27 Jun |
”Reality-Sex Gerbong Kereta”Posted By : Emka In : Night Life, On Saturday, June 27th, 2009, 10:36 pm Satu menu terbaru di industri “sex-tainment” yang menawarkan inovasi dan sensasi yang sungguh berbeda. Bentuknya? Menikmati layanan kemanjaan “full body contact” di dalam kamar bernuansa gerbong kereta api bersama gadis cantik nan seksi dengan dandanan ala pramugari. Hmmm….ada-ada saja!
Setiap orang pasti punya fantasi seks. Yang namanya fantasi, biasanya cenderung liar dan di luar batas kewajaran. Ya, sebebas otak berimajinasi gitu deh. Dalam pemahaman yang lebih luas, fantasi seksual itu adalah hal yang sangat menggoda bahkan banyak orang yang sengaja menciptakan fantasi demi memuaskan kebutuhan seks mereka.
Dalam praktiknya di industri seks yang notabene berlaku hukum jual-beli, fantasi seks ditempatkan sebagai satu hal yang vital . Karena disinilah magnet untuk menarik tamu sebanyak-banyaknya. Tak heran, kalan menu-menu seks yang tersaji di industri seks, selalu menampilkan sesuatu dan tantangan yang baru. Sederhananya, di industri seks, semua orang bisa “membeli” fantasi seks. Tak perlu repot dan pusing lagi berkutat dalam fantasi tapi langsung “reality” nya.
Kamar fantasi misalnya, kini jadi salah satu menu fantasi seks yang ditawarkan oleh salah satu hotel yang punya fasilitas spa dan sauna di
| |||
18 Jun |
“Top-V Menu Sex-Tainment”Posted By : Emka In : Night Life, On Thursday, June 18th, 2009, 7:10 pm Kalau sebelumnya ada menu-menu seks seperti Sashimi Girls, Pajero Goyang, Ranjang Elektrik dan Angel’s Party yang sempat jadi primadona di sejumlah tempat xxx-tainment, kini bermunculan variasi lain yang tak kalah ‘heboh’nya. Seperti apa menu-menu baru fresh yang masuk katagori Top-5 di jagad industri sex-tainment Jakarta saat ini? “Paling-paling masih itu-itu juga. Juaranya tetep cewek Rusia dan Uzbek,” celetuk Dino, karib saya yang sehari-hari bekerja di sebuah perusahaan operator telepon milik swasta. “Wah, lo ketinggalan isu. Sekarang yang lagi tren justru cewek Kolombia ama Korea,” tukas saya….(Selengkapnya, baca di Cosmopolitan Men edisi Juni 2009) |6 Comments »| | |||
11 Jun |
Sepotong Cinta, Seiris RinduPosted By : Emka In : Love, On Thursday, June 11th, 2009, 6:53 pm 1# “Aku tak pernah bisa marah. karena bagiku kau adalah anugrah terindah yang mendekap barisan hariku penuh bahagia tumpah ruah. sepotong senyum yang kau titipkan pada arakan senja, menghapus kesalku jadi tawa merekah.” 2# “Cinta itu cukup rasakan saja, tak lebih! Ketika ada syahdu merunut hari, ketika ada nyaman menyelinap di balik sepi, yakinkan saja itu cinta ! Dan, cinta seperti itu yang semestinya kita makan mentah-mentah tanpa sisa! 3# “Tak bisa kutepikan rinduku dari adamu. hatiku telah kau renggut habis ke akar-akarnya. mendakwaku setia berteduh dalam payung cintamu, satu-satunya.” 4# “Mataku terpejam tak mau. Selalu saja bayangmu merambah ruang batinku. Mengikatku dalam rindu yg merebas deras menuju kepadamu. Selalu begitu..!” 5# “Ketakutanku akan kehilanganmu berbanding seimbang dengan ketakutanku untuk setia berteduh dalam payung cintamu.” 6# “Segalanya tlah menembus batas yg tak terjamah oleh logika. Tak jera kumenimang cintamu yg menjerat keakuanku terus mendamba & memuja bahagia. Semata untukmu & untuk qta.Semoga nyata, bkn sia-sia.” |3 Comments »| | |||
