14

Jul

 

MALU BERTANYA NYASAR DI RANJANG

Posted By : Emka In : Movies, On Monday, July 14th, 2008, 6:34 pm

 

Sebulan ini, gue lumayan sibuk dengan sejumlah proyek film, sebuah dunia yang tadinya masih asing buat gue. Tapi begitu mulai masuk dan nyebur ke dalam, eeiit…ternyata mengasyikkan. Nggak beda jauh ama industri buku. Benang merahnya erat bangets.

Makanya, setelah melalui diskusi yang lumayan panjang, gue bersama Krishto & Mandy Marahimin, akhirnya sepakat untuk mengibarkan bendera Lolipop Pictures.

Thanks, God! Sejumlah proyek sudah menunggu di depan mata. Salah satunya yang sekarang lagi gue gali ceritanya adalah Malu Bertanya Nyasar Di Ranjang. Jangan mikir ngeres dulu begitu baca judulnya. Cerita ini, maunya gue lebih banyak unsur komedinya. Dan ikon Ranjang sekedar jadi “pemanis” lah biar kayak permen Lolipop.

Setting ceritanya juga nggak ribet-ribet banget kok. Kira-kira tentang seorang cowok yang so tau, super pede, keras kepala, dan nggak gaul (tapi punya duit). Gara-gara beberapa sifatnya itu lah, membuat cowok itu mesti melalui sebuah petualangan yang akhirnya membawa dia pusing tujuh keliling.

Misalnya : apa yang terjadi dengan cowok itu ketika suatu ketika ia nyasar di sebuah kelab transeksual? atau….ketika ia salah masuk ke sebuah bar gay? atau…saat si cowok yang so tau itu neken viagra yang tadinya dia pikir permen?

Ck…ck…maunya gue, mood film itu dipenuhi adegan “kekagetan” dan kekonyolan yang seru (and so pasti bikin ketawa).

***

|1 Comment » |
         
         
         
 

8

Jul

 

BERCINTA DI ATAS CLOSET

Posted By : Emka In : Life & Fun, On Tuesday, July 8th, 2008, 5:15 pm

Kepada Closet, hari ini gue banyak bercerita dan bertanya. Sebabnya sederhana, dari pagi ampe sore, gue balok-balik ke toilet sampai 4 kali.

(1) Bangun tidur, perut gue mendadak mules dan terpaksa harus duduk termenung di atas closet sambil baca koran hari ini. Mungkin karena kebanyakan makan sambel dan indomie rebus yang gue telen jam 4 pagi sambil main gaple di kawasa Menteng. Selain berita Kedubes India yang kena bom Kabul, gue juga dapet berita soal kemenangan Rafael Nadal atas Roger Federer di ajang Wimbledon yang diakuinya sebagai “kemenangan terindah”.

(2) Selesai dari toilet, gue bersantai di teras rumah sambil menyeruput segelas kopi. Sebatang rokok yang gue hisap, rasanya nikmat sekal. Sayang, pagi itu suasana agak sepi karena Jacko —anjing pitpull temen gue, lagi diungsikan ke rumah saudaranya di Kelapa Gading. Baru 10 menit leha-leha, perut gue mules lagi. Jadinya, gue buru-buru ke toilet lagi dan merenug di atas closet untuk kedua kali.

“Cerita Kebelet Kawin mesti pake setting apa ya?”

Otak gue jadi kepikiran cerita Kebelet Kawin yang mesti kelar hari ini.

“Sinopsis Belilah Aku Jadi Pacarmua kayaknya kurang oke tuh. Mesti gue ubah di prolognya sama lika-liku yang terjadi di dunia escorting?”

Satu demi satu, otak gue dipenuhi pertanyaan seputar cerita Kebelet Kawin dan Belilah Aku Jadi Pacarmu. Selama 15 menit di atas closet, gue belum juga menemukan ide cemerlang. Buntu! Semuanya masih berbentuk pertanyaan.

