam (kok, jadi iklan ya, hehehe…). Nggap papa kan ?! Yang penting, tempatnya memang enak banget buat meeting-point. Suasananya…yuuuk mareee, bikin pantat nempel terus. *** |395 Comments »| | |||
19 Aug |
“PETIK ANGGUR” DI SPA SYUURPosted By : Emka In : Night Life, On Tuesday, August 19th, 2008, 5:29 pm Bukan hanya fashion saja yang identik dengan gaya dan tren, dalam dunia seks pun juga mengalami hal yang sama. Apalagi, kalau dipelototi dari segi bisnisnya. Wuihhh…warna-warni gaya yang ditawarkan sungguh sungguh “ruarrrr biasa”. Seks sebagai aktifitas personal saja, begitu banyak menyimpan misteri dan keanehan. Bahkan, dari yang sebelumnya “nggak ada” mesti “di-ada-ada-in”. Ya, begitulah! Begitu menyangkut urusan seks, sepertinya segala sesuatu jadi heboh dan menarik. Pantas saja, begitu makhluk yang satu ini dalam dunia industri jadi laku keras. Supply dan demand-nya sinergi banget. Nggak peduli harga minyak naik setinggi langit, tetap saja jualan seks selalu laris manis. Nggak pusing dengan utang yang melilit, tetap saja urusan seks jadi buruan yang mengasyikkan. Salah satu strategi marketing yang digunakan sebagai senjata, tak dan tak bukan adalah branding produk dengan merek yang aneh-aneh, bahkan kalau perlu super gila dan terdengar “maknyus” di telinga. Contohnya, ya soal aneka gaya seks yang ditawarkan. Sedikit banyak, kita –saya, dan mungkin Anda, tentunya pernah mengenal (bukan berarti mempraktekkan ya) gaya-gaya unik dalam bercinta. Sebut saja misalnya doggy-style atau dalam bahasa gaulnya minak-jinggo (alias miring penak, jengking monggo), 69 (ada juga yang menambahkan 69 +1), aneka variasi dalam Kamasutra, standing-position dan variasi back style. Dari nama-namanya saja terdengar begitu aneh, tapi sarat unsur godaan yang menggelitik di telinga. Kenapa misalnya, gaya seks yang dihubung-hungkan sama anjing, misalnya untuk kasus Doggy Style? See, buat saya ini jadi satu topik yang menarik. Dan, ehmm…jangan merasa aneh kalau tiba-tiba salah masuk ke sebuah kelab spa dan menemukan layana seks super “petik anggur”. Ada-ada saja…..!!! (Baca selengkapnya di X2 Magazine , edisi September 2008) *** |512 Comments »| |
|||



