10 Jun |
THE MOST WANTED “CEWEK-CEWEK IMPOR”Posted By : Emka In : Night Life, On Wednesday, June 10th, 2009, 10:14 pm Kalau saja ada kontes pemilihan The Nicest & Wildest Imported Girls di industri sex-tainment di Jakarta dan kota-kota besar lainnya, apa kira-kira jawaban yang paling pas? Pilih (1) Uzbekistan, (2) Rusia (3) Mandarin alias Cungkuo, (4) Thailand, (5) Kolombia, (6) Korea, (7) Filipina, (8) Vietnam atau (9) ada pilihan alternatif yang lain misalnya Jepang, Venezuela dan lain-lain.Jawabannya memang bisa sangat beragam. Karena setiap orang punya tipe dan selera yang berbeda-beda. Belum lagi ditambah pengalaman personal yang dialami masing-masing orang selama merambah belantara dunia malam. Meskipun begitu, bukan berarti tertutup kemungkinan untuk mengelompokkannya dari sisi standar pelayanan yang diberikan dan yang paling penting : dari perilaku dan sikap kesehariannya. Dari berbagai obrolan dengan sejumlah teman pria yang punya hobi bertualang di dunia malam, setidaknya saya punya gambaran menarik tentang cewek-cewek impor yang memenuhi kriteria dan pantas mendapatkan predikat OK’s-BANGET………..(Selengkapnya, baca di POPULAR edisi Juni 2009) | |||
11 May |
Sex-tainment 3 KotaPosted By : Emka In : Night Life, On Monday, May 11th, 2009, 7:16 pm Majalah Popular
Finally, setelah berkiling lima kota, mulai dari Cirebon, Malang, Surabaya, Semarang dan Bandung, saya sampai di Jakarta dengan berbagai pengalaman seru dan ehmmm…cukup menegangkan.
“Widihhh…! Apanya yang menegangkan?” celetuk Reza, karib saya, ketika kami bertemu di Coffee Club, Plaza Senayan. “Otak lo pasti ngeres deh mikirnya. Yang menegangkan…ya apalagi kalau bukan sex-tainment-nya!” “Masak sih? Bukannya di Semarang atau “Jangan bandingin sama “Oh…setubuh! Maksudnya, setuju!” sergah Reza sambera tertawa lepas.
Sex-tainment yang terdapat di kota-kota besar seperti
*** |7 Comments »| | |||
13 Apr |
Diary of Nightlife di POPULARPosted By : Emka In : Night Life, On Monday, April 13th, 2009, 3:49 pm Seperti apa rasanya kembali ke rumah lama? Ehmm….menyenangkan! Itu yang gue rasain saat ini. Setelah lebih dari tujuh tahun lepas dari kandang dan memilih untuk menekuni pekerjaan sebagai penulis, akhirnya gue kembali lagi ke majalah Popular, tempat dimana gue banyak belajar dunia tulis-menulis soal dunia malam di bawah asuhan almarhum Mujimanto Asmotaruno, pemimpin redaksi kala itu. Tentu keberadaan gue tidak seperti tahun 1998-2001 yang bekerja full-time sebagai wartawan tetap. Mulai edisi April 2009 ini dan seterusnya, gue akan jadi kontributor tetap untuk mengisi rubrik Diary of Nightlife. Tidak seperti di rubrik saya tangani sebelumnya, Liputan Malam, di kolom Diary of Nightlife ini gue lebih banyak akan bercerita tentang dunia malam dan lifestyle “eror” dengan pendekatan personal. Lebih sebagai diary ringan yang secara tulisan terasa lebih ringan dan akrab. Di edisi April 2009 ini misalnya, gue menulis soal Korean Barbie-Blue. Ceritanya berkisar soal fenomena cewek Korea yang kini tengah jadi “hot-icon” di dunia malam Jakarta. Karena bentuknya diary, tulisan gue cuma dua halaman saja kok. Selamat membaca dengan santai (kalau kebetulan beli majalahnya, hehehehe…) !!! |2 Comments »| | |||