(3) Perih! Bukannya lega, perut gue malah makin sakit. Pasti ini karena kebanyakan makan sambel dan jadwal tidur yang nggak menentu. Sambil duduk di sofa dan nonton tipi, otak gue berpikir mencari-cari ide. Tapi, rasa sakit di perut gue, nggak banyak membantu. Malah, untuk ketiga kalinya, gue mesti balik lagi bercinta dengan closet.

“Cowok yang kebelet kawin itu mestinya harus tipikal libido tinggi, nggak nakal, malu-malu kucing dan bla…bla..bla….” otak gue terus berputar.

“Cewek yang jadi tokoh di Belilah Aku Jadi Pacarmu harus “beda banget” dari film-film yang udah ada. Konfliknya mesti lokal banget, sisi sex ‘n Jakarta-nya harus dominan, dan seterusnya….”

Byar! Lagi-lagi pertanyaan itu belum terjawab dengan sukses. Finally, jam 1 siang, gue mandi dan segera meluncur ke Coffee Club, Plaza Senayan.

(4) Meneguk secangkir kopi, untuk kedua kali sambil membuka email. 15 menit kemudian, perut gue mules lagi. Untuk kali keempat, gue duduk lagi di atas closet. Dan…ide itu tiba-tiba datang. Melesat dengan cepat dan tahu-tahu, di kepala gue udah kebayang kerangka cerita yang mesti gue masukin buat film Kebelet Kawin dan Belilah AKu Jadi Pacarmu.

“Enak juga merenung di atas closet. Cukup membantu gue menemukan ide meskipun rada serabutan. Setidaknya, rasa sakit di perut gue, jadi kebayar lunas….”

Note : Punya cerita yang menarik tentang closet? Nggak ada salahnya share di web ini. Thanks!!!! (foto: courtessy www.tempe.gov)

****

|2 Comments »|
         
         
         
 

6

Jul

 

Sorry, Elu Basi Malam Ini !!!

Posted By : Emka In : Night Life, On Sunday, July 6th, 2008, 5:51 pm

 

Pergi hang-out ke klab, diskotek atau kafe itu mestinya memang untuk seneng-seneng. Tapi apa jadinya ketika niat seneng-seneng tiba-tiba berubah jadi garing alias basi. Gara-garanya simpel : tempat hang-out yang tadinya “uenaaak” banget, berubah jadi “nggak enak bangeeeetsss”.

Dari “ueeenaaak” jadi “nggak enak” itu pasti ada sebabnya. Buat gue, hang-out ke Red Square di kawasan Senayan, Jum’at malam lalu, jadi hang-out yang “garing” alias basi.

SEBELUMNYA =  bar kecil yang ada di lantai dasar di Plaza Arcadia-Senayan, friendly (tidak saja tamu-nya tapi juga manager, security ampe bartender), hommy, crowd-nya OK, everybody bisa dengan lepas naik bar, joget, dll. Pokoknya “nice” dan “welcome” banget.

SEKARANG =  pindah ke lantai 1 dengan area yang lebih luas dan desain interior baru, ehmmm….kok jadi beda ya. Wajah-wajah “friendly” yang sebelumnya hampir pasti gue temui, nggak ada lagi. Jum’at malam berlaku hukum cover-charge untuk “siapapun” kecuali yang punya kartu member.  Musiknya  “nggak” se-enak sebelumnya.

Jum’at malam kemarin, jadi cerita basi buat gue. Basi karena gue tidak menemukan suasana Red Square yang dulu. Sejumlah wajah yang gue kenal dengan baik dan biasanya ramah, jadi “sok nggak kenal”. Musik-musik dj yang biasanya enak banget buat joget, jadi “monoton” banget. Apakah ini karena DJ Larry udah pindah atau karena apa, gue juga nggak ngerti.

Well, daripada bego, mending gue sok asyik saja ama beberapa temen yang kebetulan malam itu hang-out bareng gue. Namanya juga sok asyik, jadinya gue hanya bertahan  selama satu jam-an. Abis itu, mencari tempat hang-out lain yang lebih OK.

“Sorr, kalo elu basi malam ini,” ujar Lia, temen gue yang malam itu ngerasa bersalah karena dia yang ngajak gue hang-out.

“It’s OK. Kita bisa cari tempat lain kan…!”  jawab gue dengan senyum ala kadarnya.

Yang jadi pertanyaan gue adalah kenapa tempat yang sebelumnya so far OK bangeeet, mesti berubah hanya karena pindah tempat dan beberapa aturan yang, maaf, membuat para tamu “member-face” jadi bete????

Ya, sudahlah. Mungkin gue lagi salah hari. Lain kali, kalo mau hang-out ke Red Square mending gue akan pilih hari lain, dan yang pasti : bukan Jum’at malam. Siapa tahu, Rabu atau Kamis malam-nya lebih OK. Siapa tahu who knows….(?)

****

|2 Comments »|
         
         
         
 

1

Jul

 

DOGGY STYLE

Posted By : Emka In : Life & Fun, Movies, On Tuesday, July 1st, 2008, 6:56 pm

Anjing menggonggong, kafilah berlalu! Guk..guk..guk! Ini nggak ada hubungannya ama pepatah ngetop itu. Ini gara-garanya gue lagi sering ketemu ama Jacko. Bukan nama orang, tapi nama anjing temen gue. Nggak nanggung-nanggun, Jacko adalah anjing berjenis Pitpull red-nose. Umurnya baru 4 bulan, tapi badannya udah gede banget.

Hampir tiap pagi, gue ngeliatin Jacko “jalan-jalan” di depan rumah dan astaga….”kalo nggak kencing terus berlanjut boker”, pastinya Jacko lagi lari-lari dengan lidah menjulur mengitari mobil gue. Mungkin karena masih kecil jadinya demen banget “maen-maen”.

Saking seringnya ngeliatin Jacko kencing lalu boker, otak gue tiba-tiba teringat dengan gaya Doggy Style yang sering disebut sebagai salah satu “gaya ngeseks” yang oke bangeeetsss.

Gue jadi mikir, apanya yang oke dari Doggy Style? Coba bayangin anjing yang lagi “ngangkang” dengan bertumpu pada kakinya yang melebar. Busyet…gue jadi geli sendiri. Tapi kenapa gaya itu bisa ngetop banget ya ketika disangkutpautkan dengan seni ML (Making Love yang biasanya bisa bikin orang “Mau Lagi” dan “Mau Lagi”, hehehe…)….????

“Doggy Style memang variasi yang beda kok. Nggak kalah ama gaya 69,” ujar seorang teman mencoba mencari-cari jawaban yang pas.

“Dalam seks, gaya apapun di”bolehkan”. Kalo perlu, yang paling “aneh” sekalipun,” sambung satu temen yang lain.

“Ya iyalah! Selain gaya tumpang tindih alias posisi atas-bawah, pastinya berlaku juga gaya minak jinggo (miring penak jengking monggo) dan beribu gaya lainnya,” celetuk gue, sporadish.

Maksudnya, analogi Doggy Style memang nggak beda jauh dengan gaya nungging (jengking = bhs. jawa). Namanya juga variasi, jadi sah-sah saja orang mau pake gaya apa saja. Lebih-lebih, ini kaitannya ama urusan gaya ngeseks. Jangankan Doggy Style, ragam gaya yang lainnya pun bahkan kini telah dijadikan “main-course” di sejumlah tempat pelesir khusus pria-pria yang hobi buang tai macan. Sebut saja gaya helikopter alias seks nyungsang, petik anggur, gembok underwear, ranjang elektrik + 16 tali, suster nyedot, nude-army-look dan lain-lain.