13 Apr |
SUSAH MELAWAN BRANDPosted By : Emka In : Books, Events, On Monday, April 13th, 2009, 12:39 am SURYA Online-Minggu, 13 April 2009 - Cap sebagai penulis buku yang sarat aroma seks rupanya tak bisa dihindari Moammar Emka. Padahal, dari sekitar 20 buku yang sudah dibuatnya, hanya enam yang ‘bicara’ masalah ‘ranjang bergoyang’ dan penyimpangan perilaku seksual manusia. Namun, diakui pria asal Tuban ini, sukses buku pertamanya, Jakarta Undercover 1 yang kemudian disusul Jakarta Undercover 2 dan 3, membuat cap itu jadi melekat erat dalam dirinya. Tak Cuma itu. Emka juga menyusul dengan buku berikutnya seperti In Bed with Model$, Ada Apa dengan Mak Erot, dan yang paling gres adalah Tumpang Tindih. Buku-buku Emka lainnya ada pula yang bicara masalah cinta dan romantisme. Simak misalnya, Beib, Aku Sakau, Red Diary, Tentang Dia, Gue Kapok Jatuh Cinta, dan 365 Hari 3 Cinta 2 Selingkuhan. Kalau pun akhirnya cap itu melekat dalam dirinya, Emka tak berusaha untuk berkelit. “Bangun brand itu kan susah. Dan brand itu diberikan oleh masyarakat, masak saya mau lawan?” ujar Emka ketika ditemui tengah santai di Eclectic Pub & Lounge, beberapa hari lalu. Mengenai Tumpang Tindih yang dilepas ke pasar tanggal 23 Maret lalu, menurut Emka, masih bertutur seputar penyimpangan gaya hidup yang melibatkan industri seks atau komunitas tertentu. “Buku ini merespons berbagai masalah yang berjalan di luar batas normal atau kewajaran. Selain gaya hidup ‘error’, Tumpang Tindih juga mengangkat lifestyle gaul personal yang sedang in,” paparnya. Nitelife yang coba dikuak penulis buku Love is Cinta ini tidak hanya berpusat di Jakarta. Anak keempat dari enam bersaudara ini juga menelusuri kawasan remang-remang di Surabaya, Bandung, bahkan hingga Bangkok, Singapura, dan Kuala Lumpur. pra |1 Comment » | | |||
2 Apr |
Erotisme Malam-Malam Di Ibu KotaPosted By : Emka In : Books, On Thursday, April 2nd, 2009, 9:12 pm SEPUTAR INDONESIA, Selasa-31 Maret 2009. IBU KOTA Jakarta seakan tak pernah tidur dan selalu berlari tanpa mengenal waktu. Geliat kehidupan di Jakarta tak pernah berhenti walaupun sejenak. Sepanjang siang, aktivitas begitu cepat bergulir, dan ketika malam merambat, denyutnya masih tetap terasa meski lamat-lamat. Walaupun merambat,kehidupan malam di Ibu Kota tetap menggairahkan tubuh-tubuh yang letih dengan menghamparkan sejuta Di sejumlah sudut kota,suasana malam tidak lagi pekat. Sebaliknya gemerlap, berdentam, bahkan liar.Betapa tidak,pelbagai jenis hiburan yang tersaji seakan bak selimut kamuflase untuk menyajikan sesuatu yang erotis. Seksualitas pun berubah makna, bukan lagi menjadi sesuatu yang tabu dibicarakan secara terbuka. Sebaliknya, seksualitas telah menjadi komoditas yang paling panas dengan konsumen Dalam buku Tumpang Tindih, Moammar Emka, penulis yang sudah tak asing lagi dalam menguak kehidupan malam di Jakarta melalui Jakarta Undecover 1, 2,dan 3, kembali mengupas seluk-beluk gaya hidup “error” di Ibu Kota yang seakan telah dikepung dengan sextainment. Dalam buku setebal 441 halaman yang diterbitkan Gagas Media,Moammar Emka seakan semakin hafal setiap lekuk tubuh Ibu Kota lengkap dengan sensasi