“Namanya juga seks. All is about the game. Cuma maen-maen!” kata seorang papi yang biasa bertugas di sebuah kelab XXX di kawasan Mangga Besar.

Kalo cuma maen-maen, lalu pada bedanya ama si Jacko? Jangan-jangan, istilah Doggy Style itu  muncul karena orang yang menciptakan istilah itu sering maen ama anjing. Ssssttttt!!!! Maaf, gue jadi mikir yang nggak-nggak. Tapi, ehmmm…bisa jadi siiiihhhhh!!!

Sudahlah! Cerita ini jangan dimasukin ke hati. Just kidding kok! Intinya, gue pengen membuat cerita lain soal Doggy Style yang tidak ada hubungannya ama urusan seks. Maunya gue, Doggy Style yang  ada hubungannya ama filosofi hidup yang didalamnya muncul nilai-nilai cinta. Gimana caranya ya…? Yang jelas, sekarang ini gue lagi sibuk merangkai kerangka ceritanya.

________________________

Photo: sexuality.about.com

|4 Comments »|
         
         
         
 

27

Jun

 

KEBELET KAWIN

Posted By : Emka In : Movies, On Friday, June 27th, 2008, 6:57 pm

Title : KEBELET KAWIN
Story by : Moammar Emka

Judul itu, akhirnya jadi salah satu film yang bakal gue produksi bareng temen-temen. Secara tema sih udah OK bangets. Tinggal plot dan settingnya saja yang butuh masukan lebih banyak.

Kebelet Kawin! Gue pernah ngerasain itu ketika gue baru lulus SMA tahun 1990. Alasannya simpel : gue lagi falling in love banget ama kakak kelas gue yang umurnya 2 tahun lebih tua. Saking pengennnya, usia setahun pacaran, gue kenalin dia ke ortu, face to face. Masalahnya, dengan usia gue yang basih “bau kencur” itu apa ya mungkin kawin atau nikah?

Banyak faktor yang menyebabkan misi gue dalam rangka Kebelet Kawin itu pastinya bakal terhambat. Dan gue ngerasa, faktor yang paling utama adalah kedewasaan, masa depan dan so pasti, material.

Finally, boro-boro kejadian kawin. Pas mengutarakan niat mo menikahi si dia saja, ortu gue langsung bingung dan nggak setuju.

“Kuliahnya ntar gimana?”
“Ntar mo dikasih makan apa?”

Itu hanya dua penggal kalimat yang mengiringi batalnya niat gue untuk buru-buru kawin. Dan, sengaja gue bikin flashback dari diri gue sendiri supaya temen-temen mo nyumbang ide dan saran. Syukur-syukur yang punya pengalaman “kebelet kawin” lengkap dengan lika-likunya.

Pertanyaannya sederhana kok : alasan apa yang membuat temen-temen “kebelet kawin”?

Jawabannya, kalau nggak keberatan, boleh panjang lebar (ups! Ngarep banget!). Gue butuhin bahan-bahan itu biar storyline film Kebelet Kawin yang bakal gue bikin bisa jadi lebih keren dan berisi. Thanks a lot, before!!!

****

|6 Comments »|
         
         
         
 

26

Jun

 

Goodbye Turkey

Posted By : Emka In : Life & Fun, On Thursday, June 26th, 2008, 9:49 pm

Malam yang mendebarkan. Swear! Buat gue, babak semifinal UERO 2008 yang mempertemukan Jerman vs Turki membuat hati gue dag-dig-dug. Bukan karena gue ikut taruhan di bandar dengan jumlah gede, tapi karena tiba-tiba gue jadi ngefans ama Turki. Udah begitu, gue nonton pertandingan babak pertamanya di Kamasutra, Jl Gatot Subroto. Sebelum ‘nobar’, ada Andra & The Backbone feat. Ahmad Dhani, Once dan Purie (Dewi-Dewi).