sextainment. Bahkan, dalam buku keempatnya ini, mantan wartawan yang berkarier menjadi Malahan, untuk melengkapi berbagai variasi dan keterkaitan perkembangan industri erotisme di Tanah Air,dia merambah beberapa kota besar di Asia Tenggara,seperti Bangkok, Kuala Lumpur, dan Singapura. Meskipun buku ini tak jatuh menjadi bacaan yang penuh berahi, berbagai sensasi yang dihamparkan tetap menjadikan sebagai Untunglah Moammar Emka tak ingin membiarkan pembacanya semakin liar dengan fantasinya karena dia pun menyuguhkan fakta kelam dari maraknya industri seks dan kehidupan free sex. Seperti meningkatnya penyakit kelamin, praktik aborsi, dan tingginya angka HIV/AIDS, terutama di kalangan remaja dan usia produktif. Jadi perlu pikiran sehat untuk menikmati buku ini, bukan hanya merasakan sensasinya saja, juga mempertimbangkan keburukan yang akan diperoleh. Bahkan, memantik kita untuk mencari solusi tepat agar pola hidup yang salah tidak semakin menjamur. Sekaligus menemukan fakta yang sebenarnya, apakah memang di sekitar kita sextainment sudah begitu subur, ataukah hanya imajinasi sang | |||
26 Mar |
‘TUMPANG TINDIH’ DI CIREBONPosted By : Emka In : Books, Events, On Thursday, March 26th, 2009, 10:41 pm Setelah melakukan soft-launching di Vintage-X2-Jakarta, Senin-23 Maret 09, dan live-on-air di MD Radio (93.2 fm), roadshow buku Tumpang Tindih (Malem-Malem Bikin Syur) masuk ke kota Cirebon. Inilah kota kedua yang saya singgahi setelah Jakarta. Saya ditemani Iffal Azka yang memandu selama talkshow berlangsung. Dalam acara itu, tidak saja dihadiri para pengunjung mal dan pameran tapi juga sejumlah wartawan media cetak dan radio. Setelah selama hampir satu setengah jam mengupas tuntas apa yang tersaji dalam buku Tumpang Tindih dan menjawab beberapa pertanyaan yang muncul dari pengunjung, acara dilanjutkan dengan bincang-bincang santai bersama wartawan dari Radar Cirebon dan kru radio Hitz di restoran Dapoer Mama. |1 Comment » | | |||
24 Mar |
Tumpang Tindih Bareng Moammar Emka di Vintage-X2Posted By : Emka In : Books, Events, On Tuesday, March 24th, 2009, 6:57 pm Ditulis Oleh Newsroom-GagasMedia Acara yang dimulai tepat pada pukul 19.00 WIB ini dibuka oleh Ferre Fariza sebagai host yang menyambut para tamu undangan dan fashion dance yang dilakukan oleh tiga orang model dengan mengenakan pakaian bertema dedaunan. Tepuk tangan riuh terdengar saat Ferre mengajak Emka untuk naik ke panggung acara dan konfrensi pers pun dimulai. Tumpang Tindih merupakan buku yang merespons berbagai masalah yang berjalan di luar batas normal atau kewajaran. Gaya hidup “error” yang melibatkan industri seks atau komunitas tertentu, serta lifestyle-gaul personal yang sedang “in” inilah yang diangkat oleh Emka. Launching buku-buku Emka memang kerap memberikan sesuatu yang berbeda. Seperti halnya saat launching Tumpang Tindih ini. Selain tetap dikelilingi model-model cantik, malam itu pengunjung yang mendatangi acara tersebut juga dapat melihat penampilan Reza Bukan—komedian dan artis—saat nge-DJ. Puncak acara ditutup dengan simbolisasi penyerahan buku Tumpang Tindih dari Antonius Riyanto—Direktur Kelompok AgroMedia kepada Moammar Emka, penulis buku Tumpang Tindih. |1 Comment » | |
|||
