Abis ngedengerin lagu “Main Hati” yang keren banget itu, gue langsung diberi suguhan permainan cantik tim Turki. Babak pertama selesai dan skor 1-1. Jeda istirahat, gue meluncur ke Kemang dan nongkrong di bar Stubes. Astaga! Mayoritas tamu yang dateng pake kostum Jerman. Jadilah, gue pendukung marginal yang berada diantara puluhan fans berat Jerman.

Permainan cantik yang diperagakan Turki (meskipun dengan 9 pemain cadangan), ternyata tak berbuah kemenangan. Ketika skor 2-2, gue bisa sedikit bernapas lega. Tapi, begitu Philim Lahm melesakkan 1 gol di menit ke 90, gue langsung lemes seketika. Skor 3-2 untuk kemenangan Jerman.  Jadilah, gue menyantap dim-sum jam 5 pagi dengan semangat loyo. Goodbye Turkey! Biar kalah, tapi teeeteep keeereeennn kok!!!

| No Comments » |
         
         
         
 

24

Jun

 

Makan Tuh Cinta!

Posted By : Emka In : Love, Movies, On Tuesday, June 24th, 2008, 8:33 pm

Suatu Saat di Kuta Bali

Semestinya cinta tidak butuh apa-apa…

biarkan saja ia mengalir tanpa syarat ini dan itu, tanpa harus ini dan itu

semestinya cinta itu tiada dalam hidupnya

tak memihak siapa siapa

tak menjejak di satu tempat

cukup rasakan saja, tak lebih!

ketika ada syahdu merunut hari

ketika ada nyaman menyelinap di balik sepi

yakinkan saja itu cinta !

Dan,

cinta seperti itu yang semestinya kita makan mentah-mentah

tanpa sisa !!!

|1 Comment » |
         
         
         
 

18

Jun

 

HORNY…Horor Nih Yee !!!

Posted By : Emka In : Books, Movies, On Wednesday, June 18th, 2008, 4:40 pm

INILAH enaknya kalau sering ngobrol dan berdiskusi hingga larut malam. Gue, Krishto dan Mandy, sudah hampir 2 minggu ini nyaris jadi “Tiga Jagoan Kalap” yang nggak lepas dari miting ke miting dan so pasti, nongkrong di kafe buat diskusi beberapa project film yang akan diproduksi Lilipop Pictures.

Di sela-sela diskusi sambil ngupi-ngupi itulah, secara berantakan dan serampangan, di otak gue muncul begitu saja sejumlah ide cerita yang rasa-rasanya kok “oke” dan “pas” untuk dikembangkan dengan plot cerita yang lebih serius.

(1) HORNY…HOROR NIH YEEE…!!!

Ide cerita Horny misalnya, berangkat dari buku Kamus Gaul Hare Gene yang sudah gue rilis beberapa bulan lalu. Di dalam buku itu kata gaul Horny mempunyai dua arti : (1) libido sedang tinggi dan (2) Horny kepanjangan dari Horor Nih Yee. \

Namanya juga bahasa gaul. Istilah ‘horny’ itu dalam percakapan sehari-hari memang populer di kalangan anak gaul, tidak saja di kalangan ABG tapi juga remaja bahkan orang dewasa.

Karena gue pake ‘horny’ sebagai kepanjangan dari Horor Nih Yee…..maka ceritanya akan berkutat pada tema horror komedi. Ya, horor seru-seruan yang bisa bikin orang ketawa-ketiwi.

Sejumlah judul lainnya adalah :

(2) LOVING LU LONGTIME LAH (4L)

Drama cinta yang didalamnya ada cinta segi enam. Ada unsur pembauran budaya Jawa dan Cina.

(3) BELAI KIRI, TIKUNG KANAN

Cerita tipu-tipu untuk mendapatkan pacar. Tidak saja daun muda tapi juga tante-tante girang. Wuihhh…!!!

(4) MALU BERTANYA NYASAR DI RANJANG

Cerita lelaki cupu yang sok tahu dan super pede. Ketika suatu ketika ia masuk di kawasan yang dijejali kelab-kelab ‘underground’, si cupu harus menghadapi berbagai peristiwa yang belum pernah ia alami sebelumnya.

(5) DANGDUT SABA KOTA

Temanya masih seputaran dangdut. Tapi, ciri khasnya adalah cerita ini sangat “kota” banget. Kota yang sarat dengan gaya hidup metro-nya dan “kota” dalam arti “kawasan yang di dalamnya sarat dengan nitelife dan sex-entertainment.

(6) DAUN MUDA, NAIK DAUN

Cerita tentang sisi lain dari lika-liku seorang gadis muda yang mengejar karirnya di dunia hiburan.

****

|5 Comments »|
         
         
         
 

13

Jun

 

“Gembok Underwear” : Playsex of The Day

Posted By : Emka In : Night Life, On Friday, June 13th, 2008, 6:46 pm

Yang menarik dari seks adalah permainannya. How to play, itulah faktor yang paling utama. Jadi, sah-sah saja kalau ada sejumlah orang yang setuju dengan “size it doesn’t matter”. Itulah mengapa, dalam berhubungan seks muncul beragam gaya yang super-inovatif. Salah satunya yang kini tengah jadi tren di dunia sex-entertainment di Jakarta adalah “gembok underwear”.

Beberapa bulan lalu, saya pernah mengungkapkan soal menu Ranjang Elektrik dan Tali 16 Gaya yang disuguhkan sebuah tempat one-stop-sex-tainment di kawasan Beos, Jakarta Barat. Hanya berselang dua bulan, kini muncul “Gembok Underwear” sebagai salah satu menu seks yang sedang “hot-hot”-nya dibicarakan para “nite-traveller’s”…

(Baca selengkapnya di : X2 Magazine Edisi Juli 2008)

|4 Comments »|
         
         
         
 

9

Jun

 

LOLIPOP PICTURES PRESENTS

Posted By : Emka In : Movies, On Monday, June 9th, 2008, 10:00 pm

Thank’s God!

Setelah melalui rapat panjang selama tiga hari sebuah hotel di kawasan Menteng Jakarta Pusat, akhirnya gue, Krishto Damar Alam dan Mandy Marahimin sepakat untuk mengebarkan bendera Lolipop Pictures dengan sejumlah judul film yang akan “diproduksi” dan “dirilis” tahun 2008 dan 2009.

Sampai akhir tahun 2008 ini, Lolipop Pictures (tentu saja ‘join’ dengan beberapa PH) berencana menggarap setidaknya 6 film, diantaranya : Kolor4Lov3 (Datang Dengan Cinta, Pulang Dengan Kolor), Tarsan Kota, dan Belilah Aku Jadi Pacarmu.

Sementara untuk proyek di tahun 2009, ada sejumlah judul yang akan kita garap, diantaranya :

  1. Tumpang Tindih
  2. Jakarta Undercover #2
  3. Jakarta Orchid
  4. Janda Tanya, Janda Seru
  5. Romi Yuli Kebelet Kawin
  6. UGD ::Unit Gadun Darurat::
  7. Babi Ngesot ::Datang Tak Diundang, Pulang Tak Berkutang::
  8. Jodoh Di Tangan Hansip
  9. In Bed With Model$
  10. Suster Maria
  11. Banci Tampil
  12. Merinding Disko
  13. Roman Keblinger
  14. Belah Duren
  15. Daun Muda
  16. Proyek Perasaan
  17. Makan Tuh Cinta!!!

Wish us luck! Semoga semua berjalan dengan lancar dan semua ide yang tertuang menjelma jadi layar lebar dan tidak terbuang percuma.

|5 Comments »|

 
         
     
Copyright © 2008 www.emkamoammar.com
All rights reserved

Powered By : TukuSolution